Prasetyo Peuru Henry Putra | @prasetyopeuru | prasetyopeuru@gmail.com | +6281287553107 | Indonesia

Total Pageviews

Followers

Instagram

Sunday, September 27, 2015

A KUROKO NO BASUKE FANFICTION AKASHIxPINKY STORY ch.06

A KUROKO NO BASUKE FANFICTION
AKASHIxPINKY STORY
By : Prasetyo Peuru Henry Putra
Disclaimer by : Fujimaki Tadatoshi
Rated : T+
Genre : Sport, Romance, Friendship, Comedy, Drama (?)
Chara :
- Akashi Seijuurou
- Pinky Kawaii CL
- Kise Ryota
- Midorima Shintaro
- Aomine Daiki
- Murasakibara Atsushi
- Kagami Taiga
- Kuroko Tetsuya
- Momoi Satsuki
- Hyuga Junpei
- Aida Riko
- Kiyoshi Teppei
- Izuki Shun
- Takao Kazunari
- Papa Mbaye
- Kagetora Aida
- Natsumi Hiyori (+Added Chara)
- (Next...;.)Gold
- (Next...;.)Silver
- (Next...;.)A
- (Next...;.)B
- (Next...;.)C
- (Next...;.)Perungguh J Ch.
- (Next...;.)NijimuraShuzou
- (Next...;.)Whiteys Tanker Bee
- (Next...;.)Blackshaderz Thunder Bolts
Warning :
- OOC
- OOT, etc
Part Sebelumnya;
“Pakaian kita basah, aku tau toko baju dekat sini. Ayo kita singgah membeli pakaian. Waktu kita masih 54 menit lagi. Masih bisa, ayo!” ajak Akashi.
Mereka pun mengganti pakaian mereka. Akashi lalu menyewah sebuah motor ditempat penyewaan kendaraan. Akashi langsung tancap gas menuju tempat latihan, sementara dijalan Pinky lalu memeluk erat Akashi. Sekarang dia yakin bahwa orang yang dia cintai adalah orang yang berada tepat di depannya yang lagi dipeluknya ini, yaitu Akashi Seijuurou. Kapten basket tim Vorpal Swords, juga kapten basket dari SMA Rakuzan.
Story 1 part 6: Pilihan Pinky x Pertemuan Kise dan Natsumi, Takdir Cinta
Dalam perjalanan.
“Pinky” panggil Akashi.
“Ya, ada apa Akashi?” tanya Pinky.
“Setibanya kita di tempat latihan, kau harus mengatakan kepada Midorima dan Kise bahwa kita telah resmi pacaran. Artinya pilihanmu adalah aku. Oke..”
“Baiklah, aku mengerti”
Akashi dan Pinky pun tiba di tempat latihan mereka.
“Syukurlah kita datang tepat waktu.. Huft” ucap Pinky.
“Aku selalu datang tepat waktu, semua sudah teratur sesuai rencanaku.” Ungkap Akashi.
“Eh??”
“Sekarang kita lihat apakah Midorima dan Kise sudah datang atau belum” Akashi ingin segera menunjukkan kemenangannya kepada Midorima dan Kise.
Merekapun masuk ke dalam hall basket.
“Kise! Midorima! Kemarilah sebentar.” Panggil Akashi.
“Ada apa Akashi/-cchi?” tanya Midorima dan Kise.
“Ada yang ingin Pinky katakan pada kalian tentang hasil dari kencan kita saat ini. Sebaiknya kita keluar sebentar, tidak enak hal ini dibicarakan di sini.” Jelas Akashi.
“Baiklah kami mengerti.” Ucap Midorima dan Kise.
Skip
“Jadi Pinky, katakanlah siapa pilihanmu setelah kencan diantara kami bertiga?” tanya Midorima.
“Ya kita menunggu hasilnya. Semoga aku Pinky-chan..” ucap Kise.
Midorima menatap jutek kepada Kise. Sedang Akashi hanya tersenyum, sepertinya dalam hatinya dia ingin tertawa karena ini jelas kemenangan telak.
“Baiklah. Setelah aku berkencan di antara kalian selama 3 hari, aku akhirnya menyadari perasaanku yang sebenarnya terhadap kalian. Kalian semua adalah pria yang baik dan menyenangkan. Namun meski begitu aku tetap harus memilih salah satu di antara kalian yang benar-benar aku cintai. Dan akhirnya aku sudah menemukan orang tersebut. Orang itu adalah... Akashi Seijuurou-chan!! Dialah pilihanku.” Ungkap Pinky.
“Haaaaaahhh???! Akashi Seijuurou-chan??!!” Midorima dan Kise shock sambil melongo.
“Itulah kenyataannya, aku selalu menang. Dan sesungguhnya aku dan Pinky memang adalah pasangan yang tepat yang ditakdirkan untuk bersama. Ku harap kalian bisa mengerti.” Jelas Akashi.
Merekapun kembali untuk latihan. Sedang Kise dan Midorima tampak kurang bersemangat.
“Pinky, Midorima dan Kise tampak kurang bersemangat. Bagaimana pendapatmu? Apakah terjadi sesuatu pada mereka?” tanya pelatih Kagetora.
“Ya itu benar. (Aku tidak bisa mengatakan kepada pelatih apa yang sebenarnya telah terjadi.) Mungkin terjadi sesuatu di sekolah mereka, entahlah. Aku juga tidak tahu pasti. (Ampunilah aku Tuhan karena harus terpaksa berbohong.)” ucap Pinky.
“Begitu ya”
Skip
Keesokan harinya setelah selesai latihan.
“Teman-teman aku memiliki pengumuman yang penting untuk kalian” seru Momoi sambil memeluk tangan Kuroko.
“Apa itu Momoi-san?” tanya semua teman-teman satu tim.
“Mulai hari ini, aku dan Kuroko telah resmi berpacaran.” Ungkap Momoi.
“Wah selamat ya Momoi, Kuroko. Akhirnya kalian berpacaran juga” ucap Aomine. Diikuti ucapan selamat dari yang lainnya.
“Teman-teman aku juga punya pengumuman” Pinky meminta perhatian sebentar. “Aku dan Akashi-chan juga telah berpacaran.”
“Wah benarkah? Selamat ya. Kami tak menyangka seorang Akashi bisa takluk ditangan seorang Pinky.” Ucap Hyuga. Yang lainnya juga ikut memberi selamat, termasuk Kise dan Midorima. Walau sebenarnya mereka masih agak kesal.
“Pinky aku harap kau bahagia bersama kapten Akashi.” Ucap Papa Mbaye mengikhlaskan.
“Terima kasih Papa Mbaye” ucap Pinky.
Skip
“Oh iya hari ini dia mau datang ke sini. Padahal sudah ku bilang langsung ke rumah saja. Semoga dia tidak tersesat.” Ucap Pinky.
Akashi datang menghampiri Pinky. “Ayo kita pulang.”
“Tungguh sebentar aku mau menunggu seseorang. Dia sahabat baikku..”
“Oh begitu. Baiklah”
Skip
Kise pulang duluan berjalan kaki.
“Jadi begitu. Hmm.. Akhirnya Pinky lebih memilih Akashi daripada aku. Benar. Akashi selama ini tak pernah kalah.” Ucap Kise murung
*Brakkk* seorang wanita menabrak Kise.
“Ouch... sakit” ucap gadis tersebut.
“Apa kau tidak apa-apa?” tanya Kise sambil mengulurkan tangannya.
Sang gadis menggenggam tangan Kise dan berdiri.
“Aku tidak apa-apa. Hanya sedikit sakit tadi. Maaf karena sudah menabrakmu. Aku berjalan terburu-buru tanpa memperhatikan sekitar.”
Kise terpaku menatap gadis tersebut, “Cantik..” tanpa sadar Kise mengucapkan kata tersebut.
“Apa?” tanya sang gadis.
“Ah tidak. Bukan apa-apa.” Kise panik.
Sebenarnya gadis tersebut mendengarnya namun dia berpura-pura tidak tau.
“Anu kamu mau kemana? Malam-malam begini?” tanya Kise.
“Sebenarnya aku mau ke lapangan tempat latihan tim Vorpal Swords. Kau tau?” ucap sang gadis.
“Ahh... kebetulan aku salah seorang anggota di tim tersebut. Kalau begitu sebaiknya aku temani ke sana.”
“Kebetulan sekali. (Dia tampak tak berbohong dan dia juga terlihat sebagai pria yang baik hati. Pasti bukan orang jahat. Lagipula dia tampan. Beruntung sekali aku hari ini.) Baiklah kalau begitu. Terima kasih. Oh iya namamu siapa? Kenalkan namaku Natsumi Hiyori.”
“Oh iya, namaku Kise Ryota. Ngomong-ngomong ada perlu apa kau dengan tim Vorpal Swords?”
“Aku ingin bertemu dengan Pinky Kawaii CL. Apa kau mengenalnya?” ungkap Natsumi.
“Oh Pinky. Dia manajer bagian psikologi di tim kami. Ada hubungan apa kau dengannya?” tanya Kise.
“Aku dan dia adalah sahabat. Kami satu SD sampai SMP sewaktu di Kyoto dulu. Namun sewaktu SMP dia pindah ke Tokyo. Aku akan tinggal untuk beberapa waktu ke depan di rumahnya. Soalnya aku mau pindah ke sekolah yang sama dengannya. Aku sudah memutuskannya.” Jelas Natsumi.
Akhirnya mereka tiba di tempat latihan tim Vorpal Swords.
“Pinky-chan..” teriak Natsumi.
“Natsumi-chan...” balas memanggil sahabatnya Natsumi sambil berlari mendekati. “Hah?! Kise-kun kenapa ada kau?”
“Oh tadi kami tidak sengaja bertemu di jalan. Dan Kise-kun menawarkan diri menemaniku sampai kesini. Dia benar-benar pria yang baik ya Pinky-chan” ucap Natsumi.
“Iya kau benar” ucap Pinky.
Akashi berjalan mendekat.
“Jadi ini sahabat Pinky-chan ya? Salam kenal. Aku pacarnya Pinky, Akashi Seijuurou!”
“Jadi kau sudah punya pacar Pinky-chan? Kenapa kau tidak ceritakan padaku? Selamat ya. Salam kenal aku Natsumi Hiyori.”
Skip
Akhirnya Pinky dan Natsumi pulang ke kediaman Pinky ditemani Akashi dan Kise yang ikut mengantarkan. Pinky asik mengobrol dengan Natsumi. Sedang Akashi dan Kise hanya berbicara sesekali. Tampaknya Kise masih agak canggung pada Akashi karena kejadian kemarin.
Mereka pun tiba di rumah Pinky. Akashi dan Kise mengucapkan perpisahan untuk kembali ke rumah mereka. Natsumi memberikan senyuman indahnya ke Kise, Kise membalas senyumannya dengan senyuman tipis.
“Pinky-chan bolehkah kau ceritakan padaku tentang pemuda yang bernama Kise itu? Dia sangat tampan dan baik hati. Sepertinya aku menyukainya.” Ungkap Natsumi.
“Ehh?! Anu, itu dia..” Pinky pun menceritakan tentang Kise, meski dia tidak menceritakan bahwa Kise sempat menyukainya dan mereka pernah berkencan sekali.
“Jadi begitu. Dia juga seorang model ya? Sepertinya akan susah untuk memacarinya. Oh iya, tapi aku sempat mendengar saat dia berkata bahwa aku cantik. Meski ketika kutanyakan lagi dia bilang bukan apa-apa. Dia kelihatan panik saat itu. Sepertinya aku masih mempunyai kesempatan untuk mendekatinya. Iya kan Pinky-chan?”
“Iya-iya. Eh tadi kau katakan Kise berkata bahwa kau cantik? (Tampaknya Kise orang mudah jatuh cinta ya. Namun mungkin dia masih patah hati karena kemarin. Tapi Natsumi kelihatan beneran menyukai Kise. Hmm.. Sepertinya tidak ada salahnya kalau aku mencomblangi mereka berdua.) Natsumi bagaimana kalau aku mencomblangi kalian berdua?”
“Iya. Wah.. benarkah Pinky-chan? Aku mau, aku mau. Dia sungguh tipe-ku. Aku sangat senang Pinky-chan. Makasih ya.” Ucap Natsumi bahagia.
“Kalau begitu kau ikut aku hari senin. Sepulang sekolah sorenya kita akan pergi latihan ke tempat latihan kami yang kemarin. Kau boleh ikut untuk menonton kegiatan latihan kami. Nanti aku yang bicara dengan pelatih. Aku juga akan minta tolong pacarku untuk membantu mencomblangimu dengan Kise” terang Pinky.
“Baiklah. Sekali lagi terima kasih ya Pinky-chan. Kau memang sahabatku yang terbaik.” Ucap Natsumi sambil memeluk Pinky erat.
Malam itu Pinky menelepon Akashi dan menceritakan semuanya. Akashi setuju untuk membantu mencomblangi Natsumi dengan Kise.
Besoknya Pinky dan Natsumi pergi berbelanja. Sorenya ketika mereka sudah pulang, Natsumi pergi ke taman kota sendirian. Tiba-tiba dalam perjalanan beberapa preman datang menghampirinya dan mengganggunya. Saat di jalan mengendarai mobil Kise melihat Natsumi yang sedang diganggu para preman. Kise pun menghentikan mobilnya dan segera berlari ke arah Natsumi.
“Apa yang kalian lakukan padanya? Menjauhlah dari temanku.” Ucap Kise heroik.
“Hah? Kami Cuma sedikit bermain-main dengannya. Sebaiknya kau jangan ganggu kami. Kalau tidak kami akan menghajarmu sampai wajah tampanmu itu jadi babak belur.” Ucap ketua preman tersebut.
“Kau pikir aku akan takut dengan preman jelek seperti kalian.”
“Apa kau bilang?!!!” Sang preman marah dan mereka mulai berlari mendekat untuk menghajar Kise.
Dengan sigap Kise melawan mereka semua dan mengalahkannya. Para preman segera lari ketakutan.
“Kau tidak apa-apa Natsumi-cchi?” tanya Kise.
“Aku tidak apa-apa. Sekali lagi kau kembali menolongku Kise-kun. Aku sangat berterima kasih. Kau benar-benar hebat Kise-kun, tak ku sangka pria sepertimu mampu menghajar orang-orang seperti mereka. Menakjubkan!” ucap Natsumi menggagumi kehebatan Kise.
“Ah itu bukan apa-apa. Syukurlah kalau kau baik-baik saja.”
“Sebagai tanda terima kasihku, maukah kau ku traktir makan di cafe dekat sini Kise-kun?” ungkap Natsumi.
“Ah.. Kalau begitu baiklah, aku juga sekarang lagi senggang.” Kise menerima tawaran Natsumi.
Mereka datang ke Cafe Lamoe dan memesan makanan ringan dan minuman segar. Kise dan Natsumi mengobrol sangat seru dan tampak nyambung dengan obrolan mereka satu sama lain. Kemudian Natsumi memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu yang penting tentang perasaannya.
“Kise-kun.. aku ingin mengatakan sesuatu yang penting.” Natsumi sedikit malu dan wajahnya mulai memerah.
“Apa itu Natsumi-cchi?” tanya Kise penasaran.
“Itu.. A.. aku.. aku sebenarnya.. aku sebenarnya menyukaimu Kise-kun. Sejak kau berkata aku cantik waktu itu, ketika kau menemaniku bertemu sahabatku, dan saat kau menyelamatkanku barusan. Itu semua sudah cukup sebagai alasan untuk menyukaimu. Aku ingin menjadi pacarku” ungkap Natsumi jujur terhadap perasaannya sendiri.
“Hah?!.. aku bingung harus  menjawab apa. Begitu ya? Jadi kau mendengar ucapanku kemarin malam. Hm.. Natsumi-cchi, aku memang juga menyukaimu. Entah kenapa aku tidak bisa membohongi diriku bahwa aku juga menyukaimu pada pandangan pertama. Tapi ku pikir itu hanya karena sekedar suka oleh pesona yang kau miliki. Lagipula aku juga belum siap karena belum lama ini aku baru ditolak oleh seorang gadis yang ku sukai. Jujur, untuk saat ini aku masih belum siap.” Jelas Kise.
“Tak masalah Kise-kun. Aku mengerti perasaanmu. Tapi bila kau memang menyukaiku itu sudah lebih dari cukup untuk bisa menerimamu sebagai pacarku. Ku mohon jadilah pacarku. Ini memalukan sebagai seorang gadis menyatakan perasaannya lebih dulu dan menembak orang yang aku sukai. Tidakkah kau mengerti perasaanku Kise-kun. Tak bisakah kau membuka hatimu untukku?” Natsumi mengutarakan seluruh perasaannya.
“Natsumi-cchi... Kau..” Kise memandang Natsumi terkejut kemudian tersenyum kecil. “Aku mengerti Natsumi-cchi. Baiklah, Natsumi-chan maukah kau menjadi pacarku?”
Natsumi mengeluarkan air mata yang membasahi pipinya yang memerah, “Kise-kun. Iya, aku mau menjadi pacarmu.”
Merekapun keluar dari cafe Lamoe, tempat dimana kisah cinta mereka dimulai. Dan Kise mengantar pulang kekasihnya ke tempat tinggalnya.
Skip
Malam itu Natsumi begitu bahagia. Dia menceritakan segala yang terjadi kepada Pinky. Pinky dan Akashi jadi tak perlu lagi untuk membantu mencomblangi Natsumi dan Kise. Dan entah kenapa Pinky bisa merasa lebih lega dan turut senang dengan kebahagiaan temannya.
TBC

No comments:

Post a Comment

Be careful to comment!

Daily Quotes of Holy Bible

Daily Quotes of Holy Bible