Prasetyo Peuru Henry Putra | @prasetyopeuru | prasetyopeuru@gmail.com | +6281287553107 | Indonesia

Total Pageviews

Followers

Instagram

Sunday, September 27, 2015

A KUROKO NO BASUKE FANFICTION AKASHIxPINKY STORY ch.05

A KUROKO NO BASUKE FANFICTION
AKASHIxPINKY STORY
By : Prasetyo Peuru Henry Putra
Disclaimer by : Fujimaki Tadatoshi
Rated : T+
Genre : Sport, Romance, Friendship, Comedy, Drama (?)
Chara :
- Akashi Seijuurou
- Pinky Kawaii CL
- Kise Ryota
- Midorima Shintaro
- Aomine Daiki
- Murasakibara Atsushi
- Kagami Taiga
- Kuroko Tetsuya
- Momoi Satsuki
- Hyuga Junpei
- Aida Riko
- Kiyoshi Teppei
- Izuki Shun
- Takao Kazunari
- Papa Mbaye
- Kagetora Aida
- (Next...;.)Gold
- (Next...;.)Silver
- (Next...;.)A
- (Next...;.)B
- (Next...;.)C
- (Next...;.)Perungguh J Ch.
- (Next...;.)NijimuraShuzou
- (Next...;.)Whiteys Tanker Bee
- (Next...;.)Blackshaderz Thunder Bolts
Warning :
- OOC
- OOT
- Harem
- Ada unsur mature di akhir cerita tapi masih bisa diterima sebagai rated T+ kok ;)
Part Sebelumnya;
“Maaf Akashi-kun, aku memang mempunyai perasaan khusus terhadapmu. Namun aku tak suka cara kau menyatakan cintamu, lagipula aku masih belum siap. Aku butuh waktu untuk menentukan siapa yang akan menjadi kekasih yang benar-benar aku cintai.”
“Aku mengerti. Aku.. aku hanya tak ingin kau menjadi kekasih orang lain dan bukan aku. Ku harap kau mengerti dengan sikapku ini.”
“Akashi-kun...”
Tiba-tiba Kise dan Midorima datang. Mereka (Akashi, Midorima dan Kise) saling bertatap-tatapan.
Story 1 part 5: Kencan Untuk Menentukan Kekasih
“Jadi kalian sudah di sini. Kedua orang yang sama-sama menyatakan perasaan kepada Pinky dan menembaknya” Ucap Akashi mode bokushi.
Kise dan Midorima saling bertatapan.
“Kau juga /ssu~...?” ucap Kise dan Midorima bersamaan.
“Bukan hanya kalian, aku juga memiliki perasaan yang sama pada Pinky dan aku sudah menembaknya. Dia hanya akan menjadi pacarku bukan kalian!” terang Akashi.
“Akashi /cchi...” sebut Midorima dan Kise.
“Bukan kau yang menentukan Akashi, tapi Pinky. Biarkan dia yang menjawab mau memilih siapa diantara kita bertiga!” ucap Midorima.
“Bukan bertiga, tapi berempat. Karena aku juga menyukai Pinky Kawaii CL. Pinky maukah kau menjadi kekasihku?” Papa Mbaye datang memotong pembicaraan dan menembak Pinky.
“Maaf Papa Mbaye aku sama sekali tak menyukaimu. Sekali lagi kau berkata maukah kau menjadi kekasihku padaku, akan ku begal kau!!” Penolakan cinta yang sungguh nista dari seorang Pinky, Asisten Manager bagian Psikologi tim Vorpal Swords.
Midorima dan Kise sweatdrop melihat sikap dan perkataan Pinky barusan. Akashi tampak kagum dengan mata berbinar-binar. Sedang Papa Mbaye undur dan pundung di pojokan.
“Ehm... Baiklah Pinky dari kami bertiga, siapa yang kau pilih untuk menjadi kekasihmu?” Midorima to the point bertanya.
“Maafkan aku, sekali lagi ku katakan aku belum siap dan tau, mau menentukan siapa diantara kalian yang pantas menjadi kekasihku. Tapi sepertinya aku punya ide,...”
“Apa itu /ssu~..??” Tanya Akashi, Midorima dan Kise penasaran.
“Aku mau mengencani kalian bertiga satu per satu, dari  situ aku bisa memilih siapa diantara kalian yang paling bisa membuatku merasa nyaman. Yang menentukan tempat kencan tentu saja kalian. Hihihi.. Yang paling membuatku merasa bahagia, dialah yang akan menjadi kekasihku” ide brilian seketika muncul dari otak jenius Pinky (eaa jenius :v).
“Baiklah kami setuju /ssu~” tegas Akashi, Midorima, Kise serempak.
“Ngomong-ngomong siapa yang harus kencan pertama kali denganmu Pinky-chan?” tanya Kise.
“Ku pikir karena Midorima yang pertama kali menyatakan perasaannya, jadi kencan pertamaku haruslah bersama Midorin fufufu~, Kedua Kise, dan terakhir Akashi. Tee hee~” kata Pinky senang dengan pipi yang memerah karena bahagia tak menyangka menjadi Ratu Harem dalam seketika. :v
“Bagaimana denganku Pinky Kawaii..??” Papa Mbaye kembali menanyakan tak terima ditolak.
Seketika lamunan indah Pinky pudar. Emosinya naik ke level berikutnya.
“Golok mana golok. Nyawamu ada dua ya? Belum pernah ku begal kan?” Pinky geram.
Midorima dan Kise kembali sweatdrop.
“Sebaiknya kau kembali ke hall sekarang Papa Mbaye Shiki. Perintahku adalah mutlak!” Mata Akashi menunjukkan tatapan sadis yang menakutkan.
Papa Mbaye pun pergi meninggalkan mereka dengan sedikit perasaan kecewa.
“Baiklah, semua sudah jelas kan? Kalau begitu sebaiknya kita kembali ke lapangan sekarang, semuanya pasti sudah menunggu kita.” Pinky mengajak semuanya kembali.
“Baiklah.” Jawab ketiga pria tampan yang bersama Pinky.
Skip.
Mereka pun akan memulai kencan mereka bersama Pinky, kencan pertama Pinky bersama Midorima pada hari selasa, kencan kedua bersama Kise pada hari rabu, dan kencan terakhir dan merupakan penentuannya adalah bersama Akashi pada hari kamis. Kencan dilakukan sepulang sekolah sebelum latihan, waktu kencan kurang lebih 3.5 jam karena pulang sekolah jam 2pm dan latihan dimulai jam 6pm.
Kencan Pertama (Hari Selasa) – Midorima
Sepulang sekolah Midorima mengirim pesan kepada Pinky untuk menunggu di depan sekolahnya. Midorima pun datang menjemput Pinky menggunakan mobil pribadinya, padahal biasanya Midorima lebih suka jalan kaki dan menggunakan transportasi umum.
“Wah... baru pertama kali ini aku melihatmu bawa mobil” ucap heran Pinky.
“Ah.. aku hanya ingin memberikan kesan yang berbeda saja di depanmu karena kita akan berkencan. Sudah.. masuklah” seru Midorima.
“Baiklah” Pinky masuk ke dalam mobil. “Ngomong-ngomong kita akan pergi kemana?”
“Ke tempat yang akan memberikan kesan berarti dan keberuntungan untukmu” jawab singkat Midorima.
“Jangan bilang kalau tempat yang akan kita kunjungi adalah tempat keberuntungan aku bersamamu menurut Oha Asa?” tanya Pinky.
“Eh?!.. bagaimana kau bisa tahu?”
“Kau sangat mudah sekali dibaca ya. Haha”
Mereka pun berangkat menuju tempat kencan yang sudah Midorima pikirkan.
“Ahh... Kebun binatang?” seru Pinky.
“Ya, inilah tempat kencan kita”
“Sudah lama aku tak ke kebun binatang.”
“Benarkah? Kalau begitu kita sama”
Mereka kemudian masuk ke kebun binatang setelah membeli tiket masuk. Di sana  mereka melihat berbagai macam binatang, tertawa bersama, makan manisan, memberi makan binatang yang ada, dan berfoto berdua bersama hewan-hewan di sana. Saat sedang berjalan-jalan Midorima kemudian memberanikan dirinya untuk menggengam tangan Pinky.
“Midorima..?” Pinky melirik ke arah tangannya kemudian menatap wajah Midorima.
“Karena ini adalah kencan kita, aku ingin menggenggam tanganmu agar kita beneran tampak seperti sepasang kekasih.” Ucap Midorima.
Pinky blushing. “Aku mengerti.”
Sore itu tampak begitu romantis di kebun binatang. Sesaat sebelum pulang, Midorima melirik boneka beruang warna merah muda yang dijual dekat tempat keluar. Midorima lalu meminta Pinky untuk menunggu di luar dekat mobil. Midorima yang telah membeli boneka beruang warna biru laut berukuran besar tersebut kemudian berniat memberikan surprise kepada Pinky.
“Apa itu yang ada di belakangmu?” tanya Pinky.
“Tadaaa... Ini hadiah untuk kencan pertama kita. Ku harap kau mau menyimpannya dan bisa mengingatku selalu.” Midorima memberikan boneka beruang warna biru laut tersebut kapada Pinky.
“Wahh... terima kasih banyak Midorima-kun” mata Pinky berbinar-binar melihat boneka beruang yang diberikan Midorima.
“Sama-sama. Syukurlah kalau kau senang menerimanya.” Ucap Midorima. “Sekarang sudah waktunya kita untuk pergi ke tempat latihan”
“Ayo”
Kencan hari pertama bersama Midorima pun selesai.
Kencan Kedua (Hari Rabu) – Kise
Hari ini Kise mengajak jalan Pinky ke bioskop. Kise yang tak ingin meninggalkan kesan penakut oleh Pinky mengajak Pinky untuk nonton film horror yang berdurasi hanya 1.5 jam lebih sedikit. Saat mulai menonton Kise menarik nafas panjang untuk mencoba mengontrol emosinya. Namun apa-daya sifat Kise yang penakut membuatnya kocar-kacir saat ada adegan hantunya muncul. Pinky mencoba menenangkan Kise dengan menggenggam tangannya. Setidaknya itu membuat Kise lebih tenang sedikit. Kise menatap Pinky dengan senyuman penuh cinta. Pinky hanya makan popcorn yang ditaruh di pahanya sambil asik menonton film horrornya dan menggenggam tangan kiri Kise dengan tangan kanannya.
Saat Kise kembali mencoba menonton film horrornya dan ‘Duarrr’ hantunya membuat para penonton terkejut. Kise teriak lalu reflek memeluk Pinky yang berada di samping kirinya. Popcornnya jatuh ke lantai.
“Kise...?!” wajah Pinky memerah karena dipeluk erat Kise. “Sudah.. hantunya sudah tidak ada.”
Kise lalu modus, “Biarkan aku tetap memelukmu seperti ini Pinky-chan. Jujur aku memang tak berani kalau berhubungan dengan hal horror dan sebagainya ssu~. Tapi memelukmu seperti ini membuatku merasa nyaman dan jauh lebih tenang dari sebelumnya Pinky-chan”
“Fuuuh~ dasar manja kau Kise-kun” Pinky lalu membiarkan Kise memeluknya dan lalu mengelus kepala Kise.
Akhirnya filmnya berakhir. “Kise filmnya sudah selesai.. Hah?! Dia malah tertidur. (Apa aku harus membangunkannya? Tak enak juga dilihat yang lain.) Kise... Kise bangun..” ucap Pinky.
“Hah? Ada apa Pinky-chan?” tanya Kise sambil mengusap matanya.
“Filmnya sudah selesai. Apa kita mau tetap tinggal di sini terus?” seru Pinky.
“Kalau itu mau-mu Pinky-chan.”
“Jangan bercanda Kise-kun”
“Iya.. iya baiklah. Setelah ini kita akan pergi ke suatu tempat, waktunya juga masih cukup” seru Kise sambil melihat jam di tangan kirinya.
Mereka kemudian turun ke Mall bagian bawah dan berjalan keluar sedikit dan tiba.
“Tempat Karaoke?” seru Pinky.
“Iya, Pinky-chan. Karena ini adalah kencan kita, aku ingin kau mengenal salah satu hobby favoritku, yaitu Karaoke.” Ucap Kise antusias.
“Aku hanya beberapa kali ke tempat karaoke saat bersama teman-teman smp-ku dulu. Tapi kupikir tempat karaoke itu memang menyenangkan.”
“Iya, tentu saja Pinky-chan. Ku harap karaokean hari ini akan jauh lebih berarti karena aku yang akan menyanyikan lagu romantis untukmu dengan suara merduku ini ssu~” seru Kise. “Baiklah ayo kita masuk dan memesan tempat.”
Mereka pun memesan tempat, masuk dan mulai bernyanyi menyanyikan lagu-lagu cinta. Pinky dan Kise begitu terbawa suasana romantis saat bernyanyi, mereka menyanyi bersama, bergantian dan sesekali tertawa bahagia. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5.55pm.
“Kise!!! Udah jam segini, kita harus segera pergi ke tempat latihan. Ah.. tidak, kita pasti akan terlambat.” Seru Pinky sambil menahan tangis.
“Jangan panik Pinky-chan kita bisa membuat alasan nanti.” Seru Kise.
Mereka pun segera pergi menuju tempat latihan. Setibanya di sana Kise membuat alasan bahwa mobilnya bannya bocor yang menyebabkan Pinky dan Kise jadi terlambat. Akashi memarahi kecerobohan Kise. Pak pelatih hanya memperingatkan agar kejadian tersebut tak terulang lagi.
Pinky POV
“Hari ini kencanku bersama Kise telah selesai. Kalau aku bandingkan antara Kise dan Midorima, semuanya mempunyai kelebihan masing-masing. Keduanya mampu membuatku merasa nyaman dan sepertinya aku memang naksir mereka berdua. Tapi soal cinta aku belum bisa memutuskan. Akan tetapi bila harus menentukan siapa yang lebih unggul diantara mereka berdua,... Jujur aku sendiri bingung.” Pinky memeluk boneka beruang yang diberikan Midorima sambil tiduran di ranjang.
“Jadi siapa yang lebih unggul dari mereka berdua ya? Kalau boleh aku berkata seperti ini, antara Midorima dan Kise aku mau katakan perasaanku kepada mereka seimbang atau sama. Huft... mana boleh begitu?! Ahh... aku pusing...” tak terasa dalam pikirannya seperti itu, Pinky pun terlelap bersama boneka beruang warna biru laut yang diberikan Midorima.
Kencan Penentuan (Hari Kamis) – Akashi
Akhirnya tibalah saat Akashi untuk berkencan dengan Pinky. Hal ini juga merupakan kencan terakhir atau penentuan dari siapa yang nantinya akan menjadi pilihan Pinky sebagai pacarnya. Akashi sudah berada di depan sekolah Pinky. Beberapa saat kemudian Pinky keluar.
“Akashi-kun!! Kau sudah menunggu lama?” teriak Pinky yang segera bergegas menuju Akashi.
“Ah.. tidak. Aku belum lama tiba. Aku tiba sesuai waktu kalian keluar sekolah.” Ucap Akashi.
“Akashi memang selalu tiba tepat waktu ya.” Puji Pinky. “Jadi mau kemana kita hari ini?”
“Sebelum kita ke tempat utama. Aku ingin mengajakmu makan dulu. Kau pasti lapar?”
“Iya, kau tau saja. Kita akan makan dimana?” tanya Pinky.
“Kita akan makan di cafe dekat sini, nama cafenya cafe Moela.” Ucap Akashi.
“Oh iya aku tau cafe itu.”
“Iya cafenya hanya berada 1.5km dari sini.”
“Ngomong-ngomong kenapa kau tidak bawa mobilmu? Tak biasanya.” Tanya Pinky penasaran.
“Iya, aku ingin merasakan kencan yang sederhana bersamamu hari ini” jawab Akashi.
“Begitukah?”
“Iya”
“Aku mengerti.”
Mereka lalu makan sore di cafe Moela, selesai itu mereka naik bus menuju ke suatu tempat. Turun dari bus..
“Aku mengerti, kamu ingin mengajakku ke pantai kan?” tanya Pinky.
“Iya. Ayo..” ajak Akashi berjalan beberapa meter ke arah pantai. “Kita tiba..”
“Wahh... indahnya!!” ucap Pinky kagum sekaligus terpesona oleh keindahan pantainya.
“Ini adalah tempat yang sering ku kunjungi dulu bersama ayah dan ibuku. Ini adalah tempat yang sangat spesial bagiku. Dan kau, kau adalah wanita pertama yang ku ajak kemari bersamaku.” Terang Akashi.
“Terima kasih.. tempat ini sungguh indah.” Ucap Pinky.
“Pinky.. terimalah ini.” Akashi menunjukkan sebuah kalung liontin bertuliskan ‘Cinta Abadi’ di belakang kalungnya. “Ini adalah peninggalan ibuku. Katanya aku harus memberikannya kepada orang yang benar-benar aku cintai. Dan aku yakin orang yang sungguh kucintai itu adalah kau” ucap Akashi.
Pinky blushing. “Akashi..-kun..” sepertinya Pinky sudah menemukan pilihannya.
“Bolehkah aku memakaikannya untukmu?” tanya Akashi.
“Dengan senang hati” ucap Pinky bahagia.
Akashi pun memakaikan kalung tersebut. Mereka lalu berjalan-jalan di pantai sambil mengobrol. Pinky yang merasa sangat bahagia lalu berlari ke arah pantai bermain air. Akashi mengejarnya dan mereka berdua lalu malah main air basah-basahan. Mereka tampak begitu menikmatinya dan sangat bahagia.Tiba-tiba...
“Ahh.. tolong!!! Ukh.. *Blub blub blub* Akashi.. tolong... tolong aku.. Akashi... *blub blub* tolong...” Pinky sudah mau tenggelam karena terseret ombak, ternyata Pinky tak bisa berenang.
 Akashi yang panik melihat kejadian tersebut segera bergegas menyelamatkan Pinky yang terseret ombak. Akashi begitu berusaha keras menyeret Pinky keluar dari air. Akhirnya Pinky pun bisa tertolong dan dibawah ke tepi pantai. Dengan cepat Akashi segera melakukan CPR agar air yang tertelan bisa keluar dan Pinky bisa sadar kembali. Selang beberapa saat.
“Uhuk.. Uhuk.. Uhuk.. Akashi-kun.. Ah?! Kalungnya?” Pinky siuman dan segera tersadar untuk memastikan apakah kalung yang diberikan Akashi masih ada atau tidak. “Syukurlah.. masih ada”
“Bodoh!! Kau nyaris mati dan kau malah sempat-sempatnya memikirkan kalung pemberianku. Itu sama sekali tidak penting, yang terpenting itu adalah keselamatanmu. Bodoh!” ucap Akashi keras sambil sedikit meneteskan air mata. “Kalau kau kita tidak bisa berenang jangan coba-coba lagi untuk berada agak jauh ke dalam air, itu sungguh membuatku khawatir. Sepertinya kau harus diberi pelajaran les berenang olehku.”
“Maafkan aku Akashi-kun, terima kasih.. Ngomong-ngomong bagaimana caranya kau bisa menyelamatkanku?” tanya Pinky penasaran.
“Aku melakukan CPR” ucap Akashi singkat.
“Apa?!! Jadi kau telah menciumku?” Pinky kaget.
“Ya, begitulah. Ini demi kebaikanmu.”
“Padahal ciuman pertamaku seharusnya bersama kekasihku yang benar-benar aku cintai!” seru Pinky merengek.
“Kalau begitu jadikan aku kekasihmu yang benar-benar kau cintai!” tegas Akashi.
Pinky tersentak pelan, “ Akashi-kun...” wajah Pinky memerah.
“Kalau begitu, biarkan aku memberikanmu first kiss yang sebenarnya..” ucap Akashi.
[‘Warning’ anak di bawah umur dilarang terus melanjutkan membaca cerita ini :v]
Akashi mendekatkan wajahnya ke wajah Pinky. Bibir mereka bersentuhan. Pinky menerima ciuman lembut dari Akashi.
*kiss*
*kiss*
*kiss*
“Rasanya seperti Orange?” ucap Pinky.
“Ya, tadi kan aku minum jus Orange” terang Akashi yang lalu melanjutkan ciumannya.
*censored*
*censored*
*censored*
*CENSORED WOI!!* >.<
“Berarti dengan ini aku resmi menjadi pacarmu” ucap Akashi.
“Iya..” Pinky mengiyakan lalu menarik kepala Akashi lagi dan kembali menciumnya.
Skip.
“Pakaian kita basah, aku tau toko baju dekat sini. Ayo kita singgah membeli pakaian. Waktu kita masih 54 menit lagi. Masih bisa, ayo!” ajak Akashi.
Mereka pun mengganti pakaian mereka. Akashi lalu menyewah sebuah motor ditempat penyewaan kendaraan. Akashi langsung tancap gas menuju tempat latihan, sementara dijalan Pinky lalu memeluk erat Akashi. Sekarang dia yakin bahwa orang yang dia cintai adalah orang yang berada tepat di depannya yang lagi dipeluknya ini, yaitu Akashi Seijuurou. Kapten basket tim Vorpal Swords, juga kapten basket dari SMA Rakuzan.
TBC.

No comments:

Post a Comment

Be careful to comment!

Daily Quotes of Holy Bible

Daily Quotes of Holy Bible