.::| Prasetyo Peuru Henry Putra | @prasetyopeuru | prasetyopeuru@gmail.com | +6281287553107 | Indonesia Raya | tabloidjejak.co.id | Family: Peuru Modaso - Kawung Kumolontang | Mori Atas - Minahasa Selatan | Haleluya! | Tuhan YESUS adalah Tuhanku untuk selama-lamanya. Amen. Thanks My Jesus :) |::.

Total Tayangan Halaman

Followers

Instagram

Flag Counter

free counters

Unggulan

Best of Jesus

Best of Jesus Dibuat oleh Prasetyo Peuru Henry Putra. Hal yang paling kusukai dari Tuhan Yesus ketika masih di dunia dan naik ke ...

Jumat, 26 Juni 2020

Cinta Monyet

Cinta Monyet

Yovie, itulah namaku. Lengkapnya Yovie Andera Putra. Aku adalah seorang pengidap Skizofrenia, penyakit kejiwaan. Keluarga besarku tak ada yang punya riwayat penyakit seperti ini. Hanya aku, itu semua disebabkan karena aku pernah diculik akibat kasus yang dialami Ayahku. Karena hal tersebut akhirnya aku depresi berat dan mesti berobat ke Psikiater, berkonsultasi dan diberikan obat. Awalnya dokterku berkata bahwa penyakitku bisa sembuh dalam jangka waktu dua tahun, namun karena kecerobohanku dalam beberapa tahun tidak mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter Psikiater, aku relapse dan pada akhirnya aku divonis mesti mengkonsumsi obat seumur hidup.
Dulu seharusnya aku sudah kelas 2 SMA dan dokter telah membuatkan surat agar aku bisa naik kelas 2 karena sakit yang ku alami ini, namun aku menolak, karena aku ingin pindah sekolah ke SMK. Akupun melanjutkan sekolahku di SMK Bumi Pertiwi masuk jurusan MultiMedia dan mengulang dari kelas 1. Alasan aku memilih masuk SMK dan bukan melanjutkan ke SMA karena yang ku tahu bahwa SMK itu lebih banyak prakteknya dibanding SMA, memilih jurusan MultiMedia-pun karena Ayahku mempunyai media cetak sendiri, sebuah Tabloid. Sebuah media berita yang umumnya tentang politik. Rencananya dengan masuk di jurusan MultiMedia, aku ingin membantu membangun usaha Ayahku.
Akhirnya awal masuk ke SMK baruku pun akan dimulai. Hari pertama tentunya kami akan mengikuti MOS(Masa Orientasi Siswa) dan saat itu sebenarnya aku merasa sedikit gugup. Berharap mendapat banyak teman yang baik. Tak disangka pas awal masuk aku ditertawakan semuanya karena memakai karet gelang diikatkan di kepala. Ternyata Aku salah menerima informasi tentang syarat mengikuti MOS untuk penggunaan karet gelang di kepala bukan untuk anak murid lelaki namun murid perempuan. Haha… Ketika di hari kedua MOS akupun melihat seorang gadis yang tampaknya begitu menawan. Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama? Tak disangka dia duduk di samping diriku saat itu. Akupun mengajaknya berkenalan. Ternyata dia begitu asik dan obrolan kami pun nyambung. Betapa senangnya saat itu.
Hari demi hari berjalan dalam masa awal sekolahku di bangku SMK, akupun semakin akrab dengan gadis yang sebelumnya ku sebutkan, oh iya, namanya Lara, Lara Setiawati. Kamipun akhirnya menjadi sahabat baik. Sering bersama bareng dan suka asik mengobrol berdua. Hanya kami beda kelas namun satu jurusan MultiMedia. Saat mulai masuk ekskulpun, kami masuk di eksul yang sama. Paduan Suara, Teater, dan Taekwondo sama-sama kami masuki. Hanya ekskul Basket hanya Aku yang gabung karena Lara sepertinya tidak begitu tertarik dengan ekskul tersebut. Keseringan kami bersama, sontak membuat teman-teman kami di kelas meledeki kami sebagai sepasang kekasih. Aku sih seneng-seneng saja diledeki seperti itu karena memang punya rasa yang lebih ke sih Lara. Tidak tahu dengan perasaan asli Lara seperti apa.
Saat mulai mengikuti ekskul Taekwondo, Lara ternyata sudah sabuk kuning karena pernah mengikuti ekskul ini di SMP-nya. Sedangkan aku masih sabuk putih, karena ini pertama kalinya aku mengikuti ekskul beladiri. Ketertarikanku di dunia beladiri berawal setelah aku terkena ‘skizofrenia’. Dulu padahal aku tak begitu tertarik dengan dunia beladiri dan merupakan anak yang kalem dan tak suka kekerasan. Aku sendiri juga tak mengerti kenapa aku bisa mulai tertarik dengan beladiri.
Ketika mulai mengikuti ekskul Taekwondo, aku pun mendapat teman baik yang merupakan asisten Sabeum(Istilah guru dalam dunia beladiri Taekwondo). Dia sudah sabuk merah saat itu. Namanya Igit. Dia-pun banyak membantuku mengajari tentang dunia Taekwondo, bahkan dalam pelajaran computer juga, karena dia sudah kelas 3 dan masuk jurusan TKJ(Teknik Komputer Jaringan).
Pada suatu waktu akupun telah naik sabuk kuning Taekwondo setelah mengikuti ujian kenaikan oleh Sabeum ‘Emon’, nama guru Taekwondo-ku saat itu. Kemudian satu waktu pada malam hari, setelah selesai ekskul Taekwondo. Aku hendak mengantar Lara pulang bersamaku menaiki motor yang ku bawa. Sayangnya saat itu sepatuku hilang entah kemana. Saat aku meminta Lara menungguku untuk mencari sepatuku, Igitpun menawarkan Lara untuk pulang bersamanya karena waktu sudah semakin malam. Akhirnya akupun ditinggal oleh mereka berdua. Syukurlah kemudian aku bisa menemukan sepatu pantofel ku yang terselip di dalam meja dan tak tahu kenapa bisa sampai ada di situ.
Suatu waktu hubungan Lara dan Igit semakin dekat. Dan entah mengapa Lara mulai berubah sikapnya. Jujur aku cemburu. Setelah itu, akupun terus terang kepada Igit dan berkata bahwa aku menyukai Lara, meskipun aku belum mengatakan hal ini pada Lara secara langsung. Igit pun berkata bahwa dia sama sekali tak memiliki rasa apapun pada Lara. Dan dia sedang menyukai gadis lain yang seangkatan denganku, seorang gadis dari jurusan Akuntansi.
Merasa lebih tenang dan tak ingin terlambat. Ketika kala itu paduan suara dari sekolahku mendapat undangan dari salah satu Universitas di Jakarta untuk bernyanyi disaat kelulusan Mahasiswanya. Sebelum kami masuk ke ruangan besar tempat kami akan bernyanyi. Akupun mengutarakan perasaanku kepada Lara. Lara tampak tenang dan malah menanyakan balik perasaanku, kenapa bisa menyukainya. Belum tuntas berbicara, kamipun dipanggil untuk untuk masuk menyanyi di podium. Saat menyanyi ketika itu, hatiku begitu gunda-gulana dan galau.
Akhirnya kami-pun pulang naik ke Bus Sekolah. Saat diperjalanan pulang aku pun duduk bersama dengan Lara dan membicarakan hal yang tadi ku-utarakan dan belum selesai. Lara kemudian berkata untuk ikut membicarakannya bersama Igit. Karena sepulang acara paduan suara kami, masih ada ekskul Taekwondo pada malamnya. Aku pun merasa sedikit aneh kenapa Lara mesti berkata bahwa kita perlu membicarakan perasaanku berasama Igit. Bukankah itu berarti ada sesuatu di antara mereka?.
Suatu waktu penyakitku kambuh dan membuatku harus di bawah ke Rumah Sakit dan tak masuk ke sekolah beberapa hari. Sampai akhirnya aku bisa dirawat inap namun tetap belum bisa bersekolah.
Ada satu temanku, yang sudah menyukaiku sejak awal masuk SMK juga. Sebut saja Kirana, Kirana Megan. Karena ketidak-hadiranku di sekolah dia pun datang menjengukku di rumah bersama Lara. Kirana membawakan buah-buahan untukku. Sedang Lara hanya menanyakan kabarku. Saat berbincang bersama mereka sebentar. Igitpun juga datang. Kemudian bertanya tentang perasaanku pada Lara. Aku pun sudah tau sebenarnya bahwa mereka berdua punya perasaan satu sama lain dan tampak begitu dekat. Lebih akrab dariku. Igit bertanya tentang perasaanku dan kesungguhanku pada Lara. Namun karena keberadaanku saat itu. Aku pun merelakan perasaanku dan mendukung mereka berdua untuk jadian. Aku mengalah, meskipun hatiku terasa sangat sakit.
Suatu ketika sekolah kami akan mengadakan pemilihan calon ketua OSIS, aku ditunjuk salah satu kakak kelasku untuk menjadi wakilnya dalam pemilihan Ketua OSIS. Awalnya aku senang. Namun kemudian berubah ketika wali kelasku melarangku untuk ikut mengambil bagian dalam ruang lingkup OSIS, dan mengancamku akan diblack-list olehnya apabila aku ikut bergabung dalam organisasi OSIS. Hal tersebut membuatku begitu galau dan terus kepikiran. Akupun hendak mengundurkan diri, namun sudah terlanjur dibuatkan spanduknya di sekolah dimana aku menjadi wakil dari salah satu calon ketua OSIS-nya. Ketika pemilihan selesai, kami berdua tak berhasil mendapatkan suara yang lebih banyak dibanding salah satu pasangan calon lainnya. Dari ketiga pasangan calon ketua/wakil ketua OSIS, kami mendapatkan suara kedua terbanyak. Akhirnya akupun ditunjuk menjadi Sekretaris OSIS. Namun kemudian aku akhirnya menolak bergabung dengan OSIS karena tak ingin bermasalah dengan Walikelasku saat itu.
Hari-hari di sekolahku kini terasa tak begitu nyaman, namun aku mencoba menjalaninya seperti biasa. Untunglah aku mempunyai seorang sahabat selain Lara yang selalu mensupportku dan mendengar dengan baik curhatan dariku. Namanya Adam. Meskipun terkadang dia suka rese’, namun sebenarnya orangnya sangat baik. 
Adam pernah berkata padaku, sebaiknya aku tak usah menyatakan perasaanku pada Lara. Alasannya karena memang aku dan Lara berbeda Agama. Aku Kristen dan Lara Islam. Menurut Adam, sebaiknya aku tetap menjaga hubungan persahabatanku dengan Lara. Dan menurutku Adam benar. Akibat aku menyatakan perasaanku pada Lara, hubungan kami berdua menjadi kikuk, maksudnya kami jadi jarang menyapa satu sama lain dan seperti ada jarak atau tembok yang membuat hubungan kami berdua terpisah.
Jujur aku merasa putus asa akan penyakit yang ku alami. Di sekolah hanya Adam yang tau bahwa aku memiliki penyakit kejiwaan, yakni Skizofrenia. Sehingga kalau aku bertingkah aneh, dia bisa memahami dan mencoba membantuku agar tidak bertindak yang hanya akan merugikan diriku.
Suatu ketika dieksul Paduan Suara, ada Kirana, Lara dan Opi. Mereka dijuluki KLOP karena selalu bersama di ekskul Padus(Paduan Suara). Saat ini hubungan persahabatanku dengan Lara sudah cukup membaik dan kami mulai bisa kembali akrab kembali. Aku mulai bisa merelakan dengan utuh hubungan Lara dengan Igit. Nah, saat itu di ruang ekskul padus Opi meminta nomor handphone karena sudah lama bertemu namun belum mempunyai kontakku.
“Yo, minta nomor handphone lu dong. Udah lama temenan tapi sampe sekarang belum punya nomor lu.” Seru Opi.
“Oh, iya. Ini nomor gue 08128755xxxx”, sahutku.
“Gue misscall ya, disave nomor gue. Ok!”seru Opi.
Ponselku-pun bordering. Kemudian setelah nomornya masuk, nomor Opi pun ku save.
Semalam kemudian, Opi mengirim SMS ke nomorku. Kami pun akhirnya saling berkomunikasi via sms. Saling asik membalas sms satu sama lain dan terkadang juga saling bertelepon, hubungan kami sedikit demi sedikit mulai berubah. Sampai suatu waktu Opi menyatakan perasaannya kepadaku. Entah ini hanya sebagai pelampiasan atau bukan, karena orang yang kusuka sudah bersama orang lain, akhirnya pernyataan cinta dari Opi kuterima via sms. Di sekolah pun akhirnya kami berjumpa dan mulai bersama. Teman-temanku pun sempat heran, karena mereka pikir aku berpacaran dengan Lara. Hanya Adam yang tau persis semuanya. Menurut Adam ini jauh lebih baik, karena Opi seagama denganku, sama-sama Kristen.
Mendengar aku sudah pacaran dengan Opi, Kirana merasa dikhianati oleh sahabatnya sendiri si Opi. Karena Kirana sebenarnya telah menyatakan perasaan sukanya kepadaku, pada si Opi. Dan Opi tau persis kalau Kirana memang menyukaiku. Namun menurut penuturan Opi, sebelum Kirana mengatakan perasaannya kepada Opi, Opi juga sudah menyukaiku terlebih dahulu. Dan menurutnya dia tak salah, cintanya tak salah karena ini masalah hati. Opi-pun mencoba membuat Kirana mengerti, namun Kirana terlanjur kecewa. Persahabatan mereka mulai memburuk. Aku sendiri tak ingin membuat masalah dengan siapapun, namun yang ku tahu dan kusadari, ini bukanlah salahku. Ini urusan mereka. Meski begitu aku menyarankan Opi untuk tetap menjaga persahabatan dengan Kirana.
Cinta itu memang pelik. Suatu ketika entah mendapatkan ide darimana, aku mencoba menguji kesetiaan Opi. Aku membeli kartu perdana baru, yakni nomor ponsel baru untuk mengetes si Opi. Aku berpura-pura jadi teman lelakinya dan bertanya pada Opi via sms. Dalan pesan singkat tersebut, aku bertanya apakah Opi mau nanti keluar jalan bersama ‘dia’(teman lelakinya Opi) nanti hanya berdua. Dan Opi-pun membalas sms tersebut dengan jawaban ‘ya’. Karena hal tersebut aku-pun malah cemburu. Bukannya membicarakan hal itu, aku malah menjauhi Opi dan mencueki si Opi. Pikirku biar dia sendiri menyadari apa kesalahannya. Bukannya menyadari, Opi pun pada akhirnya malah meminta putus padaku. Aku tahu itu adalah jelas salahku, harusnya aku tidak boleh begitu. Namun bukannya aku menjelaskan, aku pun menerima pernyataannya untuk putus.
Mengetahui hal tersebut, Kirana-pun mulai mendekatiku. Selain Opi, Kirana juga sudah menyukaiku sejak awal kelas 1 SMK, sejak melihatku diawal MOS dulu. Ternyata Kirana juga berteman dengan sahabatku yang dari SMP dulu, namanya Adit. Saat aku bilang ingin bertemu temanku Adit, Adita Rahman, Kirana berkata bahwa dia sepertinya mengenal Adita Rahman dan ikut datang ke rumah temanku tersebut via Taxi. Dan ternyata benar. Kamipun masuk ke rumah temanku Adit. Di sana kami asik mengobrol dan main Playstation bersama. Sampai akhirnya sudah mau Magrib, akupun mengantar pulang Kirana. Dalam perjalanan Kirana menembakku. Merasa Kirana tampak begitu manis, aku pun menerimanya. Kirana  pun memelukku erat dalam perjalanan pulang. Malam yang indah.
Namun hubungan dengan Kirana pun kandas ketika kami PKL(Pelatihan Kerja Lapangan), dia bertemu lelaki lain dan sms padaku untuk meminta putus, alasannya karena ternyata dia hanya ngefans padaku dan bukan cinta. Padahal yang ku tau itu semua karena dia selingkuh. Entahlah. Jujur aku menyesal pernah pacaran pas SMK, buang-buang waktu, seharusnya ku focus belajar saja. Sekali lagi entahlah.
Sekarang saya sudah berusia 25 tahun dan masih single, kenangan pas SMK ku sebenarnya ada banyak, namun rumit untuk kujelaskan semua. Sekian kisah cinta monyet ini.

*Kisah ini berdasarkan kisah nyata 10 tahun yang lalu, nama disamarkan.

Kamis, 25 Juni 2020

Berserah

Berserah
(Prasetyo Peuru Henry Putra)

Aku harus berpikir positif
Semua orang sama-sama berjuang dalam jalannya masing-masing
Bila kulihat bebanku
Apalah aku ini?
Banyak di luar sana yang lebih susah hidupnya dibandingku

Dulu amarahku meluap
Melihat keadilan yang timpang
Bahkan karena hal itu sampai menghancurkan diriku sendiri

Aku masih bertumbuh, kesempatanku masih banyak
Aku takkan menyerah
Bukan dengan kekuatanku
Namun berserah pada Tuhan, yang memberiku perlindungan

Harapan ada
Meski jeritan itu selalu terdengar
Duka lara, tangisan yang tak henti
Karena hukum yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah

Kapan negeriku akan damai Tuhan
Kapan dunia ini akan penuh cinta
Mengapa perbedaan kami tak menjadi persatuan
Kapan kami belajar untuk saling berbagi

Tuhan tolong...
Hati ini terluka, jiwa ini merana
Aku tidak mau larut dalam dendam dan kebencian
Aku hanya ingin hidup bahagia bersama semua

Haruskah kiamat datang dan semua selesai?
Tak bisakah kami semua Kau selamatkan?
Surga dan Neraka, aku belum pernah melihatnya
Sekedar tau dan merasakan

Yang ku tau Kau pengasih dan penyayang
Tuhan bantu kami
Sentuh hati kami, pulihkan jiwa kami
Beri kami cinta-Mu yang membuat damai dan bahagia yang sebenarnya

Maafkan aku Tuhan
Karena aku sering melupakan-Mu
Meski aku berdoa tiap hari
Namun amarahku tumpah ketika melihat ketimpangan

Apakah tidak akan ada damai sebelum Kau datang menjemput kami?
Dalam hati dan pikiranku ku sadar
Kau pasti merancangkan yang terbaik untuk kami semua
Harapan ada dan kasih masih ada
Imanku padaMu, aku berserah

Boyong Atas, Jumat, 26 Juni 2020

Sabtu, 20 Juni 2020

Kencan Pertama

Genre: Romansa Rohani Kristen
Author: Prasetyo Peuru Henry Putra

"Kencan Pertama"

Kemarin aku baru berpacaran dengan pria yang ku sukai. Oh iya, perkenalkan namaku Mita. Aku mahasiswa baru di Universitas Meikarta. Dan pria yang ku sukai itu ketua kelompok di tempat aku berkuliah.

Jadi kami seruangan dan sejurusan tentunya. Awal-awal kami pacaran terasa sungguh indah. Chattingan bareng saat pulang kuliah, dan selalu bersama saat kuliah. Namun sampai saat ini kami belum pernah berkencan sama sekali, lebih parahnya kami belum pernah berciuman sama sekali! Kalau untuk ciuman sih gak masalah belum pernah, karena dia memintaku untuk berpacaran sehat. Namun masa mengajak ku kencan, makan di luar atau menonton film di Bioskop atau apapun itu yang berhubungan dengan kencan, dia belum pernah. Akhirnya akupun yang berinisiatif untuk mengajaknya jalan untuk berkencan.

Sayangnya saat itu dia tiba-tiba sakit dan dirawat di rumah sakit selama seminggu. Aku sedikit kecewa sebenarnya. Namun aku terus datang ke rumah sakit untuk menjenguknya dan bertemu keluarganya. Ternyata Ibu dan Ayahnya sangat baik dan mendukung hubungan kami. Keluarganya dia juga ternyata begitu Agamawi.

Sampai akhirnya pacarku itu, sebut saja Niko, sudah sembuh dan bisa kembali beraktifitas seperti biasa. Niko-pun mengajakku berkencan. Aku sempat kaget.

Kencan pertama kami, beribadah youth di Gereja. Tapi entah kenapa aku begitu terharu, karena dia membawaku lebih dekat untuk berhubungan dengan Tuhan. Dan dasar hubungan kami berdasarkan kasih dan kekudusan kepada sang Pencipta.

***

Luwuk, 18 April 2019

Jesus bless you :)

#cerpen

Rabu, 10 Juni 2020

Ucapan bahagia - Matius 5:1-12 (TB)

Matius 5:1-12 (TB)  Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: 
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

https://alkitab.app/v/cab072672e40

Quotes Holy Bible

Matius 6:33 -- "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." -- Lembaga Alkitab Indonesia (TB) Terjemahan Baru.

Youtube