.::| Prasetyo Peuru Henry Putra | @zetokrenz | prasetyopeuru@gmail.com | +6281287553107 | Indonesia Raya | tabloidjejak.co.id | Family: Peuru Modaso - Kawung Kumolontang | Mia Mori Kawanua | Single but happy and calm! | Haleluya! | Tuhan YESUS adalah Tuhanku untuk selama-lamanya. Amen. #JESUSINSIDE #JESUSFIRST #LoveYouAllGuys! Haleluya! Thanks My Jesus :) |::.

Total Tayangan Halaman

Followers

Instagram

Flag Counter

free counters

Unggulan

Best of Jesus

Best of Jesus Dibuat oleh Prasetyo Peuru Henry Putra. Hal yang paling kusukai dari Tuhan Yesus ketika masih di dunia dan naik ke ...

Jumat, 27 Maret 2020

Allah Yang Mahakuasa

Ya Engkau Tuhanku
Aku datang padaMu dalam syukurku
Ampuni dosaku
Pimpin hidupku
Ku percaya padaMu
Allah Yang Mahakuasa
TUHAN Yang Maha Esa

Ya Allah Yang Mahakuasa
Ku sujud dihadapanMu
Karena kutahu Engkau yang memimpin kami
Kedalam kedamaian 
Kedalam kebahagiaan 
Dalam pimpinanMu Yang Mahakuasa
Haleluya, terpujilah namaMu TUHANku

Hidup ini indah pabila bersamaMu
Allah Yang Mahakuasa
Pelindungku :) Amin. 

Boyong Atas, 28 Maret 2020
Prasetyo Peuru Henry Putra 

#prasetyopeuruhenryputra

Selasa, 10 Maret 2020

Cinta Dibalik Perjuangan dan Sakit Schizophrenia


Perjuangan Papa mencari keadilan atas kriminalisasi dengan penangkapan sewenang-wenang Polisi yang dilakukan penguasa Sulawesi Utara, telah menyeret saya, Adik Kakak dan Mama, ke jurang kesulitan ekonomi, sekolah dan sakit depresi paranoid yang saya harus alami.   

Ketika Papa diculik, disekap dan dipenjarakan di Polres Kota Manado, saat itu saya bersama adik saya Moris baru bertemu kangenan dirumah Oma dan Opa, 4 hari kami harus mengalami kehilangan kontak dengan Papa. Telpon genggam Papa tak pernah bisa dihubungi saat kami hubungi.
Kami mulai was-was, namun saya yang paling merasa was-was dan tegang atas keadaan Papa yang lenyap tanpa kabar. Namun akhirnya kami bisa mendengar bahwa Papa telah ditangkap dan dipenjarakan di Polres Kota Manado.

Mengetahui Papa dipenjarakan, saya tak bisa mengunjungi Papa, rasanya saya tak bisa melihat dan mengerti mengapa Papa bisa dipenjarakan. Hanya adik saya Moris dan kak Risa yang selalu mengunjungi Papa dipenjara.

Papa memang menurut cerita adik saya, memberi kekuatan dan support agar merasa optimis sebagai pejuang kebenaran dan menyatakan tidak perlu malu karena Papa dipenjara karena memperjuangkan kebenaran dan kemanusiaan.

Dalam keadaan tegang, saya akhirnya dapat menyelesaikan sekolah menengah pertama saya, saya kemudian mengikuti test di SMAN1 Amurang dan SMAN 1 Manado. Hasilnya, saya dapat masuk dengan lulus nilai terbaik. Dimana berbarengan dengan itu, kami disiasati dibawah kerumah Gubernur oleh Steven dan Novel kerumah Gubernur Sulut.

Dimana sehari sebelumnya dibawa ke Mall,tempat makanan dan dibelanjakan barang kebutuhan Sekolah. Esoknya, kami diajak makan nasi kuning lalu kemudian dibawah berputar-putar dengan mobil yang berakhir masuk kerumah Dinas Gubernur Sulawesi Utara.
Disana kami dihadapkan kepada Gubernur Sulut, dan sebelumnya kami diajak untuk membuat Papa dan Gubernur berdamai. Saya sendiri berpikir apa yang harus didamaikan saat itu, karena setahuku Papaku tidak pernah bermasalah dengannya.

Kemudian waktu berjalan, Papaku ditangkap dan dipenjarakan dengan berbagi tuduhan yang tidak benar. Ini kisahku tentang cinta dari orang-orang disekitarku, betapa beruntungnya aku yang selalu merasa sendirian dan cepat bosan sebelumnya, sedikit amnesia akan masa indah di masa kecilku, ternyata aku punya banyak kenangan indah yang lumayan banyak terlupakan. Kenapa?
Papaku adalah seorang wartawan senior sekaligus aktivis kemanusiaan yang juga ikut demo ketika masa Reformasi 1998. Disamping demo, dia mendirikan Tabloid pertamanya, Tabloid Jejak.
Semasa kecil, aku Tyo adalah anak yang manis yang seperti anak kecil lainnya suka bermain bersama-sama dengan teman lainnya. Sampai suatu saat Papaku mengajakku bersama kakak perempuanku untuk pindah ke desa tempat Oma dan Opaku tinggal. Padahal aku ingin tetap tinggal di Kota, “Pa, Tyo mau tetep tinggal di kota” dengan polos memohon sekali, Papa tetap membawa kami pindah ke Desa.

Ternyata tinggal di Desa tak seburuk yang kupikirkan, banyak kenangan indah sewaktu di Desa. Sampai ketika lulus SD, akupun bersama keluarga pindah dari Sulawesi ke Jawa ke daerah Tangerang Selatan.

Di sana aku sempat kecewa, melihat rumah yang kami tinggali begitu kecil, tak seperti yang kubayangkan, padahal kalau mau jujur saat itu, Papa bisa saja membeli rumah besar di Jakarta, entahlah. Yang ku pikir mungkin itu semua agar aku bersikap sederhana dan tidak menjadi orang sombong dan sebagainya.

Akhirnya mulailah kehidupanku di tempat yang baru. Bersama teman-teman baruku dikontrakan milik orang Ambon, kehidupan yang berbeda dimulai.

Banyak hal menyenangkan terjadi. Oh iya, hidup sebagai orang Kristiani yang belum mengenal agama lain dan hanya sekedar tahu dari TV karena sebelumnya saya tinggal di Sulawesi Utara kampung Boyong Atas yang dimana semua beragama Kristen, akhirnya di Tangerang Selatan daerah Serua di SMP Dwi Putra aku bisa melihat banyak hal baru yang berbeda dari pengalamanku sebelumnya. Dan itulah uniknya Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika.

Sampai ke suatu masa dimana hidupku terasa mulai hancur. Ketika Papaku ingin kembali ke Sulawesi dan ku bilang jangan, karena feeling ku tak enak ketika Papa mau ke Ujung Pandang untuk suatu bisnis, sampai terus ke Sulawesi Utara.

Beginilah awalnya, ketika sudah di Sulut dan mendengar isu dari rekan wartawan lainnya mengenai kasus yang dialami salah satu tokoh Sulut yang kematiannya misterius, Papaku pun membentuk tim TPF Bulikt(Tim Pencari Fakta Bunuh Culik Kekerasan dan Teror). Bukannya mendapat apresiasi Papaku malah dipenjara karena mencoba menguak kasus ini.

Sampai akhirnya aku harus pindah lagi ke Sulawesi ke tempat Oma dan Opaku untuk melanjutkan study di SMP baru. Saat itu kakakku sudah kuliah dan adikku masih SD.
Aku sempat kecewa dengan salah satu Guruku yang sempat menyinggungku katanya, “Biarpun title mau Insinyur, Master, Doktor, Profesor, kalau masuk penjara buat apa?”. Di saat itu aku sangat kecewa berat. Papaku masuk penjara bukan karena berbuat dosa atau melanggar hukum. Dalam mata pelajarannya, aku jadi malas serius belajar mata pelajaran tersebut. Namun di saat ujian kelulusan, aku bisa lulus dan juara umum.

Ketika itu aku mencoba test masuk di dua sekolah, SMAN 1 Amurang dan SMAN 1 Manado. Dan keduanya masuk 2 besar.

Akupun sebenarnya memilih sekolah di SMAN 1 Amurang karena dekat dengan keluarga, teman-teman di SMAN Amurang jauh lebih asik dan bisa masuk akselerasi alias sekolah 2 tahun.
Namun dimulailah, penculikan dimana kakakku dibawa dan juga membawa aku dan adikku bertemu seorang petinggi di daerahku saat itu.

Sampai di sana, kami diminta menunggu agak lama, kemudian sang tokoh berkuasa tersebut memberikan teh racikan dan hanya aku yang meminumnya. Anehnya setelah meminum teh tersebut, apa yang diucapkan oleh orang yang bermasalah dengan Papaku ini, tak bisa ku perhatikan dengan jelas, malamnya, aku kejang-kejang.

Ketika itu Papa sudah bebas dan berada di Tangsel.

Saat akhirnya diculik dan pindah sekolah di SMAN 1 Manado, nilai sekolahku yang awalnya tinggi, mulai menurun, sempat akhirnya menjadi Ketua Pelayanan Siswa Se-Sulut, aku pun give up karena nilaiku menurun dan itu tak pantas bahwa ketua pelsis sepertiku tidak menjadi teladan. Aku stress dan depresi. Aku pun mengirim sms ke Papa yang berisi, “Papa, Mama, Tyo sayang Papa Mama …”.
Aku pun pindah ke Tangsel lagi dan tinggal bersama kedua orangtua dan adikku.

Dimulailah aku terkena Paranoid dan Skizofrenia hingga awalnya ke Psikolog namun karena Psikolog tak mampu memulihkan keadaanku, maka aku mendapat rujukan pergi ke RSCM Jakarta.
Saat itu aku merasa kehidupanku jadi begitu hancur. Namun aku mencoba bangkit, dengan support Psikiaterku, Papa Mama dan Kakak Adikku, Pendeta dan Jemaat di Gerejaku, Teman-teman sekolahku. Aku merasa berarti. Meski perih, orang yang menghancurkan keluargaku, ku sisipkan dalam doaku agar dia bertobat dan berubah jadi baik dan hidup benar. Aku melepas doa pengampunan untuknya.

Seberat apapun masalahmu, dibawahmu masih ada yang lebih lagi mengalami keadaan sulit, jadi bersyukurlah karena apabila engkau mengalami hal sulit berarti kau mampu untuk melaluinya. Cinta dan Kasih Sayang masih ada di muka bumi ini, berbagilah dengan sesama semua hal baik itu. Pahitnya hidup tak bisa mengalahkan Indah dan Kasih Sayangnya Tuhan YME.

Prasetyo Peuru Henry Putra


Senin, 02 Maret 2020

Curhat Tyo 3 Maret 2020

Papaku membentuk tim TPF Bulikts di Sulut. Pada akhirnya malah dia yang ditangkap. 

Aku bersama kedua saudaraku diculik dan dibawah ke rumah dinas Gubernur Sulut, SHS agar Papaku mau berdamai dengannya, padahal apa yang perlu didamaikan? Papaku tak pernah bermasalah dengannya.

Perusahaan Papaku-pun bangkrut dan hampir semua harta Papaku ludes, untuk membiayai kehidupan kami di Jakarta.  Aku terkena gangguan jiwa. 

Papaku dimasukkan ke dalam penjara karena mencoba membongkar kasus penculikan dan pembunuhan. Dikejar Densus88 dan dituduh sebagai pemasok senjata tajam di area konflik Poso dahulu kala dan beberapa kasus lainnya. 

Saat Papaku di penjara, yang mengurusku adalah Mamaku. Kami khususnya Mamaku berjuang melaporkan ketidakadilan yang dialami keluarga kami di semua instansi perlindungan seperti Komnas HAM, LPSK, Mabes Polri, dan lain sebagainya. 

Mencoba memulai menulis kisahku ini hanya membuat hatiku sakit. Jiwaku terlalu rapuh. Pembunuhan karakter dan cuci otak yang kualami, mengubahku. Dan saat itu ketika aku stress dan depresi, entahlah. Masa mudaku menjadi hancur, aku bahkan sempat menyalahkan TUHAN dan mencari pelampiasan yang kecil, tak perlu kujelaskan. Itu menjijikan.

Aku pernah berdoa akan sukses saat berusia 25 tahun, akan tetapi aku malah sukses tepat pada usia 24 tahun. Aku focus berbisnis kedai dan laundry serta jasa desain grafis. Menerbitkan 3 buku karya orisinilku sendiri, menjadi Wakil Pemimpin Perusahaan Yayasan Sinar.

Ketika SHS sudah tidak berkuasa lagi di Sulut dan Papaku juga sudah bebas dan mulai membangun ekonomi keluarga dari nol dengan cara yang halal. Meski begitu baginya, miskin itu indah. Dan sekarang aku paham apa maksudnya itu.

Ketika kita miskin, kita bisa melihat mana orang yang benar-benar berjuang demi kebaikan, kebenaran dan keadilan, dan yang mana yang menjadi pengkhianat.

Boyong Atas
Prasetyo Peuru Henry Putra
Selasa, 3 Maret 2020

Quotes Holy Bible

Matius 6:33 -- "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." -- Lembaga Alkitab Indonesia (TB) Terjemahan Baru.

Youtube