.::| Prasetyo Peuru Henry Putra | @prasetyopeuru | prasetyopeuru@gmail.com | +6281287553107 | Indonesia | prasetyopeuru.tumblr.com | tabloidjejak.com | prasetyopeuru.com(coming soon) | @tyopeuru.thelevelman.or.id | Family: Peuru Modaso - Kawung Kumolontang | Mia Mori Kawanua | Single but happy and calm! | Haleluya | Tuhan YESUS adalah Tuhanku untuk selama-lamanya. Amen. | Dalam nama Yesus terpujilah nama-MU Tuhan YME. Amin. | Praise The LORD Above all names Lord JESUS Christ. Hallelujah! by Mr. POPUHYPAZ. (Tyo) | Times Young Organization. #JESUSINSIDE #JESUSFIRST then #youallguys! Haleluya! Thanks Yesusku :) |::.

Total Tayangan Halaman

Followers

Instagram

Flag Counter

free counters

Unggulan

Best of Jesus

Best of Jesus Dibuat oleh Prasetyo Peuru Henry Putra. Hal yang paling kusukai dari Tuhan Yesus ketika masih di dunia dan naik ke ...

Kamis, 11 April 2019

BnL Chapter 3: Rumah Hantu

Keesokan harinya, Ratna sudah datang 20 menit lebih awal. "Wahh tampaknya aku yang datang pertama kali. Yang lainnya belum ada ya?"

Tiba-tiba terdengar suara.

"Kau salah, yang datang pertama kali aku. Bahkan aku sempat berlatih dari jam 7 sampai jam 9 " sela Bima.

"Eh?.. Bima? Sejak kapan kau berada di situ?" Ratna kaget.

"Baru saja sejak melihatmu datang barusan" jawab Bima.

"Wah ternyata benar pengamatanku kau memang orang yang rajin."

"Apa kau begitu mengamatiku?" Tanya Bima.

"Tentu saja, aku kan memang harus mengamati kondisi psikologis para pemain." Tutur Ratna.

"Oh iya, benar juga"

"Ngomong-ngomong kau datang dari jam berapa?" Ratna penasaran.

"Aku datang dari jam 6.28"

"Ternyata selain rajin kau juga teliti ya?" Puji Ratna kepada Bima.

"Terima kasih"

"Sama-sama"

"Kau juga tampak manis..." Bima keceplosan.

"Eh? Tadi kau bilang apa?" Ratna samar-samar mendengar perkataan Bima.

"Oh tidak bukan apa-apa " Bima panik.

"Kau habis olahraga kan? Tapi sekarang kau sudah tampak rapih.." ucap Ratna.

"Iya, sehabis olahraga 2 jam. Aku segera mengelap keringat, mendinginkan badan sebentar, mandi lalu memakai pakaian keluar untuk acara jalan-jalan kita nanti." Jelas Bima.

"Hmm... Aku tak bisa berkata apa-apa lagi, kau memang hebat!" Puji Ratna. "Anu, itu yang kau pegang dari tadi apa?" Tanya Ratna yang sudah dari tadi penasaran melihat item yang dipegang Bima.

"Oh ini.. ini lucky itemku hari ini. Action figure Gintama! Haha"

Ratna sweatdrop.

"Apa zodiakmu?" Tanya Bima.

"Zodiakku Cancer. Kenapa?"

"Ulurkan tanganmu" pintah Bima.

Ratna pun mengulurkan tangannya, lalu Bima mengeluarkan spidol dari dalam tas gandengnya.

"Menurut ramalan zodiak hari ini, zodiak Taurus akan beruntung bila membawa gambar dan tulisan merah muda seperti ini" kemudian Bima menggambar simbol buah hati dengan tulisan bahagia menggunakan spidol warna merah muda di tangan Ratna.

"Selesai.." ucap Bima singkat.

"Ini?.." Ratna jadi serba salah di depan Bima.

"Kau pasti akan beruntung!"

"Eh~? Makasih" Ratna mulai malu.

Tiba-tiba terdengar teriakan seseorang. "Heii...!! Kalian sudah menunggu lama?" Ternyata itu Rina yang berjalan bersama Adam dan Ranu. Mereka segera menghampiri Ratna dan Bima.

"Kalau aku baru datang sekitar 10 menit yang lalu, tapi kalau Bima sudah datang dari jam setengah 7 pagi. Bahkan dia sempat latihan 2 jam" tutur Ratna sambil melihat jam.

"Wah rajin sekali kau Bima!" Puji Rina, Adam dan Ranu.

"Itu sudah kebiasaanku" tutur Bima, "sebentar sebaiknya aku menelepon Nilo dan Moris terlebih dahulu."

"Tidak usah, tadi aku sudah menelepon Liana, katanya dia sudah di jalan menuju kemari bersama Nilo, Rahmad dan Moris. Hanya Tyo, Erick, Semara dan Asep Mbaye tak bisa dihubungi." Rina menjelaskan.

"Kalau Tyo tak perlu dikhawatirkan, dia selalu tiba on time. Erick dia bilang tadi katanya lagi sakit perut, tidak tau bisa ikut apa tidak. Kalau Semara dia pasti tak akan telat, meski kelihatan seperti itu dia tak pernah terlambat. Hanya aku tidak tau bagaimana dengan Asep." Ucap Bima.

Tak berselang lama Nilo, Rahmad, Moris dan Liana tiba. Kemudian Erick yang tidak bersama-sama Bima dari pagi karena alasan sempat mules akhirnya bisa datang juga, lalu Tyo seperti biasa tiba tepat waktu. Asep datang terakhir dan telat 15 menit. Tyo, Nilo dan Bima memarahi sikapnya yang datang tak tepat waktu. Sedang Semara menelepon karena tak jadi ikut. Akhirnya mereka pun berangkat menuju taman bermain Ucok Baba.

Setibanya di sana. "Tujuan kita hari ini hanya satu, bersenang-senang di rumah hantu!! Yeahh..." Ucap Ratna begitu excited.

Tyo dan Bima tersenyum melihat sikap Ratna.

Yang lainnya bersorak.

"Kita akan bersenang-senang ya Ratna" seru Asep.

Sontak Tyo dan Bima langsung kesal.

"Yosh.. Ayo kita masuk!!" Ucap Rahmad.

Mereka pun masuk ke rumah hantu tersebut. Baru masuk mereka sudah dikejutkan dengan beberapa Zombie disamping kiri dan kanan mereka. Liana terus saja memegang erat tangan kiri Moris. Nilo panik dibelakang Rahmad. Oh iya urutannya yang paling depan ada Asep dan Ranu, kemudian Bima dan Erick, berikutnya Rina dan Adam, Rahmad dan Nilo, Liana dan Moris dan paling belakang Ratna lalu Tyo.

Bergantian hantu-hantu muncul satu per satu, terdengar teriakan dari depan jalan sampai belakang. Kemudian suatu ketika muncul sosok yang sangat menakutkan disamping kiri Ratna. Ratna berteriak histeris. Dengan sigap Tyo langsung menutup mata Ratna dengan tangan kiri kemudian memeluk Ratna sambil memutar badannya ke arah lain. Ratna mengeluarkan sedikit air mata.

"Jangan menangis ada aku di sini." Ucap Tyo menenangkan.

Wajah Ratna memerah "Aku hanya sedikit shock.." Ratna beralasan.

Ratna langsung melepaskan pelukan Tyo dan kembali berjalan ke depan. Tak disangka Tyo langsung mengambil tangan Ratna dan menggenggam jemari tangannya.

"Biarkan aku menggenggam tanganmu sampai di ujung jalan."

Ratna tak bisa berkata apa-apa dan membiarkan Tyo menggenggam tangannya. Sekarang pikirannya tak lagi memperdulikan hantunya, pikirannya tertuju pada Tyo sepenuhnya. Jantung Ratna berdegup begitu kencang, namun dia merasa begitu nyaman saat berjalan disamping Tyo sambil digenggam tangannya. Ratna mulai merasakan hangatnya jemari tangan Tyo, pikirannya mulai melambung tinggi. Tiba-tiba.. "(kenapa tanganku dilepas?)" khayalan Ratna seketika lenyap.

"Kita sudah hampir sampai di ujung jalan. Tampaknya kau tenang sekali tadi, tak tampak takut sedikitpun. Pikiranmu seperti melayang jauh" ucap Tyo.

"Eh? Ano.. Itu..." wajah Ratna memerah.

"Sudahlah, ayo kita foto-foto sekarang. Kita sudah tiba di ruangan ke dua, di sini kita bisa berfoto selfie dengan patung hantu, lukisan horror dan sebagainya"

"Oh iya.. kebetulan aku membawa Kamera."

Mereka pun berfoto ria di ruangan ke dua rumah hantu tersebut. Setelah puas mereka masuk ke tempat ke tiga, dimana disitu mereka bisa menonton film horror yang ada. Usai menonton Tyo pamit duluan karena ditelepon oleh Ayahnya. Ruangan ke tiga adalah ruangan terakhir rumah hantu. Sesudah dari rumah hantu, karena waktu masih menunjukkan pukul 3 lebih sedikit mereka mencoba permainan lainnya di taman bermain Ucok Baba.

Selama jalan-jalan Asep mencoba menarik perhatian Ratna. Ketika di permainan Roller Coaster Asep menunjukan keberaniannya dengan duduk paling depan untuk membuat Ratna kagum kepadanya, alhasil usai turun dari Roller Coaster Asep muntah-muntah. Erick dan Ranu ngakak paling kencang melihat kekonyolan Asep. Yang lainnya hanya menegur biasa.

Asik mencoba semua permainan tak terasa sudah mau petang. Mereka pun memutuskan untuk makan malam bersama di salah satu Restoran. Seperti biasa Rahmad memesan porsi jumbo. Puas makan dan seru bersenang-senang seharian mereka pun berpisah ke rumah masing-masing. Bima menawarkan diri menemani Ratna pulang.

"Kamu tak usah repot-repot menemaniku pulang Bima" ucap Ratna.

"Aku melihat kemarin kau diantar pulang Tyo, kenapa aku tidak boleh?" Tanya Bima.

"Itu... huft.. baiklah kau boleh menemaniku pulang" Ratna tak bisa menolak.

"Apakah terjadi sesuatu antara kau dan Tyo?" Tanya Bima sembari berjalan bersama Ratna.

"Eh?... Apa maksudmu berbicara seperti itu?" Wajah Ratna memerah.

"Tidak apa-apa aku hanya bertanya. Apa kau dan Tyo sudah berpacaran?"

"Hah? Tidak.. Tentu saja tidak. Diantara kami tidak ada hubungan apa-apa.." Ratna mulai panik.

"Benarkah? Sepertinya yang ku lihat tidak seperti itu. Tapi karena Ratna berkata tidak ada hubungan apa-apa, maka aku percaya" ucap Bima.

"(Huft...)" Ratna membuang nafas lega.

Setibanya di bus, mereka langsung naik. Terjadi percakapan yang cukup seru. Lalu mereka turun dari bus dan berjalan menuju rumah Ratna. 10 menit berjalan dan akhirnya sampai. Ratna mengucapkan terimakasih dan salam perpisahan.

Saat Ratna berbalik menuju rumahnya, "apa yang kau lakukan Bima?" Tanya Ratna yang kaget dipeluk Bima dari belakang.

***    

Baca Full: Basketball and Love
Link: https://www.peuru.com/p/bl.html

Tidak ada komentar:

Quotes Holy Bible

Matius 6:33 -- "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." -- Lembaga Alkitab Indonesia (TB) Terjemahan Baru.

Youtube