.::| Prasetyo Peuru Henry Putra | @prasetyopeuru | prasetyopeuru@gmail.com | +6281287553107 | Indonesia Raya | tabloidjejak.co.id | Family: Peuru Modaso - Kawung Kumolontang | Mori - Minahasa | Haleluya! :) |::.

Tuesday, August 31, 2021

The Grey Hat Hacker's

Sunday, August 1, 2021

:)

Saat ini saya tertampar dengan apa yang telah saya perbuat, membiarkan rekam jejak digital saya terbiarkan begitu saja. Alhasil, Papa saya merespons semua pekerjaan, anggapan saya dan tindakan malas saya yang ingin bekerja apabila perlengkapan sudah tersedia lengkap semua. Saya tak boleh berdalih karena memang saya harusnya mencari solusi dan malah berdebat seolah saya lebih paham, dan malah membuat saya bermalas-malasan karena berpikir Job Desc saya ini, jadi cukup ini saja yang saya kerjakan. Saya lupa Papa sudah berusia 60 tahun Desember nanti, dia harusnya sudah pensiun berpindah ke minat pekerjaan yang dia inginkan atau beristirahat selagi tetap bekerja dengan apa yang dia inginkan, yakni membahas soal dunia Polhukham dan hal-hal ringan juga lainnya di media milik Larry Page 'Youtube'.

Jujur apa yang ingin sampaikan adalah sebelumnya bukannya ingin flashback tentang masa dimana saya salah didiagnosa dokter dan obat-obatan medis yang mesti saya konsumsi diturunkan dosisnya malah membuat kondisi psikis saya kembali tergoncang sampai Papa tanpa menuntut pihak Psikiaternya dan langsung dibawa ke Manado dari Luwuk. Saya heran juga sebelumnya saya didiagnosa Skizofrenia, kemudian berubah jadi Paranoid Skizofrenia dan kembali jadi Skizofrenia lagi. Nah di Manado saya didiagnosa Bipolar, tapi saya lihat sekilas dikertasnya f25 kalau tidak salah itu adalah Skizoafektif bukan Bipolar dan tapi diaplikasi BPJS, masih tetap Skizofrenia atau Paranoid Skizofrenia. Lah kok gitu? Memang membahas penyakit selalu menyebalkan. Padahal kedua orangtua saya selalu mengingatkan untuk tetap menatap pada Tuhan. Kalau kalian ingin tau kenapa saya bisa mengetahui penyakit saya, padahal saya harusnya tidak menyadarinya. Itu karena saya selalu penasaran apa yang terjadi dengan saya dan mengambil diam-diam kertas waktu itu 2010 kalau tidak salah dari RSCM Jakarta, kertas hasil diagnosanya, obat-obatan apa yang saya minum dan apa fungsi dan efek sampingnya. Tapi tidak tiap hari tentunya.

Kebiasaan itu sudah tak ku lakukan memang, karena saya sudah pasrah dan berserah. Dan ini sebenarnya alasan yang selalu jadi tameng kepada Papa saya jika berargumen tentang Pekerjaan di dunia Jurnalistik. Saya tidak se-strong Papa dan sehebat Papa. Saya akui saya cuma penulis amatir dengan 3 buku yang hanya laku di satu wilayah tempat Opa dari Papa saya sempat berjaya sebagai seorang Kepala Dinas Pendidikan selama beberapa kali di era Orde Baru. Dan Oma sebagai Kepala Sekolah juga di Luwuk.

Jujur itu membanggakan bukan karena Jabatan mereka, tetapi karena dalam pekerjaan mereka, mereka lebih banyak berkorban. Namun saya apa? Ampuni saya Tuhan. Ini merupakan keluhan saya jujur. Terimakasih Yesus untuk pengorbanan-Mu. Terimakasih Roh Kudus, Terimakasih Bapa di Sorga. Karena Engkau menjamah jiwa yang hancur. Dan keyakinanku bahwa saya sudah sembuh walau mesti tetap mengkonsumsi obat kejiwaan agar tetap stabil.

Papa terimakasih untuk teguranmu. Terimakasih Tuhan untuk segala rancangan indah-Mu. Ajar aku Tuhan untuk bersyukur tiap hari ya Roh Kudus.

:)

Total Pageviews

Followers

Instagram

Flag Counter

free counters

Unggulan

Best of Jesus

Best of Jesus Dibuat oleh Prasetyo Peuru Henry Putra. Hal yang paling kusukai dari Tuhan Yesus ketika masih di dunia dan naik ke ...

Quotes Holy Bible

Matius 6:33 -- "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." -- Lembaga Alkitab Indonesia (TB) Terjemahan Baru.

Youtube