Prasetyo Peuru Henry Putra | @prasetyopeuru | prasetyopeuru@gmail.com | +6281287553107 | Indonesia

Total Pageviews

Followers

Instagram

Wednesday, September 9, 2015

Akashi Seijuro x Fujiwara Miyako Love Story (Fanfiction)

new ff again. dedicated to Fujiwara Miyako​.

A KUROKO NO BASUKE FANFICTION
Akashi Seijuro x Fujiwara Miyako Love Story
By : Prasetyo Peuru Henry Putra
Disclaimer by : Fujimaki Tadatoshi
Rated : T+
Genre : Sport, School Life, Romance, Comedy, Drama
Chara :
- Akashi Seijuurou
- Fujiwara Miyako
- Eikichi Nebuya
- Reo Mibuchi
Warning :
- OOC
- OOT, etc
>>Please enjoy it<<
.
.
.
Akashi dan Miya adalah teman sekelas yang awalnya tidak begitu akrab. Semuanya berubah ketika Miya ikut masuk di klub yang sama dengan Akashi, yaitu klub basket.
Pertandingan Winter Cup akhirnya telah berakhir, akan tetapi kini tim Rakuzan sudah tidak memiliki manajer tim lagi. Itu semua terjadi saat di pertengahan kompetisi di Winter Cup, sang manajer meminta untuk mengundurkan diri. Kini Miya yang belum memiliki klub untuk dituju akhirnya memutuskan untuk masuk ke tim basket dan menjadi manajer.
“Apa? Akashi kapten tim basket sekolah kita? Si cebol ini? Pffft... Apa aku tak salah dengar? Senpai pasti bercanda kan? Mana mungkin si cebol berambut merah ini menjadi kapten tim, padahal dia masih kelas satu sama seperti ku. Aku tak bisa berhenti tertawa dengan lelucon bodohmu ini senpai ...” ucap Miya tak berhenti tertawa karena tak percaya.
“Siapa yang kau panggil cebol? Dasar Miyako rice cooker. Aku adalah kapten yang baru dari tim Rakuzan ini, Akashi Seijuro. Camkan itu!” tegas Akashi.
“Hah?! Kau sungguhan Akashi-kun? Hei.. jangan sebut aku merk rice cooker Akashi.”
“Itu sangat cocok untukmu nama merk terkenal. Haha.. Tentu saja aku adalah kapten yang baru dari tim Rakuzan. Terserah aku mau menyebutmu Miyako rice cooker.”
“Sebagai seorang kapten kau tampak kekanakan sekali Akashi-kun. Baka.. aku panggil Akashi-kun jadi Bakashi aja.” ucap Miya sambil menjulurkan lidah *meledek*
*menatap dingin* “Panggilan tidak sopan” ucap Akashi.
“Itu karena Akashi-kun yang mulai duluan kan”
“Aku takkan mulai kalau kau tadi tak menyebutku cebol. Miyako rice cooker”
“Ya sudah terserah kau saja, yang penting sekarang aku adalah manajer tim yang baru sekarang. Sebaiknya kita lupakan yang tadi. Mohon kerja-samanya kapten Akashi-kun.” Ujar Miya sambil menunduk.
“Heh?! Baiklah. Mohon kerja-samanya juga Miya-bi.” Akashi iseng :p
“Ehh?!! Apa kau bilang Miyabi, apa maksudmu Miyabi yang itu?” tanya Miya.
“Ya, mungkin.” Jawab Akashi cuek.
“Akashi jahat, jahat... Akashi jahat..” Miya ngambek dan matanya seperti akan mengeluarkan air mata.
“Hei.. Hei.. Akashi-kun jangan begitu sama perempuan. Kau harus memperlakukan wanita dengan baik Akashi-kun. Bagaimanapun dia manajer kita loh!” ucap Reo begitu bijak.
“Tumben kau begitu bijak Reo-san. Ya tapi ucapanmu memang benar. Gomen, gomen. Gomenasai Miya-san.” Akashi meminta maaf.
“Akashi kau harus bersikap lebih baik kepada manajer kita yang baru ya? Jangan sampai hal yang sama terulang lagi. Bagaimanapun dia manajer kita yang ketiga di tahun ini loh” seru Nebuya.
“Aku mengerti, aku mengerti. Baiklah.” Akashi mendengarkan para senpainya. “Kalau begitu, ayo kita teruskan latihannya. Miya-san mohon bantuannya ya?” *smiling*
“Iya, baiklah” Miya mengusap matanya dan tersenyum. Inilah awal dari hubungan antara Akashi dan Miya.
Skip
Pertandingan latihan SMA Rakuzan melawan SMA Fukuda, mempertemukan kembali Akashi dan Haizaki. Akashi kali ini tampak bermain serius ketika melihat perubahan besar positif dalam permainan Haizaki.
“Kereennn... Aku tak menyangka Akashi-kun akan tampak begitu keren ketika sedang bertanding seperti ini. Dia tampak begitu serius dan memimpin tim dengan sangat baik. Sekarang aku baru mengerti kenapa dia dipercayakan sebagai kapten tim oleh pelatih. Akashi luar biasa!..” ucap Miya dalam hatinya. “Aku sungguh beruntung telah bergabung di tim ini sebagai manajer. Aku bisa melihat Akashi-kun tiap saat, berbicara dengannya dan tentunya kami akan lebih dekat lagi nantinya. Ehh??.. apa yang aku pikirkan?” *menggeleng-gelengkan kepala kemudian memegang pipinya yang memerah* “Apakah itu tandanya aku mulai menyukainya. Hmm.. Awal pertemuan kami saat itu memang menyebalkan, meskipun itu karena salahku juga yang menyebutnya cebol padahal dia masih lebih tinggi dariku. Akan tapi akhir-akhir ini Akashi sudah jauh lebih ramah dan tidak usil lagi padaku. Dan melihat pertandingannya kali ini, aku begitu kagum. Tapi entah kenapa hatiku mulai berdebar kencang saat aku memperhatikannya. ...”
*Piiippp* Peluit tanda permainan berakhir berbunyi. Rakuzan menang dengan selisih yang cukup jauh 98 – 71.
“Yeahh... kita menang! Kita menang! Kalian semua sudah berjuang dengan keras. Terima kasih banyak” seru Miya melihat kemenangan tim untuk pertama kalinya.
“Tidak. Yang seharusnya berterima kasih adalah kami manajer. Kau telah mengurus tim dengan baik. Terima kasih banyak. Yosh!! Kita menang...” ucap Hayama.
“Ya, terima kasih manajer ini semua berkatmu juga bagaimanapun.” Ucap Akashi gently, disusul ucapan terima kasih dari anggota tim yang lain.
“Semuanya...” Miya tampak begitu terharu, matanya berkaca-kaca.
Semenjak saat itu Miya lebih rajin dan terus berjuang keras untuk tim, mengumpulkan data pemain, mencari informasi tentang tim lawan dan lain sebagainya. Dan karena sikap tersebut Akashi mulai memperhatikan Miyako.
“Akashi.. Akashi.. apa kau mendengarkan aku?” Miya mencoba membuat Akashi tersadar dari lamunannya.
“Ya.. ya.. ada apa?” tanya Akashi.
“Jadi kau tidak mendengarkan penjelasanku dari tadi ya? Kau malah memandangiku dengan tatapan seperti itu..” ungkap Miya.
“Maaf..” *Akashi memalingkan wajahnya*
“Mungkin kau butuh istirahat sebentar Akashi-kun.”
“Tidak.. tidak perlu. Aku baik-baik saja. Tolong ulangi penjelasanmu”
“Baiklah. Jadi begini ...” Miya menjelaskan keberadaan tingkat permainan anggota tim seperti yang diminta Akashi.
“Aku mengerti. Terima kasih untuk penjelasanmu. Um.. Miya apa pulang sekolah nanti kau ada waktu?” tanya Akashi malu-malu. :v
“Eh? Ada perlu apa Akashi-kun? Um.. sepulang sekolah aku punya banyak waktu luang, jadi boleh saja” *dalam hati Miya, dia sudah cukup kegirangan. ‘apakah ini ajakan ngedate dari Akashi? Kyaa~’*
“Eh eto, aku ingin membahas tentang tim lebih jauh denganmu.” Akashi mencari alasan.
“Oh.. begitu ya?” *seketika perasaan Miya ngedrop ‘sepertinya aku terlalu geer’* Miya sedikit murung.
Melihat hal tersebut.. “Tapi.. mungkin kita juga akan membahas yang lain, selain tentang tim basket kita..” seru Akashi.
“Ha?? Maksudmu? Baiklah” Miya tampak girang kembali, setidaknya dia bisa berduaan dengan cowok yang dia sukai Akashi.
“Ya..”
Merekapun datang ke cafe Lamoe. Akashi memesan minuman dan makanannya, Miya juga sama. Miya memulai percakapan dengan bertanya pada Akashi tentang hal yang mau dibahas tentang tim. Sebenarnya yang ditanyakan oleh Akashi dan apa yang dibicarakannya tidak begitu penting dan terkesan sebagai suatu alasan saja untuk bisa membuat situasi seperti ini, maksudnya agar Akashi bisa jalan dengan Miya. Setidaknya itu yang saat ini mulai dipikirkan Miya. ‘Apakah sebenarnya Akashi juga menyukaiku hingga membuat alasan klise seperti ini. Setidaknya hal seperti ini bisa dibicarakan cukup di tempat latihan. Tapi entah kenapa aku malah jadi senang sendiri. Ku harap dugaanku benar.’ Akashi membuyarkan lamunan Miya.
“Miya-san apakah kau sudah mempunyai pacar?” tanya Akashi to the point.
“Eh?? Akashi-kun.. apa maksudmu bertanya hal tersebut?” Miya panik, jantungnya berdegup kencang, dia mulai salah tingkah. “Ano, aku belum punya pacar Akashi-kun”
“Syukurlah..”
‘apa maksudnya dengan syukurlah? Apa Akashi mau ...’
“Miya-san maukah kau menjadi pacarku?”
“HA’I” Miya reflek berkata iya dengan kata yang cukup kencang. Sontak pipinya langsung memerah. Yang terjadi malah Miya yang jadi malu. Namun perasaan bahagianya lebih kuat hingga menutupi rasa malunya sendiri di depan Akashi. Mulai hari ini mereka resmi berpacaran.
[Auth: gak romantis?/flat? Nikmatilah model penembakan yang berbeda ini. Auth no comment *sebenarnya mau bilang gomen, tp semoga suka. Jarang2 kan begini :v*]
Di akhir pekan Akashi mengajak Miya untuk menemaninya ke suatu tempat. Apakah ini kencan pertama setelah resmi berpacaran?
“Ano, Akashi-chan kita mau pergi kemana?” tanya Miya penasaran.
“Aku ingin memperkenalkanmu kepada kedua orangtuaku.” Ucap Akashi pelan.
“Hah?? Akashi-chan seharusnya kau bilang lebih awal. Jadi aku bisa berpakaian lebih rapih. Aku tidak tau harus bagaimana di depan kedua orangtuamu. ...” Miya panik dan salah tingkah.
“Tidak apa-apa Miya-chan. Kau hanya perlu menemaniku saja. Bagaimanapun aku sangat senang bisa membawamu dan memperkenalkanmu kepada mereka.”
“Akashi-chan..”
Mereka pun tiba di tempat tujuan.
“Eh?! Akashi ini kan? ..”
“Ya.. Maaf baru memberitahumu, sebenarnya kedua orangtuaku sudah  meninggal. Sejak aku kelas 1 SMP dulu. Aku membawamu ke sini untuk memenuhi janjiku. Ayo ikutlah denganku.” Seru Akashi.
“Akashi-chan..”
Mereka tiba di makam ke dua orangtua Akashi.
“Papa, Mama. Seperti janjiku waktu itu,  aku akan memperkenalkan pacarku pada kalian. Namanya Miya, dia anaknya baik, manis, dan penuh semangat, aku sangat menyukainya. Ku harap Papa dan Mama juga menyukainya. Miya.. ucapkanlah salam untuk ke dua orangtuaku.”
“Ya, baiklah Akashi-chan. Om, tante.. Namaku Fujiwara Miyako, aku adalah pacar Akashi-chan anak kalian. Aku juga sekelas dengan Akashi. Dan juga aku adalah manajer di tim basket kami. Aku sangat menyukainya, anak kalian benar-benar keren dan luar biasa. Dan sungguh aku menyayanginya juga. Jadi ku mohon terimalah aku sebagai bagian dari keluarga kalian.” Miya berkata dengan sungguh-sungguh.
Akashi blushing. “Miya-chan...”
...
“Miya-chan aku punya hadiah untukmu. ..” Akashi menunjukkan sesuatu.
“Kalung dengan cincin yang tergantung?”
“Iya, ini adalah cincin peninggalan ibuku. Sebenarnya itu adalah cincin nikah ibuku. Aku sengaja memberikan padamu dalam sebuah bentuk kalung agar kau bisa menjaganya, sampai hari itu tiba dimana cincin itu bisa  ku kenakan di jemari tanganmu suatu hari nanti. Aku akan memakai kalung yang ada cincin ayahku. Kemarilah, biar ku kalungkan ini ke lehermu Miya-chan” ucap Akashi.
Wajah Miya memerah, dia sangat senang mendengar ucapan Akashi barusan.  “Iya..” Miya membiarkan Akashi mengalungkan kalungnya ke lehernya. “Kirei..”
“Akashi.. biarkan aku mengalungkan kalungnya ke lehermu” pintah Miya.
“Baiklah”
Miya mengalungkannya. Selesai itu Miya langsung memeluk Akashi erat. “Terima kasih Akashi... terima kasih.. Ini merupakan hari terindah dalam hidupku, aku takkan pernah melupannya.”
10 tahun kemudian.
Irama musik pernikahan terdengar.
“Akashi Seijuro, apakah kau bersedia hidup setia dalam suka dan duka *blablabla*bersama Fujiwara Miyako?”
“Ya, aku bersedia akan hidup setia dalam suka dan duka bersama Fujiwara Miyako sampai maut memisahkan kami.” Ucap Akashi tegas.
“Fujiwara Miyako, apakah kau bersedia hidup setia dalam suka dan duka *blablabla*bersama Akashi Seijuro?”
“Ya, aku bersedia akan hidup setia dalam suka dan duka bersama Akashi Seijuro sampai maut memisahkan kami.” Ucap Miyako yakin.
“Baiklah, dengan ini ku nyatakan kalian berdua resmi menjadi suami istri. .. Mempelai boleh mencium pasangannya.”
Akashi membuka tudung Miyako, kemudian mereka berdua berciuman.

The End.

*Thanks for reading.

No comments:

Post a Comment

Be careful to comment!

Daily Quotes of Holy Bible

Daily Quotes of Holy Bible