Prasetyo Peuru Henry Putra | @prasetyopeuru | prasetyopeuru@gmail.com | +6281287553107 | Indonesia

Total Pageviews

Followers

Instagram

Friday, September 11, 2015

LOVE, DESTINY AND DECISION A KUROKO NO BASUKE FANFICTION

LOVE, DESTINY AND DECISION
A KUROKO NO BASUKE FANFICTION
By : Prasetyo Peuru Henry Putra
Disclaimer by : Fujimaki Tadatoshi
Rated : T+
Genre : Romance, Friendship, School Life, Comedy, Drama, Angst(next part)
Chara :
- Natsumi Hiyori
- Kise Ryota(next part)
- Chihiro Mayuzumi Tetsuya
- Kuroko Tetsuya
- Momoi Satsuki
Warning : OOC, OOT, dan Rahasia :p
Note : Anggap aja marga mereka sama kea marga di Indo, marganya di belakang. Ceritanya Mayuzumi ya gitu deh (?!) :v
Part 1: Cinta dan Cinta
Kuroko dan Momoi baru saja jadian, seperti biasa Natsumi menjadi tempat pelampiasan curhatan sahabatnya si Momoi yang saat ini tampak begitu bahagia karena cowok yang ditaksir sejak awal masuk sekolah menerima pernyataan cintanya yang dibuat melalui surat cinta dan dimasukkan ke dalam loker pribadi Kuroko, berisi pesan ‘Kuroko aku menyukaimu sejak pertama kali melihatmu di awal masuk sekolah  saat itu, kau ingat dengan gadis yang kau tolong saat nyaris tertabrak di jalanan waktu itu? Sebenarnya itu aku. Dan ketika itu aku malah langsung berlari menjauh karena panik dan malu dihadapanmu. Aku sungguh minta maaf, aku bahkan tidak sempat berterima kasih padamu saat itu. Aku sungguh menyesal. Ku harap kau bisa mengerti dan oleh karena itu, kali ini aku mau menyempatkan diri berterima kasih lewat surat ini padamu. Hm.. sebenarnya bukan hanya itu. Pertama-tama akan kujelaskan. Beberapa saat ketika di sekolah, aku menyadari bahwa kau orang yang telah menyelamatkanku saat itu bersekolah di sekolah yang sama denganku. Itu berarti saat kau menyelamatkanku dan awal pertemuan kita adalah saat awal masuk sekolah kita ketika itu. Itulah awal mula aku jatuh hati padamu. Namun karena sifatku yang pemalu, aku selalu saja mengelak ketika akan berpapasan denganmu. Aku bahkan tak berani untuk sedikit saja mengucapkan terima kasih atas kepedulianmu. :’( namun meski begitu aku selalu memperhatikanmu selama ini dari jauh. Maaf telah menjadi stalker terhadapmu. Entah kenapa jantungku selalu berdebar-debar saat melihatmu ketika melewati kelasmu, memperhatikanmu saat jam makan siang dan memotretmu diam-diam saat berada di perpustakaan. Mungkin menurutmu aku aneh, itulah yang sebenarnya. Aku.. aku mencintaimu Kuroko. Kumohon jadilah pacarku! Jawablah pernyataan cintaku di belakang sekolah sore ini. Ku harap kau bisa datang..’. Itulah isi pesan dari surat cinta yang ditulis Momoi untuk Kuroko sesuai saran dari sahabatnya Natsumi. Mendengar cinta sahabatnya telah diterima, Natsumi turut senang dengan kebahagiaan temannya.
Sabtu ini, Momoi ingin pergi ke rumah pacarnya Kuroko. Akan tetapi karena malu, Momoipun meminta Natsumi untuk menemaninya ke sana. Dipaksa terus-terusan oleh Momoi dan karena rengekannya, akhirnya Natsumi menyerah dan menerima permintaan temannya. Natsumi memang mengerti dengan sifat pemalunya Momoi, namun meski begitu bagaimanapun ini adalah acara pertemuan sahabatnya sendiri ke rumah pacarnya. Dan bagaimanapun juga keberadaan Natsumi di sana pastilah hanya akan membuat keadaan menjadi lebih canggung di antara mereka, terlebih untuk diri Natsumi sendiri, itulah yang ada di pikiran Natsumi saat itu. Mengesampingkan hal itu dan karena akhirnya telah menerima permintaan Momoi, kini mereka berdua telah berada di depan pintu gerbang rumah kediaman keluarga Tetsuya. Momoi tampak begitu gemeteran dan deg-degan. Sedangkan Natsumi hanya bisa pasrah karena telah terlanjur menemani Momoi, sebisa mungkin Natsumi pun memberikan kata-kata positif untuk Momoi agar dirinya bisa tenang dan berusaha membuatnya semangat dan ceriah kembali untuk berani menemui Kuroko di rumahnya.
Tombol bel di rumah tersebut pun ditekan. *tingnung* .... *tingnung* *tingnung*. Seseorang tampak akan membuka pintu rumah. Momoi degdegan dan mencoba mengatur nafas sesuai arahan Natsumi. Seseorang muncul dari balik pintu tersebut. Kuroko kah?! Bukan, itu adalah orang lain. Rambutnya berwarna putih keabu-abuan (bukan keibu-ibuan ya! :v), badannya jauh lebih tinggi dari Kuroko, wajahnya begitu tampan. Natsumi seketika terdiam terpesona ketika melihat sosok pria tersebut. Sungguh persis dengan sosok pria yang ia idam-idamkan.
Dengan senyuman manisnya (bayangkan cogan tersenyum) “Ada yang bisa saya bantu? Kalian ada perlu apa?” tanya pria tersebut.
Natsumi menyenggol Pinky agar dia segera menjawab pertanyaan pria tersebut.
Momoi pun reflek menjawab, “Namaku Momoi Satsuki ...” ucapannya segera dipotong sang pria tersebut.
“Oh pacarnya Kuroko ya? Wah Kuroko sungguh beruntung ya, mendapatkan gadis manis sepertimu!” ucap sang pria.
Mendengar hal tersebut si Momoi pipinya langsung memerah dan jadi salah tingkah. Ternyata pacarnya Kuroko menceritakan hubungan mereka ke orang tersebut. Siapa sih sebenarnya orang ini? Apa hubungannya dengan Kuroko?
“Maaf.. maaf, silahkan masuk. Wah kau mengajak temanmu juga ya? :) kau memang benar-benar pemalu persis apa yang diceritakan Kuroko kepadaku. Oh iya, perkenalkan aku kakaknya Kuroko, namaku Chihiro Mayuzumi Tetsuya..” kakaknya Kuroko, Mayuzumi mengajak masuk dan memperkenalkan dirinya sambil menuju pintu untuk masuk ke dalam rumah. “Silahkan masuk. Inilah rumah kediaman keluarga Tetsuya”.
Momoi dan Natsumi segera memasuki bagian dalam rumah kediaman keluarga Tetsuya. Kini Momoi bisa lebih bernapas lega, step pertama berhasil terlewati, pikirnya. :D
Mayuzumi mengajak mereka ke ruang tamu, “Silahkan duduk. Sebentar biar ku panggilkan Kuroko dulu.”
Natsumi terpesona dengan keramahan kak Mayuzumi :3. Natsumi sesaat berbisik kepada sahabatnya Momoi, “kak Mayuzumi baik banget, udah gitu ganteng pula. Dia cowok impian gue banget Moi-chan”.
“Haaahhh?!!... kau suka sama ...” mulut Momoi dibekap sebelum kalimatnya diselesaikan.
“Sssssttt! Jangan berisik, nanti orangnya bisa denger..” ucap Natsumi.
Kuroko pun muncul di hadapan mereka.
TBC

*Gomen kalo ceritanya ngegantung. Udah jam 1:30 pas saat Auth mengakhiri ini soalnya. Sebenarnya sih Auth masih belom cape meski Auth dari pagi jam 8-10 malam baru pulang kerja dan pas pulang makan dulu and sesudah itu langsung buka laptop untuk nulis ff pertama di atas sekedar ngedit dan nambah sedikit, kemudian lanjut ke ff ke 2 ini. Maklum auth udah janji ke teman terbaik auth ‘saat ini’ di dumay, ya mereka berdua ini Piichan sama Naachan :). Oleh karena itu dibela2in selesain untuk di posting hari kamis ini. Sebenarnya ff buat Naachannya yang ada genre angstnya mau dibikin oneshot, karena selain belum terbiasa buat genre angst, auth gak rada kurang suka genre tipe begitu meski tetep sedikit tertarik juga. Ngomongin genre angst ngingetin Auth ama anime ending Shigatsu wa Kimi no Uso dimana main charnya mati siapa lagi kalo bukan Kaori-chan. Dan karena hal itu bikin auth sedih bengetz (eaaa ) sampe kepikiran beberapa hari terus menerus. Bahkan sampe sekarang kalo ada yang ngebahas itu auth masih suka nyesek. *kalo pas nulis ini sih kebetulan lagi gak ngerasa kea gitu. Kepala n hati lagi enak aja* Meski begitu auth gak begitu suka genre angst bukan karena pas nonton Shigatsu wa Kimi no Uso, tapi auth emg gak suka model cerita yang bikin sedih, meski jujur auth selalu terpesona ama cerita sedih yg bisa berhasil bikin auth mewek. Entahlah... padahal auth juga pernah mau nyoba bikin cerita sad meski tetep mau di akhiri dengan akhir happy ending. Tapi tentang cerita itu, lagi belom diterusin aja karena berbagai hal yang gak perlu dijelasin karena gak penting juga. Intinya sih auth sebenarnya cuma mau bilang ingin mengakhiri kata-kata yang sepertinya tampak seperti curhatan ini. Serius auth gak bermaksud loh nulis tambahan sepanjang ini. Tiba-tiba aja kata-kata curahan hati terus ngalir, gak terasa waktu udah nunjukin pukul 1:47 WIB. Akhir kata terima kasih sudah membaca. Salam universal buat semuanya :) ^-^v //peace

*tulisan lama buat teman :)

No comments:

Post a Comment

Be careful to comment!

Daily Quotes of Holy Bible

Daily Quotes of Holy Bible