Prasetyo Peuru Henry Putra | @prasetyopeuru | prasetyopeuru@gmail.com | +6281287553107 | Indonesia

Total Pageviews

Followers

Instagram

Tuesday, August 22, 2017

Cerita Cinta di Kedai Amor

Aku adalah pemilik Kedai. Nama Kedaiku adalah Kedai Amor yang artinya Kedai Cinta, Amor adalah Cinta jika ditranslate dari bahasa Spanyol ke bahasa Indonesia menggunakan Google Translate. Hahaha.. Mengapa memilih Amor sebagai nama Kedainya? Karena aku sebagai pemilik Kedai bernama Mori, "Gak nyambung sih tapi suka-suka gue ya'kan?". Tapi dilain sisi, setelah Kedai ini berdiri sampai saat ini baru sekitar satu bulan setengah, banyak orang yang jadian dan jadi pasangan setelah datang ke Kedaiku. "Kok bisa ya? Apa karena namanya atau suasana di Kedai-ku yang ku buat romantis? Entahlah". Yang jelas aku senang, sejauh ini bisnis berjalan dengan lancar.
Saat ini usiaku sudah mau menginjak kepala tiga, bulan depan tepatnya tanggal 14 Agustus, aku akan menginjak usia 29 tahun.
Selama usaha Kedai ini, aku jadi baper karena rata-rata pelangganku adalah pasangan dua sejoli. Selama menjaga Kedaiku aku terus melihat pasangan yang saling mesra-mesraan. Sebenarnya sih tujuh tahun yang lalu aku pernah punya pacar, namun kami putus dan itu membuatku take bisa move-on bertahun-tahun. Aku sayang dia, namun kami putus karena salahku juga. Waktu itu aku menguji kesetiaannya, aku pura-pura jadi orang lain dan menelponnya. Aku bilang (sebagai pria lain) bahwa aku ingin jalan dengannya, dan mantan pacarku itu bilang bahwa dia mau. Sontak aku jadi cemburu dan mendiamkannya beberapa lama. Karena sikapku itu, dia pun minta putus. Dan itu salahku. Bahkan saat membicarakan hal tersebut ke sepupu perempuanku dia bilang harusnya aku tak boleh begitu dan tentu saja itu jelas salahku. Namun mau bagaimana lagi, kami telah putus dan dia sudah punya kekasih baru.
Saat bekerja di Kedai-ku aku sempat melihat seorang wanita cantik yang membuatku terpesona, hanya saja aku tak bisa untuk berkenalan dengannya. Karena aku orangnya pemalu. Huhu... Ketika ingin bisa kenal dengannya, sayangnya dia tak pernah datang ke Kedai ini lagi sejak saat itu. Saat ku tanya temannya, ternyata wanita tersebut sudah pindah daerah untuk study-nya. Sedih! Ya sudahlah berarti dia bukan jodohku.
Hari berganti hari, usahaku semakin lancar dan aku menambah karyawan baru dua orang. Tiga hari lagi ulang tahun-ku, aku bingung apa yang harus kubuat di hari spesial-ku. Salah satu karyawanku yang bekerja denganku sejak awal berdiri Kedai ku menyarankan untuk membuka Kedai gratis makan selama sehari tersebut pada ulang tahun-ku, juga membuat ibadah syukuran untuk ulang tahun-ku. Menanggapi idenya tersebut yang menurutku bagus, aku pun menyetujuinya.
Tibalah pada hari ulang tahun-ku, ternyata pada subuh hari, para karyawanku memberikan kejutan Selamat ulang tahun. Aku sungguh terharu dan berterima-kasih.
Paginya kami mengadakan ibadah syukuran dengan mengundang seorang hamba Tuhan untuk mendoakan. Ibadah berjalan dengan hikmat.
Tak kusangka pada sore harinya datang seorang wanita yang tak asing bagiku. Dia memesan Es Kopi Cappuccino dan Pisang Keju Amor (salah satu menu special Kedai Amor). Setelah ku perhatikan, ternyata dia wanita yang ku sukai waktu itu. Aku pun memberanikan diri untuk mengajak berbincang dengannya.
"Hai, Hari ini Kedai kami gratis pesan apa saja untuk dipesan. Tapi syaratnya makan di sini dan mesti habis dulu pesanan minuman dan makanannya, baru boleh pesan menu baru. Hahaha..."
"Wah asik dong. Dalam rangka apa nih Kedainya bisa gratis gini?"
"Soalnya yang punya Kedai lagi berulang tahun. Haha"
"Pemilik Kedainya kamu kan?"
"Kok tau?"
"Ya taulah, sebelumnya kan dulu pernah datang ke sini dan meratiin."
"Hahaha.. oh gitu ya.."
"Selamat ulang tahun ya" ucap sang wanita sambil tersenyum.
"Makasih.. nama gue Mori. Nama lu?"
"Annatasha, panggil aja Anna"
"Wah barangkali kita Jodoh ya?"
"Hahaha kok bisa", ucap Anna tersipu malu.
"Nama Kedai ini kan Amor, yakni singkatan dari Anna Mori. Hahaha... Becanda" seru Mori.
"Bisa aja kamu.. hahahah"
"By the way, boleh minta nomor Whatsapp mu gak?" Tanya Mori memberanikan diri.
"Boleh, ini 08128755xxx"
"Makasih ya"
"Sama-sama"
"Umm... Ngomong-ngomong bukannya lu sekolah di luar daerah ya, kok bisa ada di sini lagi?" Tanya Mori.
"Ohh gue lagi cuti, kangen orang tua juga haha..." Ucap Anna.
"Sejak kapan tiba di sini?"
"Baru kemaren."
"Kapan balik ke..." Mori bertanya.
"Yogyakarta?" Potong Anna.
"Iya, kapan balik ke Yogyakarta?"
"5 Hari lagi."
"Wahh cepet juga ya?"
"Iya, hahaha..."
"Nanti kapan-kapan aku hubungin ya?"
"Iya, dengan senang hati"
"Makasih" seru Mori.
"Sama-sama.." balas Anna.
Waktu pun berlalu, meski terhalang jarak dan waktu Mori dan Anna tetap sering berhubungan via chatting, telponan maupun video call. Meski hanya dengan status pertemanan, namun rasanya mulai ada yang berbeda antara mereka berdua.
Mori pun menembak Anna pada suatu waktu, hanya saja Anna menolak dengan alasan ingin fokus di kuliahnya. Mori pun menerima dengan lapang dada. Meski begitu mereka tetap saling berhubungan satu sama lain.
Akhirnya Anna sudah lulus dari kuliahnya. Dia pun pulang ke Sulawesi. Ingin memberi kejutan ke Mori, Anna pun datang ke Kedai Amor. Mori terkejut, mengapa Anna bisa ada di tempatnya sekarang. Anna pun bertanya pada Mori, "Apa kamu masih menyukaiku?"
"Iya.. tentu saja" jawab Mori singkat.
"Kalau gitu, apa kau mau jadi pacarku?" Tegas Anna.
"Tentu saja aku mau" seru Mori.
Akhirnya merekapun jadian di Kedai Amor.

No comments:

Post a Comment

Be careful to comment!

Daily Quotes of Holy Bible

Daily Quotes of Holy Bible