.::| Prasetyo Peuru Henry Putra | @peuru.id | prasetyopeuru@gmail.com | +6281287553107 | Indonesia Raja | tabloidjejak.com | prasetyopeuru.com | Family: Peuru Modaso - Kawung Kumolontang | Mia Mori Kawanua | Single but happy and calm! | Haleluya! | Tuhan YESUS adalah Tuhanku untuk selama-lamanya. Amen. | Dalam nama Yesus terpujilah nama-MU Tuhan YME. Amin. | Praise The LORD Above all names Lord JESUS Christ. Hallelujah! by Mr. POPUHYPAZ. (Tyo) | Times Young Organization. #JESUSINSIDE #JESUSFIRST then #youallguys! Haleluya! Thanks My Jesus :) |::.

Total Tayangan Halaman

Followers

Instagram

Flag Counter

free counters

Unggulan

Best of Jesus

Best of Jesus Dibuat oleh Prasetyo Peuru Henry Putra. Hal yang paling kusukai dari Tuhan Yesus ketika masih di dunia dan naik ke ...

Kamis, 11 April 2019

BnL Chapter 6: Pilihan Ratna x Pertemuan Damar dan Jehan, Takdir Cinta

Dalam perjalanan.

"Ratna" panggil Tyo.

"Ya, ada apa Tyo?" tanya Ratna.

"Setibanya kita di tempat latihan, kau harus mengatakan kepada Bima dan Damar bahwa kita telah resmi pacaran. Artinya pilihanmu adalah aku. Oke.."

"Baiklah, aku mengerti"

Tyo dan Ratna pun tiba di tempat latihan mereka.

"Syukurlah kita datang tepat waktu.. Huft" ucap Ratna.

"Aku selalu datang tepat waktu, semua sudah teratur sesuai rencanaku." Ungkap Tyo.

"Eh??"

"Sekarang kita lihat apakah Bima dan Damar sudah datang atau belum" Tyo ingin segera menunjukkan kemenangannya kepada Bima dan Damar.

Merekapun masuk ke dalam hall basket.

"Damar! Bima! Kemarilah sebentar." Panggil Tyo.

"Ada apa Tyo?" tanya Bima dan Damar.

"Ada yang ingin Ratna katakan pada kalian tentang hasil dari kencan kita saat ini. Sebaiknya kita keluar sebentar, tidak enak hal ini dibicarakan di sini." Jelas Tyo.

"Baiklah kami mengerti." Ucap Bima dan Damar.

Skip

"Jadi Ratna, katakanlah siapa pilihanmu setelah kencan diantara kami bertiga?" tanya Bima.

"Ya kita menunggu hasilnya. Semoga aku Ratna.." ucap Damar.

Bima menatap jutek kepada Damar. Sedang Tyo hanya tersenyum, sepertinya dalam hatinya dia ingin tertawa karena ini jelas kemenangan telak.

"Baiklah. Setelah aku berkencan di antara kalian selama 3 hari, aku akhirnya menyadari perasaanku yang sebenarnya terhadap kalian. Kalian semua adalah pria yang baik dan menyenangkan. Namun meski begitu aku tetap harus memilih salah satu di antara kalian yang benar-benar aku cintai. Dan akhirnya aku sudah menemukan orang tersebut. Orang itu adalah... Tyo Sayang!! Dialah pilihanku." Ungkap Ratna.

"Haaaaaahhh???! Tyo Sayang??!!" Bima dan Damar shock sambil melongo.

"Itulah kenyataannya, aku selalu menang. Dan sesungguhnya aku dan Ratna memang adalah pasangan yang tepat yang ditakdirkan untuk bersama. Ku harap kalian bisa mengerti." Jelas Tyo.

Merekapun kembali untuk latihan. Sedang Damar dan Bima tampak kurang bersemangat.

"Ratna, Bima dan Damar tampak kurang bersemangat. Bagaimana pendapatmu? Apakah terjadi sesuatu pada mereka?" tanya pelatih Michael.

"Ya itu benar. (Aku tidak bisa mengatakan kepada pelatih apa yang sebenarnya telah terjadi.) Mungkin terjadi sesuatu di sekolah mereka, entahlah. Aku juga tidak tahu pasti. (Ampunilah aku Tuhan karena harus terpaksa berbohong.)" ucap Ratna.

"Begitu ya"

Skip

Keesokan harinya setelah selesai latihan.

"Teman-teman aku memiliki pengumuman yang penting untuk kalian" seru Liana sambil memeluk tangan Moris.

"Apa itu Liana?" tanya semua teman-teman satu tim.

"Mulai hari ini, aku dan Moris telah resmi berpacaran." Ungkap Liana.

"Wah selamat ya Liana, Moris. Akhirnya kalian berpacaran juga" ucap Nilo. Diikuti ucapan selamat dari yang lainnya.

"Teman-teman aku juga punya pengumuman" Ratna meminta perhatian sebentar. "Aku dan Tyo juga telah berpacaran."

"Wah benarkah? Selamat ya. Kami tak menyangka seorang Tyo bisa takluk ditangan seorang Ratna." Ucap Adam. Yang lainnya juga ikut memberi selamat, termasuk Damar dan Bima. Walau sebenarnya mereka masih agak kesal.

"Ratna aku harap kau bahagia bersama kapten Tyo." Ucap Asep mengikhlaskan.

"Terima kasih Asep" ucap Ratna.

Skip

"Oh iya hari ini dia mau datang ke sini. Padahal sudah ku bilang langsung ke rumah saja. Semoga dia tidak tersesat." Ucap Ratna.

Tyo datang menghampiri Ratna. "Ayo kita pulang."

"Tungguh sebentar aku mau menunggu seseorang. Dia sahabat baikku.."

"Oh begitu. Baiklah"

Skip

Damar pulang duluan berjalan kaki.

"Jadi begitu. Hmm.. Akhirnya Ratna lebih memilih Tyo daripada aku. Benar. Tyo selama ini tak pernah kalah." Ucap Damar murung

*Brakkk* seorang wanita menabrak Damar.

"Ouch... sakit" ucap gadis tersebut.

"Apa kau tidak apa-apa?" tanya Damar sambil mengulurkan tangannya.

Sang gadis menggenggam tangan Damar dan berdiri.

"Aku tidak apa-apa. Hanya sedikit sakit tadi. Maaf karena sudah menabrakmu. Aku berjalan terburu-buru tanpa memperhatikan sekitar."

Damar terpaku menatap gadis tersebut, "Cantik.." tanpa sadar Damar mengucapkan kata tersebut.

"Apa?" tanya sang gadis.

"Ah tidak. Bukan apa-apa." Damar panik.

Sebenarnya gadis tersebut mendengarnya namun dia berpura-pura tidak tau.

"Anu kamu mau kemana? Malam-malam begini?" tanya Damar.

"Sebenarnya aku mau ke lapangan tempat latihan tim NBC. Kau tau?" ucap sang gadis.

"Ahh... kebetulan aku salah seorang anggota di tim tersebut. Kalau begitu sebaiknya aku temani ke sana."

"Kebetulan sekali. (Dia tampak tak berbohong dan dia juga terlihat sebagai pria yang baik hati. Pasti bukan orang jahat. Lagipula dia tampan. Beruntung sekali aku hari ini.) Baiklah kalau begitu. Terima kasih. Oh iya namamu siapa? Kenalkan namaku Jehan."

"Oh iya, namaku Damar. Ngomong-ngomong ada perlu apa kau dengan tim NBC?"

"Aku ingin bertemu dengan Ratna. Apa kau mengenalnya?" ungkap Jehan.

"Oh Ratna. Dia manajer bagian psikologi di tim kami. Ada hubungan apa kau dengannya?" tanya Damar.

"Aku dan dia adalah sahabat. Kami satu SD sampai SMP sewaktu di Tanjung dulu. Namun sewaktu SMP dia pindah ke Bandung. Aku akan tinggal untuk beberapa waktu ke depan di rumahnya. Soalnya aku mau pindah ke sekolah yang sama dengannya. Aku sudah memutuskannya." Jelas Jehan.

Akhirnya mereka tiba di tempat latihan tim NBC.

"Ratna.." teriak Jehan.

"Jehan..." balas memanggil sahabatnya Jehan sambil berlari mendekati. "Hah?! Damar kenapa ada kau?"

"Oh tadi kami tidak sengaja bertemu di jalan. Dan Damar menawarkan diri menemaniku sampai kesini. Dia benar-benar pria yang baik ya Ratna" ucap Jehan.

"Iya kau benar" ucap Ratna.

Tyo berjalan mendekat.

"Jadi ini sahabat Ratna ya? Salam kenal. Aku pacarnya Ratna, Tyo!"

"Jadi kau sudah punya pacar Ratna? Kenapa kau tidak ceritakan padaku? Selamat ya. Salam kenal aku Jehan."

Skip

Akhirnya Ratna dan Jehan pulang ke kediaman Ratna ditemani Tyo dan Damar yang ikut mengantarkan. Ratna asik mengobrol dengan Jehan. Sedang Tyo dan Damar hanya berbicara sesekali. Tampaknya Damar masih agak canggung pada Tyo karena kejadian kemarin.

Mereka pun tiba di rumah Ratna. Tyo dan Damar mengucapkan perpisahan untuk kembali ke rumah mereka. Jehan memberikan senyuman indahnya ke Damar, Damar membalas senyumannya dengan senyuman tipis.

"Ratna bolehkah kau ceritakan padaku tentang pemuda yang bernama Damar itu? Dia sangat tampan dan baik hati. Sepertinya aku menyukainya." Ungkap Jehan.

"Ehh?! Anu, itu dia.." Ratna pun menceritakan tentang Damar, meski dia tidak menceritakan bahwa Damar sempat menyukainya dan mereka pernah berkencan sekali.

"Jadi begitu. Dia juga seorang model ya? Sepertinya akan susah untuk memacarinya. Oh iya, tapi aku sempat mendengar saat dia berkata bahwa aku cantik. Meski ketika kutanyakan lagi dia bilang bukan apa-apa. Dia kelihatan panik saat itu. Sepertinya aku masih mempunyai kesempatan untuk mendekatinya. Iya kan Ratna?"

"Iya-iya. Eh tadi kau katakan Damar berkata bahwa kau cantik? (Tampaknya Damar orang yang mudah jatuh cinta ya. Namun mungkin dia masih patah hati karena kemarin. Tapi Jehan kelihatan beneran menyukai Damar. Hmm.. Sepertinya tidak ada salahnya kalau aku mencomblangi mereka berdua.) Jehan bagaimana kalau aku mencomblangi kalian berdua?"

"Iya. Wah.. benarkah Ratna? Aku mau, aku mau. Dia sungguh tipe-ku. Aku sangat senang Ratna-chan. Makasih ya." Ucap Jehan bahagia.

"Kalau begitu kau ikut aku hari senin. Sepulang sekolah sorenya kita akan pergi latihan ke tempat latihan kami yang kemarin. Kau boleh ikut untuk menonton kegiatan latihan kami. Nanti aku yang bicara dengan pelatih. Aku juga akan minta tolong pacarku untuk membantu mencomblangimu dengan Damar" terang Ratna.

"Baiklah. Sekali lagi terima kasih ya Ratna. Kau memang sahabatku yang terbaik." Ucap Jehan sambil memeluk Ratna erat.

Malam itu Ratna menelepon Tyo dan menceritakan semuanya. Tyo setuju untuk membantu mencomblangi Jehan dengan Damar.

Besoknya Ratna dan Jehan pergi berbelanja. Sorenya ketika mereka sudah pulang, Jehan pergi ke taman kota sendirian. Tiba-tiba dalam perjalanan beberapa preman datang menghampirinya dan mengganggunya. Saat di jalan mengendarai mobil Damar melihat Jehan yang sedang diganggu para preman. Damar pun menghentikan mobilnya dan segera berlari ke arah Jehan.

"Apa yang kalian lakukan padanya? Menjauhlah dari temanku." Ucap Damar heroik.

"Hah? Kami Cuma sedikit bermain-main dengannya. Sebaiknya kau jangan ganggu kami. Kalau tidak kami akan menghajarmu sampai wajah tampanmu itu jadi babak belur." Ucap ketua preman tersebut.

"Kau pikir aku akan takut dengan preman jelek seperti kalian."

"Apa kau bilang?!!!" Sang preman marah dan mereka mulai berlari mendekat untuk menghajar Damar.

Dengan sigap Damar melawan mereka semua dan mengalahkannya. Para preman segera lari ketakutan.

"Kau tidak apa-apa Jehan?" tanya Damar.

"Aku tidak apa-apa. Sekali lagi kau kembali menolongku Damar. Aku sangat berterima kasih. Kau benar-benar hebat Damar, tak ku sangka pria sepertimu mampu menghajar orang-orang seperti mereka. Menakjubkan!" ucap Jehan menggagumi kehebatan Damar.

"Ah itu bukan apa-apa. Syukurlah kalau kau baik-baik saja."

"Sebagai tanda terima kasihku, maukah kau ku traktir makan di cafe dekat sini Damar-kun?" ungkap Jehan.

"Ah.. Kalau begitu baiklah, aku juga sekarang lagi senggang." Damar menerima tawaran Jehan.

Mereka datang ke Cafe Lamoe dan memesan makanan ringan dan minuman segar. Damar dan Jehan mengobrol sangat seru dan tampak nyambung dengan obrolan mereka satu sama lain. Kemudian Jehan memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu yang penting tentang perasaannya.

"Damar.. aku ingin mengatakan sesuatu yang penting." Jehan sedikit malu dan wajahnya mulai memerah.

"Apa itu Jehan?" tanya Damar penasaran.

"Itu.. A.. aku.. aku sebenarnya.. aku sebenarnya menyukaimu Damar. Sejak kau berkata aku cantik waktu itu, ketika kau menemaniku bertemu sahabatku, dan saat kau menyelamatkanku barusan. Itu semua sudah cukup sebagai alasan untuk menyukaimu. Aku ingin menjadi pacarku" ungkap Jehan jujur terhadap perasaannya sendiri.

"Hah?!.. aku bingung harus menjawab apa. Begitu ya? Jadi kau mendengar ucapanku kemarin malam. Hm.. Jehan, aku memang juga menyukaimu. Entah kenapa aku tidak bisa membohongi diriku bahwa aku juga menyukaimu pada pandangan pertama. Tapi ku pikir itu hanya karena sekedar suka oleh pesona yang kau miliki. Lagipula aku juga belum siap karena belum lama ini aku baru ditolak oleh seorang gadis yang ku sukai. Jujur, untuk saat ini aku masih belum siap." Jelas Damar.

"Tak masalah Damar. Aku mengerti perasaanmu. Tapi bila kau memang menyukaiku itu sudah lebih dari cukup untuk bisa menerimamu sebagai pacarku. Ku mohon jadilah pacarku. Ini memalukan sebagai seorang gadis menyatakan perasaannya lebih dulu dan menembak orang yang aku sukai. Tidakkah kau mengerti perasaanku Damar. Tak bisakah kau membuka hatimu untukku?" Jehan mengutarakan seluruh perasaannya.

"Jehan... Kau.." Damar memandang Jehan terkejut kemudian tersenyum kecil. "Aku mengerti Jehan. Baiklah, Jehan maukah kau menjadi pacarku?"

Jehan mengeluarkan air mata yang membasahi pipinya yang memerah, "Damar. Iya, aku mau menjadi pacarmu."

Merekapun keluar dari cafe Lamoe, tempat dimana kisah cinta mereka dimulai. Dan Damar mengantar pulang kekasihnya ke tempat tinggalnya.

Skip

Malam itu Jehan begitu bahagia. Dia menceritakan segala yang terjadi kepada Ratna. Ratna dan Tyo jadi tak perlu lagi untuk membantu mencomblangi Jehan dan Damar. Dan entah kenapa Ratna bisa merasa lebih lega dan turut senang dengan kebahagiaan temannya.

***

Baca Full: Basketball and Love
Link: https://www.peuru.com/p/bl.html

Tidak ada komentar:

Quotes Holy Bible

Matius 6:33 -- "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." -- Lembaga Alkitab Indonesia (TB) Terjemahan Baru.

Youtube

Kakakku :) Punyanya Kak Nandus

Kakakku :) Punyanya Kak Nandus

Pria dalamTuhan YME

Pria dalamTuhan YME
My Fam