.::| Prasetyo Peuru Henry Putra | @peuru.id | prasetyopeuru@gmail.com | +6281287553107 | Indonesia Raja | tabloidjejak.com | prasetyopeuru.com | Family: Peuru Modaso - Kawung Kumolontang | Mia Mori Kawanua | Single but happy and calm! | Haleluya! | Tuhan YESUS adalah Tuhanku untuk selama-lamanya. Amen. | Dalam nama Yesus terpujilah nama-MU Tuhan YME. Amin. | Praise The LORD Above all names Lord JESUS Christ. Hallelujah! by Mr. POPUHYPAZ. (Tyo) | Times Young Organization. #JESUSINSIDE #JESUSFIRST then #youallguys! Haleluya! Thanks My Jesus :) |::.

Total Tayangan Halaman

Followers

Instagram

Flag Counter

free counters

Unggulan

Best of Jesus

Best of Jesus Dibuat oleh Prasetyo Peuru Henry Putra. Hal yang paling kusukai dari Tuhan Yesus ketika masih di dunia dan naik ke ...

Kamis, 11 April 2019

BnL Chapter 2: Pengakuan Tyo x Cerita Horror

"Sebenarnya aku... Apa kau tahu apa yang ku pikirkan atau apa yang ku rasakan saat ini?"

"Tentu saja tidak. Kau pikir aku Tuhan bisa tau segalanya.." tegas Ratna kepada Tyo.

"Baiklah biar ku jelaskan, sebenarnya.. aku menyukaimu!!"

"(What?..)" Ratna shock mendengar pengakuan Tyo, wajahnya memerah. "(Seorang seperti Tyo menyukaiku? Itu mustahil. Tyo pasti sedang bercanda.)"

"Lupakan saja!" Tyo pun segera bangkit dan bergegas pergi kembali menuju ke ruang latihan.

"Tyo..." ucap Ratna pelan.

Skip

Latihan hari ini sudah selesai. Sebelum pulang Rina meminta Ayahnya atau pak pelatih Michael untuk membiarkan mereka membuat games kecil-kecilan untuk membangun kekompakan atas saran dari manager tim Ratna. Pak pelatih menyutujuinya dan meninggalkan mereka sendiri. Pertama-tama mereka menceritakan pengalaman pribadi selama mengenal dunia basket, setelah itu saat waktunya semakin malam Ratna memberikan usulan untuk menceritakan cerita horror. Yang menunjukkan ekspresi takut pertama kali adalah Damar.

"Aku tidak suka cerita horror Ratna, kenapa tidak cerita yang lain saja.."

"Kau payah sekali Damar, seorang laki-laki harusnya tidak takut dengan hantu! Apalagi hanya cerita horror. Iya kan Nilo?" Ucap Bima.

"Eh?... Iya kau benar." Nilo mengiyakan, padahal dalam hatinya ia sudah mulai panik karena Nilo pun juga takut hantu.

"Sebaiknya kita dengarkan saja ini akan jauh lebih menarik. Cerita horror itu seru apalagi suasananya sudah sangat mendukung. Sekarang sudah malam dan cerita horror itu asik kalau diceritakan malam-malam." Rahmad menunjukkan ketertarikannya terhadap usul Ratna.

"Semara matikan lampunya sekarang!" Pintah Tyo.

"Baik Tyo" Semara bergegas mematikan semua lampu di hall basket.

"Kenapa lampunya harus dimatikan Tyo?" Damar memelas.

"Ini jauh lebih baik." Ucap Rahmad.

"Ratna manis ini ku bawakan lampu senter biar lebih seru!" Asep memberikan senter ke Ratna.

"Apa maksudmu berkata seperti itu Asep? Jaga ucapanmu!" Tegas Tyo.

"Ide bagus Asep. Terima kasih senternya." Ucap Ratna.

"Benar kata Tyo, mulutmu harus dijaga Asep." Bela Bima.

"Sudah.. sudah.. sebaiknya kita mulai dengarkan cerita Ratna." Moris melerai pertengkaran dan meminta untuk bersiap mendengarkan cerita Ratna.

"Iya Moris benar. Ayo kita dengarkan Ratna sekarang" dukung Liana.

"Baiklah semuanya sudah berkumpul. Aku mulai ceritanya.. Di malam hari yang gelap di sebuah hall basket suatu sekolah terjadi insiden bunuh diri seorang pemain basket dikarenakan kecewa tidak diterima sebagai pemain reguler sekolah tersebut. Padahal setiap harinya sebelum seleksi para pemain reguler, dia selalu berlatih keras tiap harinya sampai tengah malam di hall basket sekolah tersebut. Akhirnya setelah impiannya gagal dia memutuskan bunuh diri di hall basket tersebut dan bersumpah bahwa arwahnya akan gentayangan di sana dan mengganggu setiap pemain basket yang ada. Setelah insiden tersebut, malam harinya lapangan basket tersebut setiap malamnya selalu terdengar bunyi drible basket seseorang, padahal tidak ada seorangpun di sana. Sampai suatu saat saat seorang pemain reguler mengeceknya. Tiba-tiba.. Dwarrrr!!!!..." Ratna memberi kejutan di akhir cerita sambil menyalakan cahaya senter ke wajahnya.

"Ahhhhh....!!!" Damar teriak.

"Uwaaaaaaa...." Nilo ikut berteriak sambil terundur kebelakang saking kagetnya.

"Ahhhh~" Liana reflek memeluk Moris erat yang sedang berada di sampingnya.

"Kyaaa~" Rina dan Adam juga ikut berpelukan bersama-sama.

Hanya Tyo yang tampak tenang sendiri.

Yang lainnya hanya kaget biasa. Kecuali Erick yang hanya ketawa cekikikan sendiri melihat ekspresi sohibnya Bima yang kaget sambil mengangkat lucky itemnya diarahkan ke wajah Ratna.

"Lanjutkan ceritanya" teriak Rahmad penasaran.

"Seorang Penampakan muncul memegang gunting!! Tamat." Ucap Ratna mengakhiri ceritanya.

"Yahhh ceritanya hanya begitu saja?" Rahmad kecewa.

"Walaupun begitu kau tadi juga sempat kaget Rahmad. Fufufu.." ledek Erick.

"Yasudah. Hari ini cukup sampai di sini!" tegas Ratna.

"Sampai kapan kau mau memelukku Liana-san?" Tanya Moris pada Liana.

"Maafkan aku Moris"

Sedang Rina dan Adam wajahnya memerah karena habis berpelukan.

"Ayo kita segera pulang" ajak Iman.

"Gunting gantung gunting gantung. Pasti Pemain itu mati karena gantung diri sambil memegang gunting!" Ucap Ranu.

Asep tertawa. "Leluconmu lucu sekali. Sudah jelas dia mati karena menusuk dirinya dengan gunting. Hahaha"

"Teman-teman sebelum pulang, karena besok libur bagaimana kalau besok kita pergi ke Rumah Hantu di taman bermain Ucok Baba?" Usul Ratna.

"Aku setuju"

"Aku juga setuju"

"Kalau aku tidak bisa, aku harus ke suatu tempat besok" ucap Iman.

"Sama aku juga tidak bisa. Ada sesi pemotretan besok."

"Bilang saja kau takut" ledek Nilo.

"Ini benar kok. Besok ada sesi pemotretan! Kau juga sebenarnya takut hantu kan Nilo?! Lihat teriakanmu tadi bahkan lebih kencang dariku"

"Itu bukan karena aku takut. Tapi karena kaget!" Jelas Nilo.

"Yayaya aku percaya"

"Sungguh! Aku tidak bohong"

"Terserah kau sajalah. Yang jelas aku tidak bisa ikut besok" tegas Damar.

"Baik. Berarti yang tidak bisa pergi besok hanya Damar dan Iman. Jangan lupa kumpul di sini besok jam 10 pagi. Ok"

"Baik~"

Skip

"Ratna.." panggil Tyo.

"Tyo?"

"Sudah larut malam, sebaiknya kau ku antar pulang. Ayo naiklah mobil bersamaku. Biar ku antar sampai depan rumahmu" pintah Tyo.

"Tidak. Sebaiknya aku pulang sendiri saja." Tolak Ratna.

"Tidak baik kalau seorang gadis berada di jalan sendirian. Sebaiknya kau ikut bersamaku. Perintahku adalah mutlak!"

"Tyo..."

Ratna pun diantar pulang sampai depan rumahnya.

"Terimakasih sudah mengantarku sampai rumah"

"Bukan masalah. Aku bisa lebih lega dengan melihatmu sudah sampai di sini. Sekarang kau boleh masuk. Sampai jumpa besok." Tyo mengucapkan salam perpisahan.

"Sampai jumpa.." sekali lagi wajah Ratna memerah. Ucapan Tyo terekam jelas dibenahknya, "Tadi dia bilang Aku bisa lebih lega melihatmu sudah sampai di sini.. Tyo begitu mengkhawatirkanku?!" Ratna segera memegang pipinya yang kemerahan sepertinya dia mulai jatuh cinta.

***    

Baca Full: Basketball and Love
Link: https://www.peuru.com/p/bl.html

Tidak ada komentar:

Quotes Holy Bible

Matius 6:33 -- "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." -- Lembaga Alkitab Indonesia (TB) Terjemahan Baru.

Youtube

Kakakku :) Punyanya Kak Nandus

Kakakku :) Punyanya Kak Nandus

Pria dalamTuhan YME

Pria dalamTuhan YME
My Fam