.::| Prasetyo Peuru Henry Putra | @peuru.id | prasetyopeuru@gmail.com | +6281287553107 | Indonesia Raja | tabloidjejak.com | prasetyopeuru.com | Family: Peuru Modaso - Kawung Kumolontang | Mia Mori Kawanua | Single but happy and calm! | Haleluya! | Tuhan YESUS adalah Tuhanku untuk selama-lamanya. Amen. | Dalam nama Yesus terpujilah nama-MU Tuhan YME. Amin. | Praise The LORD Above all names Lord JESUS Christ. Hallelujah! by Mr. POPUHYPAZ. (Tyo) | Times Young Organization. #JESUSINSIDE #JESUSFIRST then #youallguys! Haleluya! Thanks My Jesus :) |::.

Total Tayangan Halaman

Followers

Instagram

Flag Counter

free counters

Unggulan

Best of Jesus

Best of Jesus Dibuat oleh Prasetyo Peuru Henry Putra. Hal yang paling kusukai dari Tuhan Yesus ketika masih di dunia dan naik ke ...

Kamis, 11 April 2019

WoL Chapter 1: Petra

Petra adalah seorang pemuda yang baik, pintar, berprestasi, mandiri, mudah bergaul, murah senyum, kalem, dan selalu bisa membuat disekitarnya merasa nyaman. Apalagi dia sangat rajin beribadah, saleh, dan selalu mengandalkan dan mengutamakan Tuhan disetiap aspek kehidupannya.

Baginya Tuhan adalah segalanya dalam hidupnya. Dia melakukan semua perintah yang tertera dalam kitab suci dan selalu berbuat baik kepada semua orang. Orang-orang disekitarnya banyak yang segan dan menyukai sikap Petra yang nyaris dikatakan sempurna tersebut. Petra bisa begitu karena hidup dalam keluarga yang takut akan Tuhan, kedua orangtuanya sukses mendidik dan membesarkan Petra hingga menjadi seperti ini.

Padahal keluarga mereka adalah keluarga yang berkurangan. Ayah Petra bernama Johanes Ben Mosinda dan Ibunya bernama Magdalena Ratmawati. Ayah Petra adalah seorang aktifis kemanusiaan yang membela hak-hak orang kecil agar diperhatikan oleh Pemerintah dan sering berhadapan dengan para pejabat dan pengusaha lalim yang akhirnya menyebabkan Ayah Petra masuk keluar penjara beberapa tahun dengan berbagai kasus rekayasa, hanya karena Ayah Petra berusaha membela hak-hak orang tertindas dan mencoba membongkar kasus mereka.

Karena hal tersebut sejak SD, Petra sudah terbiasa mandiri dengan membantu Ibunya berjualan kue di pasar setiap pulang sekolah untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Saat SMP Petra sudah bekerja sebagai penyiar radio di sebuah tempat penyiaran swasta lokal di Bandung sampai Kuliah.

Karena masalah Ayah Petra yang menyebabkan Ayahnya harus di penjara, Petra akhirnya menjadi tulang punggung keluarga. Walau begitu Petra tak pernah lupa beribadah. Petra selalu mengingat nasihat Ayah dan Ibunya, bahwa dalam keadaan apapun kita harus mengandalkan dan mengutamakan Tuhan selalu, jangan lupa berdoa, baca kitab suci dan beribadah, bersyukurlah dalam segala hal dan Takutlah akan Tuhan. Karena Takut akan Tuhan adalah permulaan segala hikmat dan pengetahuan.

Dengan menerapkan segala hal tersebut dan mengingat segala wejangan dari kedua orangtuanya Petra sukses menjadi anak yang berhasil di usia mudanya dan menjadi panutan banyak orang.

Petra kini sudah kuliah. Dia memilih mengambil jurusan hukum karena dia prihatin dengan keadaan hukum di Indonesia, terutama karena kasus Ayahnya. Dia mengorbankan beasiswanya kuliah di jurusan broadcasting karena suatu alasan yang ada di dalam lubuk hatinya yang sulit dijelaskan. Semua itu karena Ayah yang sangat dikasihinya. Untuk membiayai kuliahnya, Petra tetap terus bekerja di tempat penyiaran Radio pada malam hari, sedang dia kuliah pagi. Kini Petra sudah kuliah semester 6. Berkat Petralah kehidupan keluarganya kini menjadi lebih baik, Petra adalah anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya dan pekerja keras.

Pada hari sabtu malam dan minggu, Petra aktif pelayanan di tempat ibadahnya, ibadah untuk kaum muda pada malam minggu dan ibadah umum pada hari minggu. Petra juga terlibat dalam pelayanan konseling di tempat ibadahnya. Bisa dihubungi melalui telpon maupun tatap muka pada hari Minggu sore di tempat ibadah. Imam mempercayakan hal tersebut kepada Petra karena Petra memiliki dasar yang kuat dalam keimanannya, juga Petra dikenal di acara Radionya suka memberikan solusi atas segala permasalahan para pendengarnya.

Ketika hari selasa, Petra memutuskan untuk cuti dari kuliahnya. Bersama ibunya pergi menjenguk Ayahnya di penjara. Selain menjenguk Ayahnya mereka juga sudah berusaha semaksimal mungkin meminta bantuan ke segala Lembaga Hukum dan Pemerintah yang ada walaupun sampai saat ini hasilnya masih belum ada titik terangnya.

Beberapa waktu yang lampau Ayah Petra sudah beberapa kali dinyatakan tak bersalah. Namun ada saja pejabat dan pengusaha lalim yang berusaha menjebloskan Ayahnya Petra ke dalam penjara. Kasus Ayahnya Petra sampai sempat menjadi bahan studi di Universitas jurusan Hukum tempat dia menimbah ilmu, bahkan sampai saat ini.

Teman-teman Ayahnya Petra banyak yang berkhianat karena terbujuk uang rayuan dari para pejabat dan pengusaha lalim yang bermasalah dengan Ayahnya Petra. Walau begitu tak sedikit orang yang dengan hati nuraninya tergerak untuk berjuang membongkar kasus Ayahnya Petra. Sang Imam selalu mendoakan Petra dan keluarganya, terutama Ayah Petra yang masih mendekam di dalam penjara. Sang Imam adalah teman dekat Ayahnya Petra. Dia mengenal bahwa Ayahnya Petra adalah orang yang jujur dan benar memperjuangkan keadilan.

Saat di Penjara, Petra berbicara dengan Ayahnya, "Pa, minggu kemarin Mama dan Petra sudah ke Mahkamah Agung untuk mengirim surat yang Ayah buat. Petra juga meminta bantuan dosen Petra untuk membantu menyelesaikan kasus ini. Papa tenang aja. Terus berdoa." Petra menguatkan.

"Makasih Petra, makasih Sayang(Istri). Kalian telah berjuang demi Papa. Papa bangga terhadap kalian. Papa selalu berdoa kepada Tuhan agar kebenaran ini dinyatakan. Dan percayalah kebenaran pasti akan terungkap. Kebenaran tidak akan pernah kalah dari kejahatan. Tuhan melihat hamba-hambanya yang terus berjuang setia demi kebenaran." Ayah Petra berterima kasih dan memberi wejangan firman Tuhan.

"Iya, Pa. Amin." Ucap Petra dan Ibunya mengamini perkataan sang Ayah.

"Petra, Mama. Minggu kemarin, hari kamis. Papa ditawari untuk berdamai. Dan jika menandatangani surat perjanjian, maka Ayah akan diberikan uang sejumlah 10 Milyar. Tapi Ayah gak mau. Selain karena bisa dijebak, itu uang haram. Itu uang dari menindas orang susah. Bagaimana mungkin Ayah menerima uang tersebut dan berdamai dengan meraka serta menutup kasus ini, sedangkan para korban itu sekarang menetap di tempat penampungan bersusah payah karena kasusnya dibiarkan Pemerintah. Masakan Ayah bersenang di atas penderitaan orang lain. Petra, ingatlah satu hal. Jangan pernah tergoda menerima uang sogokan jika terjadi kelak padamu seberapa besarnyapun uang tersebut. Jangan tergoda. Karena Tuhan melihat segala perbuatan kita." Cerita sang Ayah dengan pesan rohani kepada Petra.

"Iya Papa. Apa yang Papa perbuat sudah benar. Petra bangga sama Papa." Ucap Petra.

"Papa, terima kasih karena sudah menjadi Suami dan Orangtua yang luarbiasa bagi keluarga kita. Terus berdoa. Dan kuatkan iman agar tetap teguh berdiri di dalam kebenaran." Ucap Ibu Petra berterima kasih dan memberi pesan rohani.

"Amin. Terima kasih semuanya". Kata Ayah Petra.

Petra dan Ibunya pun akhirnya kembali ke rumah setelah usai mengunjungi Ayahnya. Malamnya Petra siaran Radio.

***

Baca Full: Wisdom of Love
Link: https://www.peuru.com/p/wl.html

Tidak ada komentar:

Quotes Holy Bible

Matius 6:33 -- "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." -- Lembaga Alkitab Indonesia (TB) Terjemahan Baru.

Youtube

Kakakku :) Punyanya Kak Nandus

Kakakku :) Punyanya Kak Nandus

Pria dalamTuhan YME

Pria dalamTuhan YME
My Fam