Prasetyo Peuru Henry Putra | @prasetyopeuru | prasetyopeuru@gmail.com | +6281287553107 | Indonesia

Total Pageviews

Followers

Instagram

Wednesday, September 5, 2018

Pidato Dengan Budaya Baca Kita Perkuat Budaya Lokal Yang Berkarakter


Pidato Dengan Budaya Baca Kita Perkuat Budaya Lokal Yang Berkarakter

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.

Hadirin sekalian yang saya hormati.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan YME. Karena oleh Dialah kita bisa tetap ada sampai saat ini dan menikmati segala karunia-Nya.

Pada saat ini, izinkanlah saya membawakan sebuah pidato yang berjudul “Dengan Budaya Baca Kita Perkuat Budaya Lokal Yang Berkarakter.”

Berdasarkan hasil kajian dan pengalaman empiris diketahui bahwa membaca merupakan salah satu rahasia sukses siswa dari negara maju.

Namun sayangnya di Negara kita Indonesia, sesuai data dari Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) dan Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa kompetensi peserta didik Indonesia tergolong rendah dalam keterampilan memahami bacaan.  Indonesia menduduki peringkat ke-45 dari 48 negara peserta dengan skor 428 dari skor rata-rata 500 (IEA-the International Association for the Evaluation of Educational Achievement, 2012).

Melihat hal tersebut, perlu diadakannya sebuah terobosan yang mampu menghasilkan niat baca setiap individu dan kemampuan memahami bacaan. Sebab membaca itu memiliki peran penting dimana dengan budaya baca dapat memperteguh dan mengembangkan peradaban, watak, dan harga diri bangsa. Lagipula, buku adalah jendela dunia, dengan membaca kita bisa menjelajah dunia.

Kita perlu membuat kelompok baca sesuai tingkatan, misalnya kelompok baca SD, kelompok baca SMP, kelompok baca SMA, kelompok baca Mahasiswa dan kelompok baca Umum antar RT atau Desa untuk datang membaca di Perpustakaan Daerah.

Membaca bagi kebanyakan orang merupakan kegiatan yang membosankan. Namun berkat adanya teknologi yang semakin maju, kita mau tak mau menjadi suka membaca. Contohnya saat membuka Facebook, kita disibukan dengan membaca setiap status orang di timeline kita, artikel berita yang muncul dari sebuah fanspage dan tulisan lainnya. Teknologi membuat kita lebih dekat dengan membaca. Namun informasi yang kita dapat dari dunia maya terkadang banyak diisi dengan berita hoax. Oleh karena itu perlu untuk kita memilah-milah mana bacaan yang bermutu. Selain lewat Smartphone kita, ada baiknya kita membeli buku-buku, majalah ataupun Koran. Karena biasanya buku yang diterbitkan penerbit Mayor, merupakan buku berkualitas karena sudah diedit dengan tata bahasa yang sesuai dengan KBBI(Kamus Besar Bahasa Indonesia) dan menarik menurut pihak Penerbit. Juga tentunya majalah dan Koran yang dijual memiliki banyak informasi yang berarti. Ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari membaca. Tidak sekadar menguatkan sisi intelektual, membaca juga dapat mengasah sisi afektif dan nurani pembaca. Kedewasaan berpikir dan bertindak salah satunya terbentuk dari kebiasaan membaca. Membaca juga merupakan sarana hiburan, terutama jika kita membaca topik-topik yang kita sukai, sehingga dapat melatih daya kreativitas dan imajinasi kita. Dan secara tidak langsung, membaca juga dapat menambah kosakata kita. Bahkan, menurut para peneliti, membaca buku atau majalah dapat menunda atau mencegah kehilangan memori karena sel-sel otak dapat terhubung dan tumbuh. Dengan kata lain, membaca dapat meningkatkan memori otak dan mencegah penyakit Alzheimer.

Menurut Harry Truman dia mengatakan, “Not every reader is a leader, but a leader must be a reader.” Tidak setiap pembaca adalah pemimpin, namun setiap pemimpin haruslah pembaca.  Jadi, bagaimana mungkin Indonesia maju apabila pemimpinnya sendiri tidak gemar membaca. Seperti yang dikatakan oleh Milan Kudera, “Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa dan peradaban, hancurkan buku-bukunya, maka pastilah bangsa itu akan musnah.” Maka dari itu mari kita majukan bangsa kita dengan membaca agar terluput dari kebobrokan bangsa. Dengan Budaya Baca Kita Perkuat Budaya Lokal Yang Berkarakter. Mari majukan Kota Luwuk BERAIR (BERsih, Aman, Indah, Rapi) yang rajin membaca.

Akhir kata, demikian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila terdapat tutur kata yang kurang berkenan di hati hadirin. Terima kasih.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya.

Prasetyo Peuru Henry Putra


Luwuk, Indonesia, 4 September 2018

No comments:

Post a Comment

Be careful to comment!

Daily Quotes of Holy Bible

Daily Quotes of Holy Bible