.::| Prasetyo Peuru Henry Putra | @peuru.id | prasetyopeuru@gmail.com | +6281287553107 | Indonesia Raja | tabloidjejak.com | prasetyopeuru.com | Family: Peuru Modaso - Kawung Kumolontang | Mia Mori Kawanua | Single but happy and calm! | Haleluya! | Tuhan YESUS adalah Tuhanku untuk selama-lamanya. Amen. | Dalam nama Yesus terpujilah nama-MU Tuhan YME. Amin. | Praise The LORD Above all names Lord JESUS Christ. Hallelujah! by Mr. POPUHYPAZ. (Tyo) | Times Young Organization. #JESUSINSIDE #JESUSFIRST then #youallguys! Haleluya! Thanks My Jesus :) |::.

Total Tayangan Halaman

Followers

Instagram

Flag Counter

free counters

Unggulan

Best of Jesus

Best of Jesus Dibuat oleh Prasetyo Peuru Henry Putra. Hal yang paling kusukai dari Tuhan Yesus ketika masih di dunia dan naik ke ...

Rabu, 10 April 2019

Sahabat Terbaikku

Rian, itu nama sahabatku yang telah meninggal 1 tahun yang lalu. Meski begitu, kenangan tentangnya takkan pernah terlupakan.

2 tahun sebelum kematiannya. Waktu itu aku kelas 2 SMK dan pindah ke sekolah baruku, SMK Nusa Bangsa. Di dalam kelas baruku, aku pun memperkenalkan namaku, "Hai, perkenalkan namaku Niko Pratama, saya pindahan dari SMK Meikarta di Tangerang Selatan. Salam kenal..".

Sang Guru pun mempersilakanku duduk di bangku kosong di samping orang yang akan menjadi pribadi yang berarti dalam hidupku.

Namun tak ku sangka, setelah mengenalnya, ternyata dia adalah ketua geng motor di daerah tempatku tinggal sekarang. Meski begitu, aku senang bisa kenal dan berteman dengannya. Dari tampangnya yang sangar, sebenarnya dia begitu humoris dan baik hati.

Waktu itu aku bergabung di klub ekskul basket sekolahku, karena salah satu hobiku yaitu main basket. Tak butuh waktu lama, akupun menjadi pemain inti tim basket di sekolah baruku.

Ternyata Rian juga suka main basket dan jago juga, namun karena jadwal ekskul Basket bentrok dengan jadwal ekskul Taekwondo, Rianpun lebih memilih ikut ekskul Taekwondo. Saat itu dia sudah sabuk merah dan sebentar lagi sabuk hitam. Hebat sekali dia pikirku.

Biasanya setelah ekskul di hari Sabtu, kami pulang bersama karena satu arah tempat tinggalnya. Aku tinggal di kos dekat rumahnya Rian. Rian memboncengku dengan motor Ninjanya. Sebelum ke rumah masing-masing, Rian juga suka mentraktirku makan di Warteg.

Katanya, "Meski sederhana, makan di sini lebih nyaman menurut gua dibanding makan di Restoran bintang 5!! Tau gak kenapa?" Tanya Rian seketika berhenti sejenak memakan makanannya.

"Kenapa?" Aku hanya balik bertanya.

"Ya karena di warteg lebih murah. Haha.. Bayangin, sekali makan di restoran bintang 5 habisnya berapa? Jutaan gila.. Mending uangnya gua sedekahin. Lagipula gua juga bukan sultan haha..." Celoteh Rian yang sebenarnya menurutku garing. Walau ucapannya ada benarnya. Dan entah mengapa, meski garing, aku tetap saja terkekeh.

Hampir tiap hari bersama, kamipun menjadi begitu akrab, dan akupun menganggap dia sahabatku dan dia pun begitu.

Hanya suatu saat ketika tahu dia suka berbalap liar dan merupakan ketua geng motor. Aku hanya bisa terdiam. "Itu hak dia sih.." ucapku dalam hati.

Aku pun diajak Rian untuk menonton pertandingan balapnya malam itu. Ternyata hebat, dia memenangkan lomba balap seakan itu begitu mudah olehnya. Seorang anak SMK kelas 2, ketua geng motor dan jagoan balap juga.

Sampai suatu saat, hal yang tak kuinginkan terjadi.

Ketika salah satu anggota geng motornya dipukul beberapa preman yang mabuk. Sebagai ketua, Rian tak bisa membiarkan hal tersebut begitu saja. Dia harus bertindak memberi pelajaran ke orang-orang yang melukai rekannya.

Karena tak ingin melihat sahabatku Rian terkena masalah, aku pun melaporkan apa yang terjadi kepada om-ku yang adalah seorang Polisi.

Untungnya Rian dan geng motornya tak sempat berulah melawan para preman yang melukai rekan mereka.

Dan tak ku sangka, ini akan menjadi awal dimana orang yang ku sayang sebagai sahabatku akan menghilang dari dunia ini.

Preman yang mengeroyok rekan geng motor Rian terkena pasal 170 ayat (1) KUHP dengan ancaman kurungan 3 bulan penjara.

***

Selama di sekolah, aku kemudian bertemu dengan seorang gadis yang begitu manis menurutku, namanya Kirana, Kirana Larasati.

Akupun menceritakan pada Rian bahwa aku menyukai gadis tersebut. Rian hanya meledekku dengan berkata, "Ohh... Seleramu yang model begini?".

"Apaan sih! ...Tapi by the way ini pertama kalinya loh gua suka sama seorang cewek. Dulu gua mikirnya cuman main game, main bola basket, belajar, baca buku. Udah..." Ujar Niko.

"Mau tau gak?" Sambung Niko.

"Apa?" Tanya Rian balik.

"Gue tuh ketemu dia Perpustakaan, kita kan beda kelas sama Kirana. Jadi gua gak begitu kenal. Tapi pas di Perpustakaan itu, kita ngambil buku yang sama. Gak sengaja gua nyenggol tangan dia. Terus dia ngomong, 'Mau ambil buku Write Me Your Story juga? Ambil aja.. gua ambil buku yang lain'. Terus gua bales, 'Udah-udah lu aja yang baca bukunya. Laki-laki kan harus ngalah ama cewek. Haha'. Dia cuman ketawa denger gua ngomong gitu, terus dia bilang, 'Gimana kalo kita baca bareng?'. Balas gua, 'Caranya?'. 'Ya baca bareng aja!'. 'Oke kuy baca bareng'. Yaudah kita berdua kemudian baca tuh buku barengan bersebelahan dan semenjak saat itu, tau gak?" Celoteh Niko yang diakhiri pertanyaan yang bikin Rian penasaran.

"Apa??" Tanya Rian. "Kalian pacaran?"

"Bukan.. bukan. Dan akhirnya, semenjak saat itu gua jatuh cinta sama Kirana." Seru Niko pada sahabatnya Rian.

"Yaelah.. bisa gitu. Hahaha.. Yaudahlah kalo suka tembak aja. Kayaknya sih dari cerita lu, Kirana juga suka deh sama lu. Kalo gak, mana mungkin dia ngajak lu baca tuh buku barengan. Iya kan?" Ucap Rian.

"Iya juga sih. Tapi gua masih belum berani bro. Gimana dong? Lu kenal gak sama dia selama ini?" Tanya Niko pada Rian.

"Gak sih. Karena selama ini dari kelas 1 emang beda kelas. Tapi bro kalo gak salah nih, gua pernah denger kalo dia itu Play Girl loh!" Seru Rian.

"Hah? Masa sih? Cewek kayak dia kayaknya gak mungkin deh kalo dia itu Play Girl! Dari tampangnya tuh gak mungkin loh. Dia kelihatan kayak cewek baik-baik tau..". Ujar Niko yang gak percaya kalo Kirana itu cewek Play Girl.

"Yaudahlah, nanti gua usahain comblangin lu sama dia." Balas Rian. "Gua juga bakal cari tau apa benar dia Play Girl atau cewek yang benar-benar baik. Gua gak mau sahabat gua dapet pasangan yang gak baik. Hahaha..." Seru Rian pada sahabatnya Niko.

Kemudian Rian pun berubah bak Paparazi yang siap memburu mangsanya. Demi sahabatnya Niko yang sedang jatuh cinta, Rian berupaya mencari tahu soal Kirana.

Kemudian.

Tanpa disadari Rian, Rian mulai mengagumi Kirana. Cewek yang dikiranya Play Girl, ternyata adalah sosok yang bagaikan malaikat.

Ketika itu, ada seorang nenek yang ingin menyeberang, dengan sigap Kirana segera menolong sang nenek tersebut.

Rian juga melihat Kirana yang suka ke Panti Asuhan tiap Minggu.

"Ada apa ini..? Gak, gak. Kirana itu cewek yang ditaksir sama sahabat gua Niko. Tapi gua juga gak bisa bohong kalo gua juga mulai suka sama Kirana." Batin Rian beradu.

Disaat sekolah, di jam istirahat, Rian pun mengajak Niko berbincang berdua.

"Jadi gimana bro? Kirana..." Ucapan Niko dihentikan oleh Rian.

"Niko! Maaf. Gua mau jujur, gua juga suka sama Kirana." Terang Rian tanpa basa-basi.

"Maksud lu?" Dengar Niko seakan tak percaya dengan perkataan sahabatnya.

"Ternyata alasan kenapa dia dibilang Play Girl bukan karena dia Play Girl, namun karena semua cowok yang nembak dia ditolak mentah-mentah. Tapi gua gak peduli itu, Kirana cewek yang diluar ekspektasi gua. Hatinya, sikapnya, selama memperhatikan dia selama ini malah membuat gua tersadar. Kalo gua suka sama dia. Gua jatuh cinta sama Kirana!" Tegas Rian terang-terangan kepada Niko.

"Jadi gitu? Gua salah nilai lo selama ini, gua pikir lu sahabat terbaik gua, tapi ternyata gua salah. Gue benci sama lo!" Ucap Niko kecewa terhadap seseorang yang dianggapnya sahabat. Niko kemudian pergi meninggalkan Rian.

Rian tahu dia salah, namun dia juga tak bisa membohongi perasaannya. Akan tetapi, antara cinta dan sahabat, Rian lebih memilih sahabat.

Rian pun segera berlari mengejar sahabatnya Niko. "Niko!!!" Teriak Rian memanggil sahabatnya.

Dengan cepat Rian memegang pundak Niko, hingga membuat Niko kemudian berbalik melihat Rian.

"Apa??! Lu mau ngomong apa lagi?"

"Maaf gua tau gua salah.. Gua memang terlanjur jatuh hati sama Kirana. Tapi gua gak bisa kehilangan salah satu sahabat terbaik gua. Yaitu elo! Maaf tadi gua cuman pengen jujur. Memang gua jatuh cinta sama Kirana, tapi rasa gua gak bakal lebih. Gua cuman akan sekedar mengagumi dia, karena gua tau lu cinta sama dia. Gua akan dukung hubungan lu sama dia. Seperti ucapan gua sebelumnya, gua bakal bantu comblangin lu sama dia." Terang Rian.

"Jujur, ngedengar perkataan lu gua jadi ragu. Maaf atas sikap gua sebelumnya, gua memang suka sama Kirana. Tapi antara cinta dan sahabat, gua juga lebih memilih sahabat. Gini aja, gimana kalo kita bersaing sehat aja, siapa yang disuka Kirana, dia yang jadi pacarnya Kirana. Tapi gua yakin sih, Kirana lebih suka gua. Haha.. Ingat kan yang pas gua ceritain ketika di perpus itu. Sedangkan lo suka sama dia, tapi gak pernah nyapa dia dan cuman merhatiin dari jauh ..."

Rian dan Niko pun kembali berbaikan. Mereka berjanji akan bersaing sehat akan cinta mereka ke orang yang sama. Siapapun yang dipilih sebagai orang yang disuka Kirana, mereka berdua berjanji takkan kecewa dengan apa yang menjadi keputusan Kirana. Intinya mereka pun bersaing sehat mengejar cinta Kirana.

Beberapa waktu kemudian.

"Hahaha... Anjir, gua berasa kayak orang bego tau gak!!" Seru Niko.

"Gua juga kampret. Haha..."

Niko dan Rian tertawa lepas kala itu di atap gedung sekolah berdua.

"Ternyata Kirana udah tunangan dan kita kayak orang bego, ngejer-ngejer dia, berupaya mencuri hatinya dia.. Anjir!!" Ucap Rian. "Tapi gua bersyukur juga sih.."

"Sama, gua juga malah bersyukur tau ini semua. Setidaknya kita berdua gak ada yang jadian sama Kirana, dan persahabatan kita berdua tetep terjaga."

"Betul sekali. By the way, gua sama geng motor gua mau gowes ke Pegunungan nanti, mau ikut gak?"

"Boleh deh, gua juga senggang Minggu besok."

"Oh iya lu gabung aja sih ama geng motor gua!"

"Bukannya gak mau, tapi kan gua gak punya motor, lu tau gua cuman ngekos di sini."

"Minta beliin motor lah sama ortu lu."

"Gak semudah itu Ferguso.."

"Iye, Bambang."

Keduanya pun kembali tertawa lepas.

Sampai suatu saat. Preman yang dulu pernah masuk penjara gara-gara memukul rekan se-geng Rian, melihat rekan Rian yang sedang mengendarai motor di gang sempit daerah mereka.

Rekan Rian itu dihajar sampai babak belur. Rian yang saat itu berada tidak jauh dari rekannya, segera bergegas menolong rekannya. Tanpa ragu Rian menghajar preman-preman itu dengan mudah.

Preman-preman itu segera kabur. "Awas lo! Gua bales lu nanti.." ucap seorang preman yang kabur karena dihajar Rian.

"Lu gak pa-pa bro?" Tanya Rian pada rekan segengnya yang bernama Anton.

"Gak apa-apa ketua. Thanks udah nolongin gua." Balas Anton pada Rian. "Untung ada ketua, kalo gak mungkin gua udah bonyok sama mereka."

"Baguslah kalo lu gak pa-pa.." sambung Rian, "Tapi kayaknya mereka dendam deh sama lu. Mungkin gara-gara mereka dijeblosin ke Penjara waktu itu. Kalo gak karena sahabat gua Niko lapor ke om-nya yang Polisi, mungkin para preman itu udah kita habisin. Mereka pantas masuk penjara gara-gara ngeroyok lu!"

"Iya.. tapi mereka gak ada kapok-kapoknya ya? Sekarang gua malah mau diincer sama mereka. Kalo gak ada ketua, gak tau gua jadi gimana. ...Jujur gua ngeri kalo ketemu mereka lagi. Gua kan gak bisa berantem.." seru Anton khawatir.

"Udah tenang aja. Kalo terjadi apa-apa sama lo, kita geng Motor Jaya siap bantu lo!" Ucap Rian menenangkan rekannya Anton yang sebenarnya lebih tua dari dirinya.

***

Akhirnya Niko dan Rian telah lulus dari SMA, bukannya karena ikut-ikutan Niko dan Rian sama-sama lanjut ke Universitas Daya Juang (UDJ) jurusan Olahraga untuk jadi atlet ataupun guru olahraga. Niko ingin jadi atlet basket dan Rian ingin jadi atlet Taekwondo.

Meski sudah masuk kuliah di Universitas pilihan, Rian tetap menjadi ketua geng motor Jaya.

Sampai rekan mereka yang pernah dihajar preman kala itu, dihajar lagi oleh preman yang sama dan membuat rekan mereka Anton masuk ke rumah sakit tepatnya di ruang UGD dan hampir meninggal dunia.

Tak terima akan hal tersebut, Rian bersama geng motornya pergi menuju preman yang melukai rekan mereka.

Niko segera menelpon om-nya yang seorang Polisi atas kejadian tersebut.

Dalam perkelahian antara geng motor Jaya dengan para preman, Rian mengalahkan beberapa orang, sayangnya seorang preman kemudian menusuk Rian tepat di bagian pinggangnya 2 kali tusuk.

Niko yang segera menuju ke lokasi, tak percaya melihat sahabatnya Rian yang terkapar di tanah. Polisi pun segera datang dan mengamankan para preman maupun geng motor Jaya yang saling beradu kala itu.

Dalam ambulans Niko terus memegang tangan sahabatnya dan terus berdoa untuknya.

"Bro.. kenapa lu harus kayak gini? Please, tetap bertahan Rian.." keluh Niko yang sedih dengan keadaan sahabatnya.

Sayangnya sebelum sahabatnya Rian tiba ke rumah sakit, Rian telah meregang nyawa lebih dulu dan akhirnya meninggal dunia.

Para preman yang melukai Anton dan preman yang membunuh Rian pun dijatuhi hukuman penjara lebih dari 10 tahun. Akibat apa yang mereka perbuat. Untungnya rekan Rian para anggota geng motor Jaya, hanya dijatuhi hukuman beberapa Minggu dan paling lama 2 bulan.

Setelah kejadian tersebut, Niko pun menggantikan sahabatnya Rian menjadi ketua geng Motor Jaya. Para rekan geng motor Jaya, memilih Niko menjadi ketua mereka untuk menghormati ketua mereka sebelumnya Rian, karena mereka tahu bahwa Niko adalah sahabat baik Rian.

Mengenang Rian, Niko berjanji bahwa dia akan menjaga geng motor Jaya milik sahabatnya itu. Bagi Niko, Rian adalah sahabat terbaiknya.

"Selamat tinggal sahabat terbaikku. Lu gak akan pernah gua lupain seumur hidup gua.. Semoga lu bahagia di alam sana. Semoga lu diterima disisi sang Pencipta.. Amin...."

Niko pun pergi meninggalkan kuburan sahabat terbaiknya Rian.

Sahabat Terbaikku. Selamat tinggal!

The End

Tidak ada komentar:

Quotes Holy Bible

Matius 6:33 -- "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." -- Lembaga Alkitab Indonesia (TB) Terjemahan Baru.

Youtube

Kakakku :) Punyanya Kak Nandus

Kakakku :) Punyanya Kak Nandus

Pria dalamTuhan YME

Pria dalamTuhan YME
My Fam