.::| Prasetyo Peuru Henry Putra | @peuru.id | prasetyopeuru@gmail.com | +6281287553107 | Indonesia Raja | tabloidjejak.com | prasetyopeuru.com | Family: Peuru Modaso - Kawung Kumolontang | Mia Mori Kawanua | Single but happy and calm! | Haleluya! | Tuhan YESUS adalah Tuhanku untuk selama-lamanya. Amen. | Dalam nama Yesus terpujilah nama-MU Tuhan YME. Amin. | Praise The LORD Above all names Lord JESUS Christ. Hallelujah! by Mr. POPUHYPAZ. (Tyo) | Times Young Organization. #JESUSINSIDE #JESUSFIRST then #youallguys! Haleluya! Thanks My Jesus :) |::.

Total Tayangan Halaman

Followers

Instagram

Flag Counter

free counters

Unggulan

Best of Jesus

Best of Jesus Dibuat oleh Prasetyo Peuru Henry Putra. Hal yang paling kusukai dari Tuhan Yesus ketika masih di dunia dan naik ke ...

Sabtu, 26 September 2015

Yesusku

Yesus kuperlukan kasihMu
datanglah hadir memenuhi hatiku
kubutuhkan Engkau
kuinginkan bersukutu denganMu
hanya Engkau yang mampu membuat hatiku tenang
didalam lawatanMu
kutemukan cinta sejati yang menguatkan aku
Engkaulah segalanya yang terindah bagiku
tiada yang lain
hanya engkau Tuhan
terutama di hidupku
Yesus...
lawatlah mataku, hatiku seluruh sepenuhnya diriku biarku bisa melihatmu kembali seperti dahulu kita bersama untuk selamanya Amin ya Yesusku Haleluyah selamanya bagi namaMu :')

Bersama Khayalku

Dalam khayal ku melayang
Aku sendiri di sini terdiam
Namun pikiran ku pergi entah kemana
Ke dunia yang sebenarnya ku ciptakan sendiri
Untuk ku nikmati mengusir sepihku
Aku menikmatinya, masa bodoh membuang waktuku
Aku tak berdaya dengan dunia ini
Dalam diriku ku bisa bahagia
Bersama Khayalku


tymagination
@PrasetyoPeuru

dari peurutyo@gmail.com di draft blog tymagination.blogspot.com

A KUROKO NO BASUKE FANFICTION AKASHIxPINKY STORY ch.07

A KUROKO NO BASUKE FANFICTION
AKASHIxPINKY STORY
By : Prasetyo Peuru Henry Putra
Disclaimer by : Fujimaki Tadatoshi
Rated : T+
Genre : Sport, Romance, Friendship, Comedy, Drama (?)
Chara :
- Akashi Seijuurou
- Pinky Kawaii CL
- Kise Ryota
- Midorima Shintaro
- Aomine Daiki
- Murasakibara Atsushi
- Kagami Taiga
- Kuroko Tetsuya
- Momoi Satsuki
- Hyuga Junpei
- Aida Riko
- Kiyoshi Teppei
- Izuki Shun
- Takao Kazunari
- Papa Mbaye
- Kagetora Aida
- Natsumi Hiyori
- Nash Gold Jr
- Jason Silver
- A
- B
- C
- Nijimura Shuzo
Warning :
- OOC
- OOT, etc
Part Sebelumnya;
Natsumi mengeluarkan air mata yang membasahi pipinya yang memerah, “Kise-kun. Iya, aku mau menjadi pacarmu.”
Merekapun keluar dari cafe Lamoe, tempat dimana kisah cinta mereka dimulai. Dan Kise mengantar pulang kekasihnya ke tempat tinggalnya.
Skip
Malam itu Natsumi begitu bahagia. Dia menceritakan segala yang terjadi kepada Pinky. Pinky dan Akashi jadi tak perlu lagi untuk membantu mencomblangi Natsumi dan Kise. Dan entah kenapa Pinky bisa merasa lebih lega dan turut senang dengan kebahagiaan temannya.
Story 1 part 7: Pertandingan Dimulai
Hari ini hari senin, dua hari lagi adalah pertandingan tim Vorpal Swords melawan tim Jabberwock dari Amerika. Akashi dan Kise menjemput Pinky dan Natsumi di sekolahnya, mereka bersama-sama menuju ke tempat latihan. Natsumi ikut karena ingin menyaksikan mereka berlatih, terutama untuk menyaksikan Kise kini. Untunglah Natsumi masih bisa sempat menyaksikan latihan mereka, karena ini merupakan latihan terakhir mereka.
“Teman-teman.. perkenalkan pacarku. Dia ingin menyaksikan latihan kita. Namanya Natsumi Hiyori-chan, dia sahabatnya Pinky. Kami baru saja jadian sabtu kemarin.” Ucap Kise bersemangat.
“Wah.. selamat ya Kise. Pacarmu manis sekali” << :p . Ungkap teman-teman setim.
“Hah?! Kau sudah punya pacar? Bagaimana bisa? Cepat se-...” ucapan Midorima langsung dihentikan Kise.
“Tak usah kaget begitu. Ini sudah menjadi takdirku Midorima-cchi. Sebaiknya kau juga buru-buru cari pacar juga. Oke. Tee hee~” Kise berkata sambil menunjukkan isyarat agar Midorima tak membahas masalah mereka tentang Pinky lagi.
Setelah semuanya berkenalan dengan Natsumi...
“Ya, baiklah. Teman-teman.. Ayo kita mulai latihan hari ini!” Ucap Akashi.
“Natsumi-chan.. sebelah sini!” Pinky mengajak Natsumi duduk menyaksikan latihan di sampingnya.
“Natsumi kau di tengah saja, aku ingin mengobrol sebentar denganmu.. Boleh ya? :)” Momoi mengajak Natsumi berbicara.
“Baiklah..” Natsumi mengiyakan.
“Teman-teman, aku mau pergi menemui pelatih dulu ya” Riko pergi sebentar.
“Iya..” ucap Pinky, Natsumi dan Momoi.
Momoi dan Natsumi pun berbicara panjang lebar tentang hubungan Natsumi dan Kise, juga tentang persahabatannya dengan Pinky. Pinky ikut menceritakan tentang pershabatan mereka. Kemudian mereka memperhatikan latihan para pemain dan membahas permainan mereka. Karena hal itu mereka mulai membahas para pemain dengan tidak objektif lagi dan malah membahas tentang kelebihan pacar mereka masing-masing. Momoi yang terus-terusan membanggakan Kuroko, Natsumi yang terus memuji Kise, dan Pinky yang juga membanggakan kehebatan Akashi, tak mau kalah Riko yang ikut nimbrung dan mengucapkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki Hyuga setelah kembali dari tempat pelatih. Setelah itu mereka pun akhirnya tertawa bersama-sama karena malah jadi tidak fokus dengan latihannya. Para pemain terhenti sebentar karena bingung dengan tingkah para gadis yang tiba-tiba tertawa serentak. Latihan pun selesai dengan kekompakan yang luar biasa, mereka sudah siap untuk pertandingan melawan Jabberwock. Besok sore jam 3, mereka akan kembali lagi berkumpul untuk pembahasan tentang strategy dan penyusunan pemain sebelum hari H, yaitu hari Rabu.
Sore ini Pelatih Kagetora membahas strategy agar lebih matang lagi untuk para pemain. Dengan begini telah terpilih untuk pemain starter kapten Akashi Seijuro (PG), Aomine Daiki (PF), Murasakibara Atsushi (C), Midorima Shintaro (SG) dan Kuroko Tetsuya (SF). Akashi akan berhadapan dengan kapten lawan Nash Gold, Murasakibara berhadapan dengan Jason Silver, Aomine berhadapan dengan A, Midorima berhadapan dengan B, dan Kuroko berhadapan dengan C.  Sekitar 2 jam membahas untuk pertandingan besok, rapat pun selesai. Natsumi sudah menunggu daritadi di luar. Sebenarnya Natsumi boleh saja ikut masuk ke dalam, tapi dia menolak dan berkata untuk menunggu di luar saja.
“Maaf ya membuatmu menunggu kami lama.” Ucap Pinky tak enak namun tetap memahami temannya.
“Natsumi-chan.. harusnya kau di dalam saja. Pasti kau bosan di sini sendiri. Maaf ya” Kise.
“Gak pa-pa kok. Um.. kalihan sudah selesai rapat kan? Bagaimana kalo sekarang kita pergi makan-makan?” Natsumi langsung mengajak mereka pergi makan.
“Itu ide yang bagus, ayo kita pergi makan bersama..” Pinky setuju sambil menarik lengan Akashi.
“Baiklah” Akashi setuju.
“Oke..” Kise juga setuju *cepet banget move on nya :v*.
“Wah.. kalian mau makan bareng ya? Kita ikut ya?” Momoi meminta bergabung sambil mengajak pacarnya Kuroko dan sahabatnya Aomine untuk ikut bersama.
“Kami juga ikut ...” yang lainnya.
Akhirnya sore ini mereka pergi makan bersama, seluruh tim Vorpal Swords bersama Natsumi. Tak terkecuali pak pelatih juga ikut bersama. Hari itu mereka tampak begitu bergembira, beban untuk permainan besok pun terasa lenyap.
Skip.
Hari H pun tiba, pertandingan tim Vorpal Swords vs tim Jabberwock akan dimulai pada jam 4 sore.
“Pinky-chan hari ini kita pasti akan menang!” Akashi yakin.
“Iya..” Pinky mengiyakan.
“Disaat kemenangan tim kita teraih, aku akan memberikanmu hadiah yang special di depan umum!” ucap Akashi.
“Apa itu Akashi-chan?” tanya Pinky.
“Kau akan tau nanti! :)” jawab Akashi.
Pinky tambah penasaran.
Pertandingan pun segera dimulai. Sedang Natsumi berada di bangku penonton di belakang tim Vorpal Swords. Natsumi berteriak memanggil Kise dan melambaikan tangannya. Kise yang mendengarnya berbalik melihat dan membalas lambaian tangan Natsumi. Para penonton terutama para fans perempuan yang mendukung Kise, menatap heran ke arah mereka berdua. Tentunya para fans perempuan tersebut tampak jealous terhadap Natsumi. :v
Kedua tim telah berdiri di lapangan dan saling memberi salam. Murasakibara dan Silver bersiap untuk melompat memperebutkan bola. Bola berhasil direbut oleh Murasakibara dan ditangkap oleh Akashi. Akashi meberikan kode agar rekan setimnya siap diposisi mereka masing-masing sesuai dengan formasi yang telah direncanakan. Gold mencoba menghadang Akashi, Akashi segera mengoper bola ke Kuroko yang tidak dijaga. Kuroko langsung melakukan Phantom Shot, skor 2-0 untuk tim Vorpal Swords. Awal permainan tim Vorpal Swords berhasil mengungguli keadaan, skor quarter pertama 20-16.
Di quarter ke dua para pemain Jabberwock mulai serius, terutama Jason Silver. Dia berhasil melewati Aomine yang tercepat dan berhasil mengalahkan Murasakibara yang terkuat dengan dunknya. Jason Silver berkata dengan sombong dan meremehkan mereka. Aomine dan Murasakibara tampak kesal meski tak begitu mengerti dengan ucapannya. Shoot Akashi bahkan berhasil di block dan langsung melakukan serangan balik dengan melakukan teknik Windmilk Dunk. Melihat alur permainan yang mulai memburuk, pelatih Kagetora langsung melakukan time out, skor sementara 24-33 Jabberwock memimpin. Pelatih melakukan pergantian pemain, Akashi, Murasakibara dan Midorima keluar, digantikan dengan Kiyoshi, Kagami dan Kise (Triple K masuk :3). Sekarang Kuroko diminta berhadapan dengan Gold, Kagami dan Aomine menjaga Silver, Kise berhadapan dengan A, Kiyoshi berhadapan dengan B, dan C dibiarkan namun tetap diawasi oleh Kiyoshi. Pertandingan-pun dilanjutkan, Silver memegang bola mengarah ke arah Kise, Kise mencoba menahan namun berhasil dilewati. Saat berada dekat under ring, Silver mencoba untuk melakukan dunk. Namun dengan sigap Kagami segera mencoba untuk memblock Silver. Silver sempat kaget dengan lompatan Kagami yang sama tinggi dengannya, akan tetapi itu masih belum cukup untuk menghentikan Silver. Disaat itu Aomine datang dan ikut membantu memblock Silver, Double Team! Dunk Silver berhasil digagalkan. Bola diambil Kiyoshi dan segera dilempar ke tempat lawan. Tim Jabberwock tertawa karena tak ada seorangpun di sana. Tiba-tiba muncul Kuroko yang siap menerima bola, bola segera dibawa menuju ring lawan.
“Inilah serangan balik kami!” ucap Kuroko sambil melakukan lane up. :’v
Bola berhasil masuk. Pertandingan mulai memanas, sedikit demi sedikit tim Vorpal Swords mulai mengejar skor tim Jabberwock. Akan tetapi diselisih angka yang mulai menipis 43-45 dan quarter ke dua yang hampir berakhir, tim Jabberwock meminta time out. Dan kini mata para pemain Jabberwock terlihat lebih memanas, terutama untuk kapten mereka Nash Gold Jr.
“Kalian pikir bisa mengalahkan kami?” ucap Nash Gold saat menghadang Kuroko.
Kuroko melakukan Vanishing Drive, Gold dengan sigap segera menyusul Kuroko dan merebut bola dari tangan Kuroko. Nash Gold melakukan serangan balik. Kagami dan Aomine segera berlari menyusul untuk menghadang Nash Gold.
Dengan tatapan seriusnya, “Rasakan ini!!” Gold melakukan drible dewanya di depan Aomine dan Kagami. Aomine dan Kagami dibuat tak berkutik menghadapi Gold. Kuroko, Kise dan Kiyoshi (Triple K lagi :v. Fujimaki Tadatoshi kebanyakan ngasih nama dari huruf K. Lol) segera menghampiri mencoba untuk membantu pertahanan. Kuroko coba melakukan Steal, akan tetapi kecepatan drible Nash Gold membuat hal tersebut gagal dilakukan. Gold membuat semua pemain Vorpal Swords di lapangan tak berkutik. Puas dengan hal tersebut dan melihat waktu quarter dua yang sudah mau berakhir, Gold lalu mengakhirinya dengan keluar area 2 point(lupa istilahnya apa, you know-lah what I mean) dan segera melakukan shoot 3 point dengan santainya sebagai tanda kemenangan juga penghinaannya terhadap tim Vorpal Swords. Skor quarter ke dua berakhir dengan keunggulan Jabberwock, 43-48.
Pinky memberikan masukan kepada pelatih Kagetora untuk mengganti Aomine, Kagami, dan Kise. Riko sependapat dengan Pinky. Pak Pelatihpun menyetujui masukan tersebut. Mereka kemudian digantikan oleh Akashi, Murasakibara dan Izuki. Akashi dan Murasakibara tampak lebih siap setelah mengamati pergerakan lawan dan mendapat informasi dari Momoi dan Riko. Izuki juga sudah siap dengan pengarahan dari pak pelatih Kagetora.
Quarter ke tiga dimulai.
“Majulah Saber Work!!” teriak Izuki. Maksudnya adalah plesetan dari nama tim Jabberwock.
Tim Jabberwork tampak facepalm semua mendengar teriakan dari Izuki. Hal tersebut membuat keseriusan  dan emosi tim Jabberwock yang tadinya begitu meluap-luap jadi lebih menurun. Rekan setim Izuki juga merasakan hal yang sama, namun mereka tampak lebih terbiasa karena sudah sering mendengar lelucon Izuki. Kecuali dengan Takao yang sedari tadi ngakak sehabis-habisnya mendengar ungkapan dari Izuki senpai.
“Seperti biasanya Izuki senpai begitu konyol dengan guyonannya. Namun hal ini justru membawa dampak yang bagus.” ungkap Pinky.
“Kau benar” disusul ucapan setuju dari Pak Pelatih dan para manajer.
Akashi mendrible bola ke depan, rekan setim telah bersiap di tempat. Nash Gold meremehkan Akashi. Dengan cepat Akashi melakukan Angkle Break dan Gold berhasil jatuh karena kehilangan keseimbangan. Silver segera menghadang Akashi, Gold juga segera bangkit untuk mengejar Akashi. Namun sesuai perkiraan Akashi, bola tersebut langsung di oper ke Murasakibara yang telah bersiap di area under ring tanpa penjagaan lawan. Dunk!! Vorpal Swords sukses mencetak angka pertama di awal quarter ke tiga.
Kini pertandingan mulai sengit, Nash Gold menunjukkan taringnya(you knowlah). Bagaimana Akashi dan kawan-kawan mengahadapi teknik drible dan penguasaan bola yang begitu cepat, akurat, serta indah seperti sihir milik Nash Gold Jr? Nash Gold pun maju. Sesuai pengamatan Akashi dan informasi dari para manajer juga pelatih, Akashi mulai mengerti dengan gaya bermain Gold dan bagaimana cara mengatasinya. Tibalah saat dimana Gold berhadapan langsung lagi dengan Akashi secara serius. Gold memulai gerakannya, namun dengan Emperor Eye Akashi, Akashi segera mendesak sambil melakukan Angkle Break Defence (anggep aja teknik barunya Akashi) dan dengan cepatnya  segera men-steal bola kemudian berlari secepat kilat ke ring lawan lalu melakukan lay up. Sontak saat itu Nash Gold Jr begitu tercengang karena salah satu teknik andalannya berhasil dipatahkan, ditambah Angkle Break Defence milik Akashi berhasil membuatnya terjatuh dan jelas itu membuatnya tak bisa berkata-kata sombong lagi. Efek tersebut sungguh membuat permainan Jabberwock jadi kacau. Bagaimana tidak, pertarungan antar kapten dan tentang harga diri tersebut, Akashi berhasil menghancurkan keangkuhan seorang Nash Gold Jr yang berdampak pada rekan setimnya. Permainanpun kembali dikuasai tim Vorpal Swords, tim Vorpal Swords sedang berada di atas angin. Time Out!! Tim Jabberwock meminta time out.
Apakah yang akan segera muncul setelah time out selesai? Sesuatu yang menarik telah menanti!
Pergantian pemain dari tim Jabberwock. C diganti dengan seorang pemain keturunan Jepang-Amerika, Ayahnya orang Jepang yang telah berkewarganegaraan Amerika dan Ibunya tentunya adalah orang Amerika asli(Indian berarti ya?? Gak ngerti juga //abaikan). Pemain tersebut namanya adalah ....
‘Nijimura Shuzo’(weks terserah authlah ya? :v . Bener gak sih namanya?)
Tim Vorpal Swords tercengang. Mereka tak mempunyai informasi sedikitpun tentang orang tersebut (ceritanya, iyain ajalah. Lanjut...).
“Dari pengamatanku, statistik karakteristik tubuhnya menunjukkan sesuatu yang luar biasa. Memang berbeda dengan Silver yang mempunyai tubuh karunia Dewa tersebut, juga dengan Gold, akan tetapi aku bisa memastikan dia memiliki sesuatu yang tersembunyi dan luar biasa.” Ungkap Aida Riko.
Pelatih menatap anaknya Riko serius, juga para manajer dan para pemain cadangan Vorpal Swords. Apakah yang akan terjadi di pertengahan quarter ke tiga ini? Permainan pun dilanjutkan. Bola dibawa oleh Akashi, Nash Gold kembali menghadapi Akashi. Akashi tampak akan kembali menggunakan Angkle Break, akan tetapi Gold segera mundur ke belakang sesaat sebelum Akashi membuat Gold terjatuh dengan Angkle Break milik Akashi. Teknik Akashi berhasil dipatahkan sesuai perkiraan dari Nijimura kepada kapten mereka Nash Gold Jr. Dengan cepat Gold mencoba merebut bola dari Akashi namun dengan sigapnya Akashi segera mengoper bola tersebut ke rekan setimnya Izuki. Akan tetapi.., ternyata di sana ada Nijimura yang bersiap mensteal bola operannya Akashi. Bola berhasil direbut, Nijimura langsung berlari ke depan menuju ring dari tim Vorpal Swords. Murasakibara dengan kecepatan penuh kemudian menyusul Nijimura dan mencoba untuk menghalanginya. Sayangnya percuma, pertahanan Murasakibara yang begitu ketat dengan mudahnya dibobol. Bahkan Nijimura berhasil mengolongi Murasakibara yang membuat rekan setimnya tambah bersemangat, Nijimura berhasil menjadi pemicu dimomen penting tersebut yang nantinya akan membuat tim Jabberwock kembali sulit untuk dikalahkan. Meski pertahannya berhasil dilewati, Murasakibara tetap mencoba kembali mengejar Nijimura yang akan melakukan Dunk. Murasakibara mengeluarkan semua kemampuannya untuk memblock lawan dari arah belakang. Akan tetapi sekali lagi, dengan kegesitan Nijimura dia membuat putaran menghindar di udara dan melakukan Dunk dengan badan terbalik (inget aja gaya dunknya Aomine di manga KnB Extra Game chap. 3, mungkin semacam itu-lah). Tim Vorpal Swords yang tadinya telah memimpin kembali, kini mendapat ancaman baru dari serangan Nijimura barusan. Kini tim Jabberwock mulai kembali mengejar ketertinggalan beberapa angka dari tim Vorpal Swords dan akan mulai melewati dengan cepat apabila tak diambil tindakan secepatnya. Melihat hal tersebut akhirnya pelatih kembali meminta time out. Pelatih Kagetora kembali membongkar penyusunan pemain dengan mencadangkan Izuki, Murasakibara, Kiyoshi dan Kuroko, diganti dengan Midorima, Takao, Hyuga dan Kagami. Hal itu dilakukan setelah melihat kemampuan Nijimura yang begitu hebat dan unik, dimulai dari pengamatan dan pembacaan situasi yang akurat, kelincahan dan kegesitan yang luar biasa, kecepatan yang menurut Riko belum dikeluarkan semuanya, penguasaan bola yang ter-asah dengan sempurna seperti pemain pro dan ketamvanan yang membuat para gadis-gadis meleleh dan berpaling. :’v (abaikan yang terakhir, anggap auth lagi mavok. Maklum kalimat barusan pas udah diedit dan dikerjainnya saat malem bis pulang kerja //curhat. Auth mah gitu orangya :v)
Permainan dilanjutkan kembali dengan skor yang masih menunjukkan angka 74-70. Akankah pergantian pemain secara berlebihan ini akan menunjukkan hasilnya? Bisakah Vorpal Swords menjaga keunggulannya atau meninggalkan jauh skor dari Jabberwock? Atau malah sebaliknya, Jabberwock menunjukkan kehebatan mereka dan menghancurkan permainan Vorpal Swords meski dengan pergantian pemain sebanyak itu? Gold membawa bola maju ke depan ke arah pertahanan lawan, rekannya sudah berdiri di tempat strategis mereka masing-masing. Nijimura dijaga ketat oleh Midorima. Kagami menjaga Silver, Takao menjaga A, dan Hyuga menjaga B. Kini Gold berhadapan kembali dengan Akashi, namun tanpa keraguan dan kekhawatiran sama sekali, Gold tampak percaya diri dan melaju cepat.!
TBC

A KUROKO NO BASUKE FANFICTION AKASHIxPINKY STORY ch.06

A KUROKO NO BASUKE FANFICTION
AKASHIxPINKY STORY
By : Prasetyo Peuru Henry Putra
Disclaimer by : Fujimaki Tadatoshi
Rated : T+
Genre : Sport, Romance, Friendship, Comedy, Drama (?)
Chara :
- Akashi Seijuurou
- Pinky Kawaii CL
- Kise Ryota
- Midorima Shintaro
- Aomine Daiki
- Murasakibara Atsushi
- Kagami Taiga
- Kuroko Tetsuya
- Momoi Satsuki
- Hyuga Junpei
- Aida Riko
- Kiyoshi Teppei
- Izuki Shun
- Takao Kazunari
- Papa Mbaye
- Kagetora Aida
- Natsumi Hiyori (+Added Chara)
- (Next...;.)Gold
- (Next...;.)Silver
- (Next...;.)A
- (Next...;.)B
- (Next...;.)C
- (Next...;.)Perungguh J Ch.
- (Next...;.)NijimuraShuzou
- (Next...;.)Whiteys Tanker Bee
- (Next...;.)Blackshaderz Thunder Bolts
Warning :
- OOC
- OOT, etc
Part Sebelumnya;
“Pakaian kita basah, aku tau toko baju dekat sini. Ayo kita singgah membeli pakaian. Waktu kita masih 54 menit lagi. Masih bisa, ayo!” ajak Akashi.
Mereka pun mengganti pakaian mereka. Akashi lalu menyewah sebuah motor ditempat penyewaan kendaraan. Akashi langsung tancap gas menuju tempat latihan, sementara dijalan Pinky lalu memeluk erat Akashi. Sekarang dia yakin bahwa orang yang dia cintai adalah orang yang berada tepat di depannya yang lagi dipeluknya ini, yaitu Akashi Seijuurou. Kapten basket tim Vorpal Swords, juga kapten basket dari SMA Rakuzan.
Story 1 part 6: Pilihan Pinky x Pertemuan Kise dan Natsumi, Takdir Cinta
Dalam perjalanan.
“Pinky” panggil Akashi.
“Ya, ada apa Akashi?” tanya Pinky.
“Setibanya kita di tempat latihan, kau harus mengatakan kepada Midorima dan Kise bahwa kita telah resmi pacaran. Artinya pilihanmu adalah aku. Oke..”
“Baiklah, aku mengerti”
Akashi dan Pinky pun tiba di tempat latihan mereka.
“Syukurlah kita datang tepat waktu.. Huft” ucap Pinky.
“Aku selalu datang tepat waktu, semua sudah teratur sesuai rencanaku.” Ungkap Akashi.
“Eh??”
“Sekarang kita lihat apakah Midorima dan Kise sudah datang atau belum” Akashi ingin segera menunjukkan kemenangannya kepada Midorima dan Kise.
Merekapun masuk ke dalam hall basket.
“Kise! Midorima! Kemarilah sebentar.” Panggil Akashi.
“Ada apa Akashi/-cchi?” tanya Midorima dan Kise.
“Ada yang ingin Pinky katakan pada kalian tentang hasil dari kencan kita saat ini. Sebaiknya kita keluar sebentar, tidak enak hal ini dibicarakan di sini.” Jelas Akashi.
“Baiklah kami mengerti.” Ucap Midorima dan Kise.
Skip
“Jadi Pinky, katakanlah siapa pilihanmu setelah kencan diantara kami bertiga?” tanya Midorima.
“Ya kita menunggu hasilnya. Semoga aku Pinky-chan..” ucap Kise.
Midorima menatap jutek kepada Kise. Sedang Akashi hanya tersenyum, sepertinya dalam hatinya dia ingin tertawa karena ini jelas kemenangan telak.
“Baiklah. Setelah aku berkencan di antara kalian selama 3 hari, aku akhirnya menyadari perasaanku yang sebenarnya terhadap kalian. Kalian semua adalah pria yang baik dan menyenangkan. Namun meski begitu aku tetap harus memilih salah satu di antara kalian yang benar-benar aku cintai. Dan akhirnya aku sudah menemukan orang tersebut. Orang itu adalah... Akashi Seijuurou-chan!! Dialah pilihanku.” Ungkap Pinky.
“Haaaaaahhh???! Akashi Seijuurou-chan??!!” Midorima dan Kise shock sambil melongo.
“Itulah kenyataannya, aku selalu menang. Dan sesungguhnya aku dan Pinky memang adalah pasangan yang tepat yang ditakdirkan untuk bersama. Ku harap kalian bisa mengerti.” Jelas Akashi.
Merekapun kembali untuk latihan. Sedang Kise dan Midorima tampak kurang bersemangat.
“Pinky, Midorima dan Kise tampak kurang bersemangat. Bagaimana pendapatmu? Apakah terjadi sesuatu pada mereka?” tanya pelatih Kagetora.
“Ya itu benar. (Aku tidak bisa mengatakan kepada pelatih apa yang sebenarnya telah terjadi.) Mungkin terjadi sesuatu di sekolah mereka, entahlah. Aku juga tidak tahu pasti. (Ampunilah aku Tuhan karena harus terpaksa berbohong.)” ucap Pinky.
“Begitu ya”
Skip
Keesokan harinya setelah selesai latihan.
“Teman-teman aku memiliki pengumuman yang penting untuk kalian” seru Momoi sambil memeluk tangan Kuroko.
“Apa itu Momoi-san?” tanya semua teman-teman satu tim.
“Mulai hari ini, aku dan Kuroko telah resmi berpacaran.” Ungkap Momoi.
“Wah selamat ya Momoi, Kuroko. Akhirnya kalian berpacaran juga” ucap Aomine. Diikuti ucapan selamat dari yang lainnya.
“Teman-teman aku juga punya pengumuman” Pinky meminta perhatian sebentar. “Aku dan Akashi-chan juga telah berpacaran.”
“Wah benarkah? Selamat ya. Kami tak menyangka seorang Akashi bisa takluk ditangan seorang Pinky.” Ucap Hyuga. Yang lainnya juga ikut memberi selamat, termasuk Kise dan Midorima. Walau sebenarnya mereka masih agak kesal.
“Pinky aku harap kau bahagia bersama kapten Akashi.” Ucap Papa Mbaye mengikhlaskan.
“Terima kasih Papa Mbaye” ucap Pinky.
Skip
“Oh iya hari ini dia mau datang ke sini. Padahal sudah ku bilang langsung ke rumah saja. Semoga dia tidak tersesat.” Ucap Pinky.
Akashi datang menghampiri Pinky. “Ayo kita pulang.”
“Tungguh sebentar aku mau menunggu seseorang. Dia sahabat baikku..”
“Oh begitu. Baiklah”
Skip
Kise pulang duluan berjalan kaki.
“Jadi begitu. Hmm.. Akhirnya Pinky lebih memilih Akashi daripada aku. Benar. Akashi selama ini tak pernah kalah.” Ucap Kise murung
*Brakkk* seorang wanita menabrak Kise.
“Ouch... sakit” ucap gadis tersebut.
“Apa kau tidak apa-apa?” tanya Kise sambil mengulurkan tangannya.
Sang gadis menggenggam tangan Kise dan berdiri.
“Aku tidak apa-apa. Hanya sedikit sakit tadi. Maaf karena sudah menabrakmu. Aku berjalan terburu-buru tanpa memperhatikan sekitar.”
Kise terpaku menatap gadis tersebut, “Cantik..” tanpa sadar Kise mengucapkan kata tersebut.
“Apa?” tanya sang gadis.
“Ah tidak. Bukan apa-apa.” Kise panik.
Sebenarnya gadis tersebut mendengarnya namun dia berpura-pura tidak tau.
“Anu kamu mau kemana? Malam-malam begini?” tanya Kise.
“Sebenarnya aku mau ke lapangan tempat latihan tim Vorpal Swords. Kau tau?” ucap sang gadis.
“Ahh... kebetulan aku salah seorang anggota di tim tersebut. Kalau begitu sebaiknya aku temani ke sana.”
“Kebetulan sekali. (Dia tampak tak berbohong dan dia juga terlihat sebagai pria yang baik hati. Pasti bukan orang jahat. Lagipula dia tampan. Beruntung sekali aku hari ini.) Baiklah kalau begitu. Terima kasih. Oh iya namamu siapa? Kenalkan namaku Natsumi Hiyori.”
“Oh iya, namaku Kise Ryota. Ngomong-ngomong ada perlu apa kau dengan tim Vorpal Swords?”
“Aku ingin bertemu dengan Pinky Kawaii CL. Apa kau mengenalnya?” ungkap Natsumi.
“Oh Pinky. Dia manajer bagian psikologi di tim kami. Ada hubungan apa kau dengannya?” tanya Kise.
“Aku dan dia adalah sahabat. Kami satu SD sampai SMP sewaktu di Kyoto dulu. Namun sewaktu SMP dia pindah ke Tokyo. Aku akan tinggal untuk beberapa waktu ke depan di rumahnya. Soalnya aku mau pindah ke sekolah yang sama dengannya. Aku sudah memutuskannya.” Jelas Natsumi.
Akhirnya mereka tiba di tempat latihan tim Vorpal Swords.
“Pinky-chan..” teriak Natsumi.
“Natsumi-chan...” balas memanggil sahabatnya Natsumi sambil berlari mendekati. “Hah?! Kise-kun kenapa ada kau?”
“Oh tadi kami tidak sengaja bertemu di jalan. Dan Kise-kun menawarkan diri menemaniku sampai kesini. Dia benar-benar pria yang baik ya Pinky-chan” ucap Natsumi.
“Iya kau benar” ucap Pinky.
Akashi berjalan mendekat.
“Jadi ini sahabat Pinky-chan ya? Salam kenal. Aku pacarnya Pinky, Akashi Seijuurou!”
“Jadi kau sudah punya pacar Pinky-chan? Kenapa kau tidak ceritakan padaku? Selamat ya. Salam kenal aku Natsumi Hiyori.”
Skip
Akhirnya Pinky dan Natsumi pulang ke kediaman Pinky ditemani Akashi dan Kise yang ikut mengantarkan. Pinky asik mengobrol dengan Natsumi. Sedang Akashi dan Kise hanya berbicara sesekali. Tampaknya Kise masih agak canggung pada Akashi karena kejadian kemarin.
Mereka pun tiba di rumah Pinky. Akashi dan Kise mengucapkan perpisahan untuk kembali ke rumah mereka. Natsumi memberikan senyuman indahnya ke Kise, Kise membalas senyumannya dengan senyuman tipis.
“Pinky-chan bolehkah kau ceritakan padaku tentang pemuda yang bernama Kise itu? Dia sangat tampan dan baik hati. Sepertinya aku menyukainya.” Ungkap Natsumi.
“Ehh?! Anu, itu dia..” Pinky pun menceritakan tentang Kise, meski dia tidak menceritakan bahwa Kise sempat menyukainya dan mereka pernah berkencan sekali.
“Jadi begitu. Dia juga seorang model ya? Sepertinya akan susah untuk memacarinya. Oh iya, tapi aku sempat mendengar saat dia berkata bahwa aku cantik. Meski ketika kutanyakan lagi dia bilang bukan apa-apa. Dia kelihatan panik saat itu. Sepertinya aku masih mempunyai kesempatan untuk mendekatinya. Iya kan Pinky-chan?”
“Iya-iya. Eh tadi kau katakan Kise berkata bahwa kau cantik? (Tampaknya Kise orang mudah jatuh cinta ya. Namun mungkin dia masih patah hati karena kemarin. Tapi Natsumi kelihatan beneran menyukai Kise. Hmm.. Sepertinya tidak ada salahnya kalau aku mencomblangi mereka berdua.) Natsumi bagaimana kalau aku mencomblangi kalian berdua?”
“Iya. Wah.. benarkah Pinky-chan? Aku mau, aku mau. Dia sungguh tipe-ku. Aku sangat senang Pinky-chan. Makasih ya.” Ucap Natsumi bahagia.
“Kalau begitu kau ikut aku hari senin. Sepulang sekolah sorenya kita akan pergi latihan ke tempat latihan kami yang kemarin. Kau boleh ikut untuk menonton kegiatan latihan kami. Nanti aku yang bicara dengan pelatih. Aku juga akan minta tolong pacarku untuk membantu mencomblangimu dengan Kise” terang Pinky.
“Baiklah. Sekali lagi terima kasih ya Pinky-chan. Kau memang sahabatku yang terbaik.” Ucap Natsumi sambil memeluk Pinky erat.
Malam itu Pinky menelepon Akashi dan menceritakan semuanya. Akashi setuju untuk membantu mencomblangi Natsumi dengan Kise.
Besoknya Pinky dan Natsumi pergi berbelanja. Sorenya ketika mereka sudah pulang, Natsumi pergi ke taman kota sendirian. Tiba-tiba dalam perjalanan beberapa preman datang menghampirinya dan mengganggunya. Saat di jalan mengendarai mobil Kise melihat Natsumi yang sedang diganggu para preman. Kise pun menghentikan mobilnya dan segera berlari ke arah Natsumi.
“Apa yang kalian lakukan padanya? Menjauhlah dari temanku.” Ucap Kise heroik.
“Hah? Kami Cuma sedikit bermain-main dengannya. Sebaiknya kau jangan ganggu kami. Kalau tidak kami akan menghajarmu sampai wajah tampanmu itu jadi babak belur.” Ucap ketua preman tersebut.
“Kau pikir aku akan takut dengan preman jelek seperti kalian.”
“Apa kau bilang?!!!” Sang preman marah dan mereka mulai berlari mendekat untuk menghajar Kise.
Dengan sigap Kise melawan mereka semua dan mengalahkannya. Para preman segera lari ketakutan.
“Kau tidak apa-apa Natsumi-cchi?” tanya Kise.
“Aku tidak apa-apa. Sekali lagi kau kembali menolongku Kise-kun. Aku sangat berterima kasih. Kau benar-benar hebat Kise-kun, tak ku sangka pria sepertimu mampu menghajar orang-orang seperti mereka. Menakjubkan!” ucap Natsumi menggagumi kehebatan Kise.
“Ah itu bukan apa-apa. Syukurlah kalau kau baik-baik saja.”
“Sebagai tanda terima kasihku, maukah kau ku traktir makan di cafe dekat sini Kise-kun?” ungkap Natsumi.
“Ah.. Kalau begitu baiklah, aku juga sekarang lagi senggang.” Kise menerima tawaran Natsumi.
Mereka datang ke Cafe Lamoe dan memesan makanan ringan dan minuman segar. Kise dan Natsumi mengobrol sangat seru dan tampak nyambung dengan obrolan mereka satu sama lain. Kemudian Natsumi memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu yang penting tentang perasaannya.
“Kise-kun.. aku ingin mengatakan sesuatu yang penting.” Natsumi sedikit malu dan wajahnya mulai memerah.
“Apa itu Natsumi-cchi?” tanya Kise penasaran.
“Itu.. A.. aku.. aku sebenarnya.. aku sebenarnya menyukaimu Kise-kun. Sejak kau berkata aku cantik waktu itu, ketika kau menemaniku bertemu sahabatku, dan saat kau menyelamatkanku barusan. Itu semua sudah cukup sebagai alasan untuk menyukaimu. Aku ingin menjadi pacarku” ungkap Natsumi jujur terhadap perasaannya sendiri.
“Hah?!.. aku bingung harus  menjawab apa. Begitu ya? Jadi kau mendengar ucapanku kemarin malam. Hm.. Natsumi-cchi, aku memang juga menyukaimu. Entah kenapa aku tidak bisa membohongi diriku bahwa aku juga menyukaimu pada pandangan pertama. Tapi ku pikir itu hanya karena sekedar suka oleh pesona yang kau miliki. Lagipula aku juga belum siap karena belum lama ini aku baru ditolak oleh seorang gadis yang ku sukai. Jujur, untuk saat ini aku masih belum siap.” Jelas Kise.
“Tak masalah Kise-kun. Aku mengerti perasaanmu. Tapi bila kau memang menyukaiku itu sudah lebih dari cukup untuk bisa menerimamu sebagai pacarku. Ku mohon jadilah pacarku. Ini memalukan sebagai seorang gadis menyatakan perasaannya lebih dulu dan menembak orang yang aku sukai. Tidakkah kau mengerti perasaanku Kise-kun. Tak bisakah kau membuka hatimu untukku?” Natsumi mengutarakan seluruh perasaannya.
“Natsumi-cchi... Kau..” Kise memandang Natsumi terkejut kemudian tersenyum kecil. “Aku mengerti Natsumi-cchi. Baiklah, Natsumi-chan maukah kau menjadi pacarku?”
Natsumi mengeluarkan air mata yang membasahi pipinya yang memerah, “Kise-kun. Iya, aku mau menjadi pacarmu.”
Merekapun keluar dari cafe Lamoe, tempat dimana kisah cinta mereka dimulai. Dan Kise mengantar pulang kekasihnya ke tempat tinggalnya.
Skip
Malam itu Natsumi begitu bahagia. Dia menceritakan segala yang terjadi kepada Pinky. Pinky dan Akashi jadi tak perlu lagi untuk membantu mencomblangi Natsumi dan Kise. Dan entah kenapa Pinky bisa merasa lebih lega dan turut senang dengan kebahagiaan temannya.
TBC

A KUROKO NO BASUKE FANFICTION AKASHIxPINKY STORY ch.05

A KUROKO NO BASUKE FANFICTION
AKASHIxPINKY STORY
By : Prasetyo Peuru Henry Putra
Disclaimer by : Fujimaki Tadatoshi
Rated : T+
Genre : Sport, Romance, Friendship, Comedy, Drama (?)
Chara :
- Akashi Seijuurou
- Pinky Kawaii CL
- Kise Ryota
- Midorima Shintaro
- Aomine Daiki
- Murasakibara Atsushi
- Kagami Taiga
- Kuroko Tetsuya
- Momoi Satsuki
- Hyuga Junpei
- Aida Riko
- Kiyoshi Teppei
- Izuki Shun
- Takao Kazunari
- Papa Mbaye
- Kagetora Aida
- (Next...;.)Gold
- (Next...;.)Silver
- (Next...;.)A
- (Next...;.)B
- (Next...;.)C
- (Next...;.)Perungguh J Ch.
- (Next...;.)NijimuraShuzou
- (Next...;.)Whiteys Tanker Bee
- (Next...;.)Blackshaderz Thunder Bolts
Warning :
- OOC
- OOT
- Harem
- Ada unsur mature di akhir cerita tapi masih bisa diterima sebagai rated T+ kok ;)
Part Sebelumnya;
“Maaf Akashi-kun, aku memang mempunyai perasaan khusus terhadapmu. Namun aku tak suka cara kau menyatakan cintamu, lagipula aku masih belum siap. Aku butuh waktu untuk menentukan siapa yang akan menjadi kekasih yang benar-benar aku cintai.”
“Aku mengerti. Aku.. aku hanya tak ingin kau menjadi kekasih orang lain dan bukan aku. Ku harap kau mengerti dengan sikapku ini.”
“Akashi-kun...”
Tiba-tiba Kise dan Midorima datang. Mereka (Akashi, Midorima dan Kise) saling bertatap-tatapan.
Story 1 part 5: Kencan Untuk Menentukan Kekasih
“Jadi kalian sudah di sini. Kedua orang yang sama-sama menyatakan perasaan kepada Pinky dan menembaknya” Ucap Akashi mode bokushi.
Kise dan Midorima saling bertatapan.
“Kau juga /ssu~...?” ucap Kise dan Midorima bersamaan.
“Bukan hanya kalian, aku juga memiliki perasaan yang sama pada Pinky dan aku sudah menembaknya. Dia hanya akan menjadi pacarku bukan kalian!” terang Akashi.
“Akashi /cchi...” sebut Midorima dan Kise.
“Bukan kau yang menentukan Akashi, tapi Pinky. Biarkan dia yang menjawab mau memilih siapa diantara kita bertiga!” ucap Midorima.
“Bukan bertiga, tapi berempat. Karena aku juga menyukai Pinky Kawaii CL. Pinky maukah kau menjadi kekasihku?” Papa Mbaye datang memotong pembicaraan dan menembak Pinky.
“Maaf Papa Mbaye aku sama sekali tak menyukaimu. Sekali lagi kau berkata maukah kau menjadi kekasihku padaku, akan ku begal kau!!” Penolakan cinta yang sungguh nista dari seorang Pinky, Asisten Manager bagian Psikologi tim Vorpal Swords.
Midorima dan Kise sweatdrop melihat sikap dan perkataan Pinky barusan. Akashi tampak kagum dengan mata berbinar-binar. Sedang Papa Mbaye undur dan pundung di pojokan.
“Ehm... Baiklah Pinky dari kami bertiga, siapa yang kau pilih untuk menjadi kekasihmu?” Midorima to the point bertanya.
“Maafkan aku, sekali lagi ku katakan aku belum siap dan tau, mau menentukan siapa diantara kalian yang pantas menjadi kekasihku. Tapi sepertinya aku punya ide,...”
“Apa itu /ssu~..??” Tanya Akashi, Midorima dan Kise penasaran.
“Aku mau mengencani kalian bertiga satu per satu, dari  situ aku bisa memilih siapa diantara kalian yang paling bisa membuatku merasa nyaman. Yang menentukan tempat kencan tentu saja kalian. Hihihi.. Yang paling membuatku merasa bahagia, dialah yang akan menjadi kekasihku” ide brilian seketika muncul dari otak jenius Pinky (eaa jenius :v).
“Baiklah kami setuju /ssu~” tegas Akashi, Midorima, Kise serempak.
“Ngomong-ngomong siapa yang harus kencan pertama kali denganmu Pinky-chan?” tanya Kise.
“Ku pikir karena Midorima yang pertama kali menyatakan perasaannya, jadi kencan pertamaku haruslah bersama Midorin fufufu~, Kedua Kise, dan terakhir Akashi. Tee hee~” kata Pinky senang dengan pipi yang memerah karena bahagia tak menyangka menjadi Ratu Harem dalam seketika. :v
“Bagaimana denganku Pinky Kawaii..??” Papa Mbaye kembali menanyakan tak terima ditolak.
Seketika lamunan indah Pinky pudar. Emosinya naik ke level berikutnya.
“Golok mana golok. Nyawamu ada dua ya? Belum pernah ku begal kan?” Pinky geram.
Midorima dan Kise kembali sweatdrop.
“Sebaiknya kau kembali ke hall sekarang Papa Mbaye Shiki. Perintahku adalah mutlak!” Mata Akashi menunjukkan tatapan sadis yang menakutkan.
Papa Mbaye pun pergi meninggalkan mereka dengan sedikit perasaan kecewa.
“Baiklah, semua sudah jelas kan? Kalau begitu sebaiknya kita kembali ke lapangan sekarang, semuanya pasti sudah menunggu kita.” Pinky mengajak semuanya kembali.
“Baiklah.” Jawab ketiga pria tampan yang bersama Pinky.
Skip.
Mereka pun akan memulai kencan mereka bersama Pinky, kencan pertama Pinky bersama Midorima pada hari selasa, kencan kedua bersama Kise pada hari rabu, dan kencan terakhir dan merupakan penentuannya adalah bersama Akashi pada hari kamis. Kencan dilakukan sepulang sekolah sebelum latihan, waktu kencan kurang lebih 3.5 jam karena pulang sekolah jam 2pm dan latihan dimulai jam 6pm.
Kencan Pertama (Hari Selasa) – Midorima
Sepulang sekolah Midorima mengirim pesan kepada Pinky untuk menunggu di depan sekolahnya. Midorima pun datang menjemput Pinky menggunakan mobil pribadinya, padahal biasanya Midorima lebih suka jalan kaki dan menggunakan transportasi umum.
“Wah... baru pertama kali ini aku melihatmu bawa mobil” ucap heran Pinky.
“Ah.. aku hanya ingin memberikan kesan yang berbeda saja di depanmu karena kita akan berkencan. Sudah.. masuklah” seru Midorima.
“Baiklah” Pinky masuk ke dalam mobil. “Ngomong-ngomong kita akan pergi kemana?”
“Ke tempat yang akan memberikan kesan berarti dan keberuntungan untukmu” jawab singkat Midorima.
“Jangan bilang kalau tempat yang akan kita kunjungi adalah tempat keberuntungan aku bersamamu menurut Oha Asa?” tanya Pinky.
“Eh?!.. bagaimana kau bisa tahu?”
“Kau sangat mudah sekali dibaca ya. Haha”
Mereka pun berangkat menuju tempat kencan yang sudah Midorima pikirkan.
“Ahh... Kebun binatang?” seru Pinky.
“Ya, inilah tempat kencan kita”
“Sudah lama aku tak ke kebun binatang.”
“Benarkah? Kalau begitu kita sama”
Mereka kemudian masuk ke kebun binatang setelah membeli tiket masuk. Di sana  mereka melihat berbagai macam binatang, tertawa bersama, makan manisan, memberi makan binatang yang ada, dan berfoto berdua bersama hewan-hewan di sana. Saat sedang berjalan-jalan Midorima kemudian memberanikan dirinya untuk menggengam tangan Pinky.
“Midorima..?” Pinky melirik ke arah tangannya kemudian menatap wajah Midorima.
“Karena ini adalah kencan kita, aku ingin menggenggam tanganmu agar kita beneran tampak seperti sepasang kekasih.” Ucap Midorima.
Pinky blushing. “Aku mengerti.”
Sore itu tampak begitu romantis di kebun binatang. Sesaat sebelum pulang, Midorima melirik boneka beruang warna merah muda yang dijual dekat tempat keluar. Midorima lalu meminta Pinky untuk menunggu di luar dekat mobil. Midorima yang telah membeli boneka beruang warna biru laut berukuran besar tersebut kemudian berniat memberikan surprise kepada Pinky.
“Apa itu yang ada di belakangmu?” tanya Pinky.
“Tadaaa... Ini hadiah untuk kencan pertama kita. Ku harap kau mau menyimpannya dan bisa mengingatku selalu.” Midorima memberikan boneka beruang warna biru laut tersebut kapada Pinky.
“Wahh... terima kasih banyak Midorima-kun” mata Pinky berbinar-binar melihat boneka beruang yang diberikan Midorima.
“Sama-sama. Syukurlah kalau kau senang menerimanya.” Ucap Midorima. “Sekarang sudah waktunya kita untuk pergi ke tempat latihan”
“Ayo”
Kencan hari pertama bersama Midorima pun selesai.
Kencan Kedua (Hari Rabu) – Kise
Hari ini Kise mengajak jalan Pinky ke bioskop. Kise yang tak ingin meninggalkan kesan penakut oleh Pinky mengajak Pinky untuk nonton film horror yang berdurasi hanya 1.5 jam lebih sedikit. Saat mulai menonton Kise menarik nafas panjang untuk mencoba mengontrol emosinya. Namun apa-daya sifat Kise yang penakut membuatnya kocar-kacir saat ada adegan hantunya muncul. Pinky mencoba menenangkan Kise dengan menggenggam tangannya. Setidaknya itu membuat Kise lebih tenang sedikit. Kise menatap Pinky dengan senyuman penuh cinta. Pinky hanya makan popcorn yang ditaruh di pahanya sambil asik menonton film horrornya dan menggenggam tangan kiri Kise dengan tangan kanannya.
Saat Kise kembali mencoba menonton film horrornya dan ‘Duarrr’ hantunya membuat para penonton terkejut. Kise teriak lalu reflek memeluk Pinky yang berada di samping kirinya. Popcornnya jatuh ke lantai.
“Kise...?!” wajah Pinky memerah karena dipeluk erat Kise. “Sudah.. hantunya sudah tidak ada.”
Kise lalu modus, “Biarkan aku tetap memelukmu seperti ini Pinky-chan. Jujur aku memang tak berani kalau berhubungan dengan hal horror dan sebagainya ssu~. Tapi memelukmu seperti ini membuatku merasa nyaman dan jauh lebih tenang dari sebelumnya Pinky-chan”
“Fuuuh~ dasar manja kau Kise-kun” Pinky lalu membiarkan Kise memeluknya dan lalu mengelus kepala Kise.
Akhirnya filmnya berakhir. “Kise filmnya sudah selesai.. Hah?! Dia malah tertidur. (Apa aku harus membangunkannya? Tak enak juga dilihat yang lain.) Kise... Kise bangun..” ucap Pinky.
“Hah? Ada apa Pinky-chan?” tanya Kise sambil mengusap matanya.
“Filmnya sudah selesai. Apa kita mau tetap tinggal di sini terus?” seru Pinky.
“Kalau itu mau-mu Pinky-chan.”
“Jangan bercanda Kise-kun”
“Iya.. iya baiklah. Setelah ini kita akan pergi ke suatu tempat, waktunya juga masih cukup” seru Kise sambil melihat jam di tangan kirinya.
Mereka kemudian turun ke Mall bagian bawah dan berjalan keluar sedikit dan tiba.
“Tempat Karaoke?” seru Pinky.
“Iya, Pinky-chan. Karena ini adalah kencan kita, aku ingin kau mengenal salah satu hobby favoritku, yaitu Karaoke.” Ucap Kise antusias.
“Aku hanya beberapa kali ke tempat karaoke saat bersama teman-teman smp-ku dulu. Tapi kupikir tempat karaoke itu memang menyenangkan.”
“Iya, tentu saja Pinky-chan. Ku harap karaokean hari ini akan jauh lebih berarti karena aku yang akan menyanyikan lagu romantis untukmu dengan suara merduku ini ssu~” seru Kise. “Baiklah ayo kita masuk dan memesan tempat.”
Mereka pun memesan tempat, masuk dan mulai bernyanyi menyanyikan lagu-lagu cinta. Pinky dan Kise begitu terbawa suasana romantis saat bernyanyi, mereka menyanyi bersama, bergantian dan sesekali tertawa bahagia. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5.55pm.
“Kise!!! Udah jam segini, kita harus segera pergi ke tempat latihan. Ah.. tidak, kita pasti akan terlambat.” Seru Pinky sambil menahan tangis.
“Jangan panik Pinky-chan kita bisa membuat alasan nanti.” Seru Kise.
Mereka pun segera pergi menuju tempat latihan. Setibanya di sana Kise membuat alasan bahwa mobilnya bannya bocor yang menyebabkan Pinky dan Kise jadi terlambat. Akashi memarahi kecerobohan Kise. Pak pelatih hanya memperingatkan agar kejadian tersebut tak terulang lagi.
Pinky POV
“Hari ini kencanku bersama Kise telah selesai. Kalau aku bandingkan antara Kise dan Midorima, semuanya mempunyai kelebihan masing-masing. Keduanya mampu membuatku merasa nyaman dan sepertinya aku memang naksir mereka berdua. Tapi soal cinta aku belum bisa memutuskan. Akan tetapi bila harus menentukan siapa yang lebih unggul diantara mereka berdua,... Jujur aku sendiri bingung.” Pinky memeluk boneka beruang yang diberikan Midorima sambil tiduran di ranjang.
“Jadi siapa yang lebih unggul dari mereka berdua ya? Kalau boleh aku berkata seperti ini, antara Midorima dan Kise aku mau katakan perasaanku kepada mereka seimbang atau sama. Huft... mana boleh begitu?! Ahh... aku pusing...” tak terasa dalam pikirannya seperti itu, Pinky pun terlelap bersama boneka beruang warna biru laut yang diberikan Midorima.
Kencan Penentuan (Hari Kamis) – Akashi
Akhirnya tibalah saat Akashi untuk berkencan dengan Pinky. Hal ini juga merupakan kencan terakhir atau penentuan dari siapa yang nantinya akan menjadi pilihan Pinky sebagai pacarnya. Akashi sudah berada di depan sekolah Pinky. Beberapa saat kemudian Pinky keluar.
“Akashi-kun!! Kau sudah menunggu lama?” teriak Pinky yang segera bergegas menuju Akashi.
“Ah.. tidak. Aku belum lama tiba. Aku tiba sesuai waktu kalian keluar sekolah.” Ucap Akashi.
“Akashi memang selalu tiba tepat waktu ya.” Puji Pinky. “Jadi mau kemana kita hari ini?”
“Sebelum kita ke tempat utama. Aku ingin mengajakmu makan dulu. Kau pasti lapar?”
“Iya, kau tau saja. Kita akan makan dimana?” tanya Pinky.
“Kita akan makan di cafe dekat sini, nama cafenya cafe Moela.” Ucap Akashi.
“Oh iya aku tau cafe itu.”
“Iya cafenya hanya berada 1.5km dari sini.”
“Ngomong-ngomong kenapa kau tidak bawa mobilmu? Tak biasanya.” Tanya Pinky penasaran.
“Iya, aku ingin merasakan kencan yang sederhana bersamamu hari ini” jawab Akashi.
“Begitukah?”
“Iya”
“Aku mengerti.”
Mereka lalu makan sore di cafe Moela, selesai itu mereka naik bus menuju ke suatu tempat. Turun dari bus..
“Aku mengerti, kamu ingin mengajakku ke pantai kan?” tanya Pinky.
“Iya. Ayo..” ajak Akashi berjalan beberapa meter ke arah pantai. “Kita tiba..”
“Wahh... indahnya!!” ucap Pinky kagum sekaligus terpesona oleh keindahan pantainya.
“Ini adalah tempat yang sering ku kunjungi dulu bersama ayah dan ibuku. Ini adalah tempat yang sangat spesial bagiku. Dan kau, kau adalah wanita pertama yang ku ajak kemari bersamaku.” Terang Akashi.
“Terima kasih.. tempat ini sungguh indah.” Ucap Pinky.
“Pinky.. terimalah ini.” Akashi menunjukkan sebuah kalung liontin bertuliskan ‘Cinta Abadi’ di belakang kalungnya. “Ini adalah peninggalan ibuku. Katanya aku harus memberikannya kepada orang yang benar-benar aku cintai. Dan aku yakin orang yang sungguh kucintai itu adalah kau” ucap Akashi.
Pinky blushing. “Akashi..-kun..” sepertinya Pinky sudah menemukan pilihannya.
“Bolehkah aku memakaikannya untukmu?” tanya Akashi.
“Dengan senang hati” ucap Pinky bahagia.
Akashi pun memakaikan kalung tersebut. Mereka lalu berjalan-jalan di pantai sambil mengobrol. Pinky yang merasa sangat bahagia lalu berlari ke arah pantai bermain air. Akashi mengejarnya dan mereka berdua lalu malah main air basah-basahan. Mereka tampak begitu menikmatinya dan sangat bahagia.Tiba-tiba...
“Ahh.. tolong!!! Ukh.. *Blub blub blub* Akashi.. tolong... tolong aku.. Akashi... *blub blub* tolong...” Pinky sudah mau tenggelam karena terseret ombak, ternyata Pinky tak bisa berenang.
 Akashi yang panik melihat kejadian tersebut segera bergegas menyelamatkan Pinky yang terseret ombak. Akashi begitu berusaha keras menyeret Pinky keluar dari air. Akhirnya Pinky pun bisa tertolong dan dibawah ke tepi pantai. Dengan cepat Akashi segera melakukan CPR agar air yang tertelan bisa keluar dan Pinky bisa sadar kembali. Selang beberapa saat.
“Uhuk.. Uhuk.. Uhuk.. Akashi-kun.. Ah?! Kalungnya?” Pinky siuman dan segera tersadar untuk memastikan apakah kalung yang diberikan Akashi masih ada atau tidak. “Syukurlah.. masih ada”
“Bodoh!! Kau nyaris mati dan kau malah sempat-sempatnya memikirkan kalung pemberianku. Itu sama sekali tidak penting, yang terpenting itu adalah keselamatanmu. Bodoh!” ucap Akashi keras sambil sedikit meneteskan air mata. “Kalau kau kita tidak bisa berenang jangan coba-coba lagi untuk berada agak jauh ke dalam air, itu sungguh membuatku khawatir. Sepertinya kau harus diberi pelajaran les berenang olehku.”
“Maafkan aku Akashi-kun, terima kasih.. Ngomong-ngomong bagaimana caranya kau bisa menyelamatkanku?” tanya Pinky penasaran.
“Aku melakukan CPR” ucap Akashi singkat.
“Apa?!! Jadi kau telah menciumku?” Pinky kaget.
“Ya, begitulah. Ini demi kebaikanmu.”
“Padahal ciuman pertamaku seharusnya bersama kekasihku yang benar-benar aku cintai!” seru Pinky merengek.
“Kalau begitu jadikan aku kekasihmu yang benar-benar kau cintai!” tegas Akashi.
Pinky tersentak pelan, “ Akashi-kun...” wajah Pinky memerah.
“Kalau begitu, biarkan aku memberikanmu first kiss yang sebenarnya..” ucap Akashi.
[‘Warning’ anak di bawah umur dilarang terus melanjutkan membaca cerita ini :v]
Akashi mendekatkan wajahnya ke wajah Pinky. Bibir mereka bersentuhan. Pinky menerima ciuman lembut dari Akashi.
*kiss*
*kiss*
*kiss*
“Rasanya seperti Orange?” ucap Pinky.
“Ya, tadi kan aku minum jus Orange” terang Akashi yang lalu melanjutkan ciumannya.
*censored*
*censored*
*censored*
*CENSORED WOI!!* >.<
“Berarti dengan ini aku resmi menjadi pacarmu” ucap Akashi.
“Iya..” Pinky mengiyakan lalu menarik kepala Akashi lagi dan kembali menciumnya.
Skip.
“Pakaian kita basah, aku tau toko baju dekat sini. Ayo kita singgah membeli pakaian. Waktu kita masih 54 menit lagi. Masih bisa, ayo!” ajak Akashi.
Mereka pun mengganti pakaian mereka. Akashi lalu menyewah sebuah motor ditempat penyewaan kendaraan. Akashi langsung tancap gas menuju tempat latihan, sementara dijalan Pinky lalu memeluk erat Akashi. Sekarang dia yakin bahwa orang yang dia cintai adalah orang yang berada tepat di depannya yang lagi dipeluknya ini, yaitu Akashi Seijuurou. Kapten basket tim Vorpal Swords, juga kapten basket dari SMA Rakuzan.
TBC.

Minggu, 13 September 2015

Ide Agar Content Negatif Tidak Mudah Diakses Under 18+ Dan Orang Yang Tak Mampu Mengatasi Content Negatif

Dalam System Sensor Content Internet khususnya di Indonesia tentunya konsumen menginginkan kenyamanan dalam berselancar di dumay(dunia Internet). Tapi juga sebijaknya Pemerintah dan juga seluruh masyarakat memerhatikan dampak dari isi konten yang dibaca ataupun disaksikan tersebut.
Maka dari itu saya menyarankan agar content tersebut yang bersifat negatif dipersulit mengingat dampaknya;
1. Pastinya usia namun dipentingkan tingkat kedewasaan pribadi tapi mesti tetap 18+ atau juga bisa 20+,
2. Memasukan content test psikologi yang benar-benar menampung segala pemikiran test oleh para ahli psikologi/psikiter/etc. agar supaya mental pengakses bisa atau tidak. Dan untuk mempermudah bisa juga menjadi option seperti pendaftaran sekali dan cek simple yang cepat agar tidak mengganggu pengguna Internet orang dewasa.
3. Untuk pendaftaran awal dibuat seribet mungkin lebih ribet dari contohnya setipe.com. Agar pengakses menjadi jenuh dan batal memvisit contohnya konten negatif seperti Porno dan lain sebagainya yang berdampak buruk. Ingat tentang pedofilia, kita tidak mau kan? anak-anak generasi masa depan Indonesia dihancurkan karena hal semacam itu? Ataupun seperti penjualan manusia melalui internet, penjualan Narkoba dan sebagai, etc.
4. ... .

Jika kalian memang cinta Indonesia dan Internasional, pasti kalian khususnya Pemerintah harus memikirkan dan peduli hal ini. Ingat! Anak mudah jaman sekarang kebanyakan adalah pengguna gadget dan internet.
Akses yang seperti berunsur sexual tentunya dapat diakses oleh para Dokter (misalnya) dan sebagainya, untuk metode ilmiah dan lain sebagainya demi tujuan yang positif, baik dan benar untuk public dan mesti secara terbuka dan tidak ditutup-tutupi metode ilmiahnya. Mengingat akan segala unsur kemungkinan apapun.

Terimakasih.

Prasetyo P. - Selesai 9:56 AM - Monday, 14 September 2015

Sabtu, 12 September 2015

Plan Novel 3: Real Life By Tyo

Plan Novel 3: Real Life By Tyo
What Including Chapter?
-Lahir
-Tanda
-The Rules
-Skema
-Awal Mula
-Menantang
-Fake Character Poker Face
-Smile In On The Rains The Tears
-The Schizophrenia
-
-Keberhasilan Demi Kesuksesan Dibalik Segala Pengorbanan
-Hasrat Dan Kerinduan
-Menyatakan
-Broke The Rules Create New Rules
-Declared The War
-
-Infinity vs 1* vs 0 Who's win?
-
-Stay Calm Tidak Takut The Real Peuru
-Rencana Dalam Progress Dynamication
-
-
-
-
-
-etc.

Jumat, 11 September 2015

Wish Come True

Wish Come True
Original Story by Prasetyo Peuru Henry Putra (Tyo)
Genre: Romance, Drama, Fantasy, Psychology, Slice of Life
Dedicated for Scarlet Elani. Happy Birthday (Friday, July 31 2015) wish you enjoy it :) Sorry to not give you the sequel of The Hate Re, still didn't finish it yet. *apologize* But, I think this more better for your Birthday now. Once again I said, Happy Birthday Scarlet Elani, may your Wish Come True. Taa haa. Amiiiin.
Semoga suka dengan ceritanya. Kalo gak suka balikin(?)  `Eh?....'  -(o.O")?
Warning: Random POV, Surprise!, (maybe) 18+(?).


Wish Come True
---------------------
Menggendarai sepeda motor maticku, aku segera menuju ke tempat sahabat baikku Erlan. Sepertinya ada hal penting yang ingin dia sampaikan kepadaku. Aku jadi penasaran apa itu?.
Dalam perjalanan pikiranku terus melayang. Sepertinya ada yang aneh dengan sikap Erlan hari ini, tak biasanya juga dia menghubungiku untuk mendatangi apartemennya jam segini. Apa dia gak bisa menunggu sampai besok? Sekarang kan sudah mau jam 10 malam. Apa dia mau membuatku menginap di rumahnya?
"Sih bodoh itu.. Apa sih yang ada dipikirannya menyuruhku datang ke kediamannya jam segini. Meskipun dia sahabat baikku dan orang yang paling aku cintai (meskipun aku tak pernah memberitahukannya hal tersebut `tentang cintaku'). Tapi apa dia pikir bagus membuat gadis manis sepertiku datang ke tempatnya sendirian, malam-malam begini?"
"Apa dia mau berbuat hal-hal yang aneh-aneh nanti kepadaku? *blushing* Tidak.. tidak.. tidak.. Erlan bukan orang yang seperti itu. Ahkh.. Semakin ku berpikir tentang itu, aku semakin pusing. Lagipula dia bilang ada hal penting yang harus dia sampaikan. Aku harus percaya padanya..."
`Tapi.. tapi.. Kalau dia bilang dia mencintaiku. Ehehehe... Tanpa basa-basi aku akan langsung menjawab, YA Lalan(panggilan akrab Erlan dari Anna), aku juga mencintaimu. Menarik kepalanya dan *censored*:p' khayal Anna di dalam pikiran nakalnya. `Kyaaaa~ itu pasti akan jadi malam yang panjang dan sangat romantis antara kami berdua :3 fufufu~'
Terlarut dalam khayalan erotisnya, Anna segera tersadar dan kembali fokus ke jalanan, mengerem motornya karena lampu merah di depannya.
"Hmm.. sebentar lagi aku akan segera tiba di tempat Lalan dan mengetahui apa yang mau dia sampaikan..."
Lampu Hijau. Anna kembali menarik gas motornya. Tiba-tiba...
Zreeedddd...... Bruakkkkk... Darrr.   !!!!!!!
|
|
|
Ting.. Nung.. Ting.. Nung.. Ting.. Nung.. Ting.. ~~~~
Bekas lokasi kejadian kecelakaan memperlihatkan tumpahan banyak darah di satu tempat di jalan raya tersebut. Tempat tumpahan darah yang paling banyak di jalan tersebut adalah tempat dimana Anna tergelak tadinya akibat kecelakaan tersebut.
Anna Soul, "Are.. dimana aku sekarang. Apa yang terjadi barusan? Eh~ itu. Itu kan diriku? Tubuhku? Lantas aku ini sekarang apa? Haaaahhh??!!! Apa aku sekarang sudah mati? Ah.. Tidak... Tidak... aku bahkan belum sempat mendengar apa yang mau disampaikan Erlan. Aku bahkan belum jujur menyatakan perasaan terpendamku kepadanya. Aku bahkan belum merayakan ultahku yang ke 26 yang tinggal 5 hari lagi. Oh Tuhan bagaimana ini? *crying baby*"
Tiba-tiba cahaya misterius muncul di depannya. Keadaan lingkungan berubah seketika.
"Hah.. Dimana aku sekarang? *panik*" Anna memperhatikan keadaan sekitar, sesuatu yang baru pertama kali iya saksikan. Tempat yang jauh berbeda dari dunia tempat ia hidup.
Seseorang kemudian muncul dihadapannya.
"Anna.. Selamat datang di `Tahap Pertama Alam Baka'. Disini adalah tempat pertama yang akan menentukanmu menuju surga atau neraka. Perkenalkan, aku adalah Shinigami (Dewa Kematian) yang ditugaskan untuk menginvestigasimu. Myo, panggil saja aku Shinigami Myo."
Anna facepalm sambil mangap.
`Tahap pertama alam baka?.. Investigasi? Orang ini ngomong apaan sih?' Anna merasa dibodohi. `aku pasti lagi mimpikan..? aku pasti lagi mimpi, semoga ini hanya mimpi aneh belaka ..'
Belum sempat mencubit pipinya, omongan Anna dalam hati dipotong sang Shinigami.
"Ehem.. Anna kau tidak sedang bermimpi. Dan kau tidak sedang dibodohi!" Sang Shinigami mencoba menyadarkan Anna.
"Haaaahhh...." melongo. `dia tau apa yang sedang aku pikirkan?'
? ? ?
`Jadi aku sudah mati ya? Fuh~' mendesah kecewa dengan sedikit air mata keluar dimatanya. Entah kenapa pikirannya saat itu tertuju pada Erlan. Walau kini dalam wujud jiwa, entah kenapa dia bisa merasakan hatinya mulai terasa sakit menerima kenyataan pahit tersebut. Dia sendainya bisa mengulang waktu, sepertinya dia ingin kembali sebelum kematiannya dan menyatakan perasaannya yang sebenarnya terhadap Erlan, sebelum akhirnya dia dipanggil Tuhan, setidaknya dengan begitu pikirnya dia bisa merasa jauh lebih lega dan bahagia.
"Baiklah kalau begitu ada permintaan terakhir? Bila memungkinkan, maka akan aku kabulkan. Ini adalah penawaran spesial yang diberikan khusus untukmu dari para atasanku dan sudah disetujui God (entah kenapa memakai kata God untuk `Tuhan, Dewa, atau Allah' dalam kalimat ini terasa jauh lebih sopan ). Mengingat kau juga sudah disetujui akan diterima ke surga. Dia (atasanku) memberitahukan hal ini melalui telepati. .... Hahaha... Kau sungguh beruntung nak. Kalau begitu apa permintaanmu?"
"Eh? Benarkah?" Anna tampak tak percaya namun sungguh bahagia mendengarnya.
"Ya" jawab singkat Shinigami Myo.
Tanpa pikir panjang dua kali Anna langsung menjawab.
"Kalau begitu permintaanku adalah ...."
? ? ?
Anna membuka matanya perlahan.
"Dimana aku sekarang? ... Apa yang terjadi?"
Mencoba bangun untuk duduk bersandar.
"...Akh~ Perutku sakit.."
Disaat yang bersama Erlan masuk ke dalam ruang tempat Anna dirawat.
"Ah.. Aan(panggilan akrab Anna dari Erlan) kau sudah sadar. Eh?! Jangan bergerak dulu.., biar aku yang menaikan posisi tempat tidurmu. Tak perlu berusaha untuk duduk, soalnya perutmu masih belum begitu lama selesai dioperasi, jadi sebaiknya kau tetap tiduran saja dulu. Oke."
Erlan memutar pegangan (apa ya istilahnya? Lupa) untuk menaikan setengah bagian tempat tidurnya Anna agar Anna bisa tiduran dalam posisi yang memudahkan Anna untuk melihat keadaan sekitar ruangan.
"Hmm.. begini sudah pas kan?" tersenyum kepada Anna. "Syukurlah kau bisa kembali sadar. .. aku.. aku pikir ..." Erlan mulai meneteskan air matanya, Erlan mendadak `pecah' menangis.
"Maafin aku Aan, semua ini salahku. Gara-gara aku, gara-gara keegoisanku, kau jadi terluka parah. Kau mengalami kecelakaan karena salahku. Maafkan aku.. *Cry* Maafkan aku.. Aku pikir aku akan kehilanganmu selamanya, aku kira kau akan mati dan meninggalkan aku selamanya. *Cry* *Cry* Aku sungguh takut kehilanganmu Aan, Aku sungguh merasa bersalah. Aku sungguh takut dan menyesal. .... Maafkan aku Anna, maaf ..." Erlan menangis sejadi-jadinya.
Anna terharu dan membelai kepala Erlan.
"Sudah jangan menangis lagi Lalan. Ini bukan salahmu.. Lagipula aku akan baik-baik saja"
Erlan menatap Anna dengan tatapan sedih dan bersalah. Sedang Anna memberikan senyum manisnya dengan tulus sambil memegang pipi kiri Erlan.
"Udah hapus air matamu. Anak laki-laki kok cengeng. Hmph. Apa perlu aku yang menyeka air matamu? Dasar Erlan manja.."
Erlan kemudian tersenyum lalu..
"Gak usah, aku bisa menyeka air mataku sendiri .." menyeka air matanya, kemudian menarik nafas dan menghembuskannya. *Phew* .... "Yang penting sekarang kamu sudah kembali sadar. Aku sangat senang. Syukurlah... Terima kasih Tuhan.."
Erlan mencoba menguatkan hatinya dari perasaan bersalah, namun mendengar kata-kata sahabatnya barusan sungguh membuat perasaan Erlan jauh lebih lega dan bersyukur karena Anna tampak baik-baik saja. Meski begitu Erlan tetap sedih melihat keadaan Anna.
"Oh iya, ini hari apa? ..tanggal berapa?"
Anna mengalihkan pembicaraan ketika dia mula teringat sekilas tentang kejadian saat bertemu sang Shinigami bernama Myo.
"Ini hari Kamis, tanggal 30 Juli 2015.."
"Berarti besok ulang tahunku ya?"
Anna bertanya sambil menunjukkan senyuman pahit(?) di wajahnya.
"Iya.." jawab singkat Erlan dengan senyuman balasan. Namun melihat senyuman Anna yang seperti itu, Erlan merasakan sesuatu yang mengganjal.
Mendengar jawaban singkat Erlan, sedikit jeda, Anna kemudian langung menyambung ucapannya.
"Kalau begitu, bisakah aku memintamu menghabiskan 1 hari penuh ulang tahunku bersamaku di sini besok?"
"Tanpa kau memintanya, aku akan melakukannya" Erlan sedikit jengkel mendengar ucapan aneh sahabatnya.
"24 jam ya"
"Iya......"
"Syukurlah.. makasih ya"
`aneh kenapa Aan berbicara seperti ini? Entah kenapa seperti ... Ah.. Tidak.. Tidak.. aku harus berpikiran positif. Aan pasti akan baik-baik saja.' Erlan merenung dalam hati pikirannya sesaat.
"Oh iya, ngomong-ngomong, apa perlu aku belikan kue ulang tahun untukmu? Mengingat kau belum bisa makan secara bebas karena kondisimu, aku jadi ragu untuk membelinya. ..."
"Kau sungguh tidak romantis Erlan. Hmph.. Masa masalah seperti itu kau tanyakan padaku, setidaknya kau berusaha untuk memberikanku sebuah kejutan. Bukannya malah mendiskusikannya denganku hal yang seharusnya menjadi surprise. Lalan bodoh. Bodoh, bodoh, bodoh.."
Anna bersikap kecewa dengan terang-terangan seperti anak kecil terhadap sikap tidak pekanya Erlan.
"Ah.. Maaf. ..Aduh... Lalan kenapa kau begitu bodoh sih, masakan hal seperti itu aja kamu gak nyadar. Harus diajarin berapa kali sih? Hehehe..."
Erlan meminta maaf sambil mencoba bercanda untuk mencairkan suasana.
"Dasar..." Anna tetap cemberut melihat tingkah bodoh sahabatnya.
"Jangan cembeyut gitu dong. Smile, smile.. biar tambah cakep"
Erlan berusaha merayu Anna agar tersenyum.
"Gak ah.. aku dah terlanjur bete. Hmph.."
Anna mencoba tetap gigih dengan pendiriannya.
"Tapi.. tapi, meskipun cemberut gitu, Anna malah kelihatan lebih manis loh!"
"Ihh.. apaan sih, Erlan becandanya gak lucu ah.." pipi Anna memerah mendengar rayuannya Erlan. Anna lalu mengembungkan pipinya.
Rayuan Erlan sukses. (^w~)v
"Ihh.. sih tembem imut bener deh.., tapi ini beneran kok. Anna kalo cemberut kelitahan manis, tapi kalo senyum pasti kelihatan jauh lebih cakep lagi!"
"Mulai deh.. mulai deh.. dasar raja gombal. ..." "Nih... Nih...!!" menunjukan ekspresi senyum paksa terhadap Erlan. "Puas.. Puas!! Huu~"
"Nah gitu dong. Kan cakep kalo senyum .."
"Hmph.."
"Lebih cakep lagi kalo senyumnya lebih natural.."
"Udah ahh.. Lalan daritadi banyak maunya.. Capek nih, udah aus juga. Mau minum jus alpukat. Beliin dong ayang Lalan."
Anna menghentikan guyonan mereka berdua dan menyatakan permintaan tenggorokannya yang sudah kering ingin meminum jus favoritnya.
"Oh.. ayang Aan udah aus toh daritadi. Kenapa gak langsung ngomong aja sih, biar kang Lalan langsung pesenin?.."
"Auh..ah.. kan tadi lagi ngobrol. ..Udah buru~ beliin"
"Iya..iya Permaisuri." Erlan beranjak pergi untuk membelikan jus alpukat pesanan Anna.
"Ah~ Lan.. tunggu bentar. Ambilin Aqua yang itu dong deketin di sini, biar aku gampang ngambil minumnya. Sorry ya ngerepotin.."
"Iya woles..."
Erlan pun memindahkan Aquanya ke meja yang berada di samping Anna.
"Makasih ya ayang Lalan. ..tapi kok Lan, kok gak ada buahnya sih di sini? Biasa kan kalo orang lagi sakit di rumah sakit pasti ada buahnya kan? Kayak di sinetron mah drama di TV-TV!"
[Note: Anna belum pernah dirawat seperti ini sebelumnya dan juga tak pernah punya pengalaman sebelumnya mengunjungi rumah sakit. Jadi dia hanya menyimpulkan keadaan rumah sakit dari media masa yang dia saksikan entah dari TV, Internet atau apapun itu yang sejenis. -Kesimpulan: Anna adalah wanita yang memiliki fisik sehat dan terpaksa harus masuk rumah sakit karena mengalami kecelakaan dalam cerita ini. *this just fiction*]
-_- "kok sekarang jadi Aan yang banyak maunya sih. Korban sinetron mah drama TV nih kayaknya, pake disama-samain ama yang begituan. Hahaha.. ..Maaf deh An, soalnya aku sibuk ngawatirin sambil ngejaga kamu dari kemaren. Jadi gak sempet kepikiran buat beli buah-buahan. Semalam aja aku gak tidur loh gara-gara ngejagain kamu. Ntar ku beliin deh ya?"
Wajah Anna seketika memerah mendengar ucapan Erlan yang khawatir terhadap dirinya.
"Maaf... Makasih ya Lalan dah perhatian dan ngawatirin aku. Udah mau ngejagain aku.."
"Gak pa-pa kok. Kamu kan sahabat spesial aku satu-satunya .."
Anna sedikit tersontak mendengar ucapan Erlan barusan.
"Lagipula kamu bisa masuk rumah sakit juga, karena termasuk kesalahan aku"
"Udah aku bilang kan tadi, itu bukan salah Lalan. Jangan diungkit lagi soal itu ya. ..Kalo gitu udah sana, beliin aku jus alpukat dulu. Cepetan ya yayang Lalan"
"Iya-iya.., nona besar." Erlan pun beranjak pergi.
Seperginya Erlan, Anna merenung.
`Sahabat ya? Iya.. Sampai saat ini aku kan hanya jadi sahabatmu saja, gak lebih. *Hiks* Apaan sih Anna, kamu mikirin apa? Kita cuman sahabatan gak lebih. ...' Anna meneteskan air matanya.
Sambil menunggu Erlan kembali, Anna mencoba menenangkan dirinya dan berusaha terlihat seperti tidak terjadi apa-apa.
Disaat menunggu Anna teringat perjumpaannya dengan Shingami Myo.
....
Seorang suster kemudian masuk untuk memeriksa keadaanku.
? ? ?

Setelah seorang Suster melihatku yang telah sadar, sang Suster menghubungi Dokter yang bertugas untuk merawatku (mencheck-up, memulihkan kondisiku, etc.). Sang dokter memeriksa dan berbicara banyak hal denganku tentang kondisiku.
Tak lama Erlan muncul sambil membawa Jus Alpukat pesananku. Erlan juga tampak sedang menikmati jus yang dia pesan, tampaknya itu jus melon dilihat dari warnanya. Lagipula tak salah lagi tebakan Anna, karena sahabatnya itu memang dari dulu diketahui menyukai jus melon. Alasannya karena menurut Erlan jus melon rasanya mirip dengan es campur yang suka dia pesan semasa remaja dan mengingat rasanya yang persis dengan jus melon, Erlan jadi termindset untuk lebih memilih jus melon dibanding dengan es campur disebabkan oleh harga jus melon yang jauh lebih murah. *Hahahah~*
[Sebenarnya soal jus alpukat dan jus melon, itu diambil dari kehidupan pribadi Author XD. Dimana jus alpukat merupakan jus favorit author, plus soal jus melonnya diambil dari pengalaman author yang menikmati rasa jus melon yang mirip rasa es campur. Dengan alasan itu auth jadi suka mesen jus melon selain jus alpukat terkadang.  Dan bila ada penjual menjual jus melon dan es campur secara bersamaan, (mengingat pengalaman sebelumnya tentang rasa yang persis tersebut) author akan prefer ke jus melon dengan alasan simple harga yang lebih murah dan alasan rasa sebelumnya tadi. LOL. -Auth curhat(?) *maaf kalo note ini mengganggu pembacaan alur cerita. Silahkan kembali meneruskan membaca isi cerita.]
 Erlan menghampiri Anna bersebelahan dengan sang dokter.
"Oh iya dok, kalo saya boleh minum jus alpukat boleh gak saat ini? Sama pantangan makanan yang gak boleh ku makan apa aja? Makanan apa aja yang bisa ku konsumsi saat ini?"
Anna mengajukan beberapa pertanyaan kepada sang dokter.
"Kamu nanya apa wawancara An? Satu-satu apa biar bu dokternya gak ribet jawabnya. Hahaha"
Erlan meledek Anna dengan sedikit bercanda. Anna hanya jadi sedikit malu dan berkata "apaan sih?". Sedang sang dokter hanya tersenyum, memaklumi dengan tetap menjaga wibawanya di depan mereka.
Sang dokter pun mulai menjelaskan secara rincih mengenai pertanyaan dari sang pasien, Anna.
? ? ?
Petang ini Anna berada sendirian di kamar rumah sakit tempat dia dirawat. Erlan sendiri sedang keluar dengan alasan ada yang perlu dia urus di rumahnya. Anna sendiri sebenarnya sudah tau alasan Erlan pergi saat ini sebenarnya untuk mempersiapkan ulang tahunnya pada esok hari. Dan sesuai janji yang dia minta terhadap Erlan, Erlan harus menemani Anna di hari ulang tahunnya selama 24 jam dan itu berarti Anna hanya perlu menunggu Erlan tiba nanti pada pukul 12 (dua belas) tengah malam nanti.
Anna kembali teringat kejadian pertemuannya bersama sang Shinigami Myo.
Dalam flashbacknya tersebut tanpa sadar ia (Anna) sudah terlelap dalam tidurnya, namun dalam keadaan tidur tersebut pikiran Anna tetap tertuju pada ingatan flashbacknya tersebut yang terus berputar.
Anna FLASHBACK.
....
"Kalau begitu permintaanku adalah aku ingin bisa bersama Erlan dalam keadaan hidup di hari ulang tahunku yang ke 26 nanti."
"Apa kau yakin?"
Shinigami Myo mencoba menanyakan kembali kepastian akan permintaan Anna. Belum memberikan kesempatan Anna untuk balas menjawab pertanyaannya, Shinigami Myo kembali melanjutkan ucapannya.
"Resiko membuatmu hidup kembali, meskipun kau tetap akan kembali mati setelah ulangtahunmu berakhir pada tanggal 1 Agustus 2015 nanti. Bila kau membuat kesalahan dalam sedikit waktu hidupmu nanti, kau bisa berakhir dengan mati menuju neraka!"
Shinigami Myo memperingatkan Anna sebuah resiko.
Anna tampak shock mendengarnya. Shinigami pun Myo melanjutkan.
"Jadi apakah kau akan tetap yakin dengan permintaanmu tersebut, atau kau mau mengubah permintaanmu tersebut?"
"Mmm~" Anna memberikan respon suara mmm menandakan dia sedang berpikir mengatasi permasalahan dari apa yang harus dia lakukan mengenai permintaannya tersebut.
Diam beberapa saaat dalam pikirannya dihadapan Shinigami Myo yang sabar menanti jawaban Anna tersebut, Anna pun siap dan memberikan respon yang pasti dari pertanyaan Shinigami Myo tersebut dengan penuh keyakinan.
"Keputusanku sudah bulat. Aku tetap pada permintaan awalku, aku yakin aku tidak akan melakukan kesalahan yang nantinya membuatku masuk ke dalam neraka."
"Kenapa kau begitu yakin? Apa alasanmu ingin kembali hidup hanya untuk merayakan ulang tahunmu yang terakhir bersama pria yang bernama Erlan tersebut?"
Bersikap seakan tidak mengetahui perasaan Anna, Shinigami Myo mengajukan pertanyaan untuk mengkonfirmasi jawaban Anna.
"Aku hanya percaya saja. Lagipula alasanku sudah jelas karena aku sangat mencintai Erlan, setidaknya aku ingin dia tau perasaanku yang sebenarnya terhadapnya. Aku ingin merasakan akhir hidupku bersama orang yang ku cintai di hari spesialku yang tinggal beberapa hari lagi. Aku hanya ingin dia tau. Dengan begitu perasaanku akan jauh lebih lega. Ditambah ini satu-satunya kesempatan terakhirku untuk mengungkapkannya kepadanya!"
Mendengar hal tersebut Shinigami Myo sudah bisa menyimpulkan dan menerima konfirmasi dari atasannya mengenai jawaban terhadap permintaan Anna dan pernyataannya tersebut. Shinigami Myo pun menyatakan suaranya.
"Mendengar semua pernyataan dan kebulatan tekadmu terhadap permintaanmu, maka dengan ini dinyatakan bahwa permintaanmu diterima!"
Cahaya terang menyilaukan pemandangan Anna.
FLASHBACK End.
Disaat Anna terlelap Erlan sudah menyiapkan pesta ulangtahun terhadap Anna dengan menghias ruang rumah sakit dan mengumpulkan berbagai perabotan keperluan untuk ulang tahunnya, tentunya hal tersebut dengan persetujuan pihak rumah sakit.
Erlan sibuk mempersiapkan segala keperluan yang dikiranya penting untuk pesta ulangtahun Anna, dengan berusaha tetap menjaga agar Anna tidak tersadar disaat persiapannya tersebut. Tentunya Erlan mengetahui resiko Anna bisa bangun kapan saja ketika dia sedang mendekor ruangan tempat Anna dirawat, namun Erlan tak memperdulikan hal tersebut dengan tetap percaya dan melakukan yang terbaik sebisanya.
Persiapan pun telah selesai sebelum jam benar-benar menunjukan pukul 00.01.
Menunggu waktu yang terus berputar sebelum hari ulangtahun Anna. Erlan menatap Anna yang masih terlelap dalam tidurnya. Erlan menatap dengan penuh perasaan sayang. Erlan mengelus pipi kiri Anna dengan lembut, dengan tangan kanannya.
"Aan sayang.. sebenarnya aku sayang banget ama kamu. Perasaan sayang ini bukan sekedar perasaan sayang terhadap sahabat seperti dulu. Sebenarnya aku udah mulai jatuh cinta ama kamu sejak 3 tahun yang lalu. Namun aku tetap ngejaga perasaan ini tersimpan, karena aku terlalu takut dengan jawabanmu nantinya. Aku ingat waktu kita berusia 12 tahun dulu di panti asuhan, kita pernah berjanji untuk menjaga persahabatan kita selamanya, kita sendiri udah bersahabat sejak kita berusia 8 tahun. Karena hal tersebut  aku jadi ragu dan takut kalo nantinya aku ngungkapin hal ini dan persahabatan yang udah kita jaga sampai saat ini malah hancur dan berakhir. Soalnya aku juga ingat kejadian saat umur 17 tahun dulu dan aku becanda bilang aku suka ama kamu dan kamu malah marah dan gak mau ngehubungin aku lagi selama beberapa minggu. Padahal aku udah sms ngejelasin kalo itu cuma becanda pas malam harinya di hari aku nyatain hal tersebut, tapi kamu tetep gak mau balas dan jawab sms maupun telpon dariku selama beberapa minggu. Sampai aku akhirnya datang ke rumah Nenek angkatmu, tempat kamu tinggal dulu. Dan semua masalahpun selesai. Tapi dari situ aku jadi nyadar kalau aku sebaiknya tetap ngejaga hubungan persahabatan kita ini. Akan tetapi gak mau memungkiri perasaan aku yang sebenarnya sejak 3 tahun lalu, aku sebenarnya maunya hubungan kita lebih dari sekedar sahabat An. Aku pengen kamu jadi someone yang jauh lebih spesial dari itu. Aku pengen kamu jadi kekasihku. Kekasihku seorang.."
Menyelesaikan pengakuannya tersebut disaat Anna masih tertidur, Erlan menggenggam tangan kiri Anna dengan kedua tangannya dan menciumnya. Erlan kemudian menyenderkan kepalanya ke tangan tersebut.
Selang beberapa menit menikmati perasaan nyaman tersebut. Erlan segera bersiap dan mengecek waktu di jam tangannya.
"7 menit lagi.."
Erlan segera berdiri, mengambil segelas Aqua dan menenggak air putih tersebut.
Erlan pun kemudian mempersiapkan Kamera Handycam untuk merekam prosesi momen disaat mereka merayakan ulangtahunnya Anna. Handycam tersebut ditaruh di depan tempat tidurnya Anna yang sedang dirawat, menggunakan tripod untuk menopang Handycam tersebut.
Kemudian Erlan menyalakan lilin berbentuk angka 26 tersebut.
Tinggal beberapa hitungan detik lagi dan Erlan akan menekan  tombol record, video. Dan mulai menyanyikan lagu Happy Birthday sambil berusaha membangunkan Anna untuk melihat surprise dari Erlan, melihat wajah keterkejutan dan kebahagiaan dari Anna, mengucapkan selamat ulang tahun/happy birthday dan mendengar ucapan terima kasihnya, kemudian menunggu Anna membuat make a wish dan menyaksikan dia meniup kue ulang tahunnya dan sebagainya.
Itulah momen bahagia yang sebentar lagi Erlan tunggu.
? ? ?
Selesai dari flashback tersebut. Anna kemudian tersadar dalam dunia dimana dia bertemu dengan Shinigami Myo.
"Kenapa aku kembali kesini secepat ini? Permintaanku kan belum terwujud?"
Anna mengajukan protes kepada Shinigami Myo yang sudah ada di depannya.
"Tenang.. tenang.. hal ini bukan berarti bahwa permintaanmu tidak jadi dikabulkan. Sebentar, lihatlah ke sisi sebelah kanan!"
Shinigami Myo menjelaskan dan menunjukkan kepada Anna pemandangan bagaikan Layar Bioskop (sebenarnya mau bilang layar LCD ato proyektor yang buat nampilin gambar/presentasi/Video/etc. tersebut. Tapi gak jadi.) yang menampilkan tayangan dimana Erlan sedang mempersiapkan proses untuk perayaan ulang tahun dan tubuh Anna yang sedang tertidur pulas.
Dalam hati Anna berkata, `Bagaimana bisa? Bagaimanapun diperhatikan tubuhku masih tampak sedang bernafas'.
Anna menatap Shinigami Myo seketika.
Shinigami Myo hanya tersenyum ramah dan kemudian berkata.
"Inilah keajaiban Ilahi yang manusia biasa takkan pernah ketahui dan hanya beberapa orang terpilih saja yang bisa mendapatkan kesempatan seperti ini. Kau beruntung bisa melihat hal semacam ini Anna."
"Sebaiknya kau perhatikan dengan seksama apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan tenang saja, kau akan kembali tersadar di dunia tepat pada pukul 00.01." Shinigami Myo melanjutkan.
Anna pun tampak memperhatikan dengan serius. Anna tersenyum ketika melihat perjuangan Erlan yang tampak begitu bersungguh-sungguh.
Beberapa saat kemudian wajah Anna memerah, Anna lalu membungkam mulutnya dengan kedua tangannya, mengekspresikan sikap keterkejutannya terhadap pernyataan Erlan mengenai perasaannya terhadap Anna selama ini. Anna seakan tak bisa percaya dengan apa yang baru saja dia saksikan dari tampilan pemandangan dunia asalnya tersebut yang tampak dari dunia spirit ini. Namun terlepas dari bagaimana dia menyaksikan hal tersebut, Anna tak dapat memungkiri perasaan luar biasa bahagianya mengetahui sahabatnya Erlan yang ia cintai memiliki perasaan yang sama dengannya. Ya ternyata mereka berdua diam-diam memang memendam perasaan cinta satu sama lain.
Tenggelam dalam emosi bahagianya (Anna). Shinigami Myo kemudian mengucapkan kata perpisahan sekali lagi kepada Anna.
"Nah.. sudah waktunya kau kembali ke dunia manusia. Lakukanlah yang terbaik. Sampai jumpa!!"
Sekali lagi cahaya menyilaukan menutupi pandangan Anna.
? ? ?
Terdengar suara seorang lelaki menyanyikan lagu ulang tahun.
"Mmmhh~..." Anna merasa sedikit terganggu dengan suara nyanyian yang dia dengar.
"Happy birthday Anna, Happy Birthday Anna, Happy Birthday... Happy Birthday... Happy Birthday Anna..."
"Umm..." Seketika Anna membuka matanya lebar dengan ekspresi bloon.
Erlan sedikit tertawa dengan ekspresi bangun tidur yang ditunjukkan Anna. Itu benar-benar tampak lucu untuknya, namun lucu yang dimaksud disini sebenarnya lebih mengarah ke arah imut entah bagaimana.
Tertawa sedikit, Erlan kembali lagi lebih meriah menyanyikan lagu Happy Birthday kepada Anna.
"Eh?!" Anna merespon, baru sadar.
"Happy birthday ayang Aan yang ke 26. May your Wish Come True :D"
Erlan menyodorkan kue ulang tahun yang telah dipersiapkannya kepada Anna.
"Wah.. makasih yayang Lalanquww...(makasih sayang Lalanku)"
Mata Anna tampak berkaca-kaca melihat surprise yang Erlan buat. Kue yang disodorkan kemudian diterima dan ditaruh di kedua pahanya.
"Make a wish dulu dong."
Erlan mengingatkan Anna untuk berdoa untuk sebuah permohonan kepada Tuhan sebelum meniup lilinnya.
Annapun kemudian memejamkan matanya dan mengucapkan doa permohonannya dalam hati.
Selesai make a wish Anna menatap Erlan dengan senyuman manis dengan wajah memerah yang tak terlalu kentara karena lampu kamar yang dimatikan, hanya diterangi cahaya lilin, sambil berkata, "Dah.."
Suaranya pelan, singkat namun terdengar begitu imut dan menggemaskan.
Erlan kemudian dengat segera memegang kuenya, mendekatkan ke hadapan Anna dan mulai menyanyikan lagu.
"Tiup lilinnya, tiup lilinnya.. Tiup lilinnya ..."
Tanpa menunggu Erlan menyelesaikan nyanyian, Anna segera meniup kedua lilin yang menunjukan angka 26.
"Yeahhh...~"
Terdengar suara sorakan dari Erlan yang di susul suara sorakan gembira dari Anna.
Erlan lalu menaruh kuenya kembali ke paha Anna dan buru-buru menyalakan lampu ruangan, agar rekaman video ulang tahun Anna bisa tampak jelas ketika cahaya lilin kue sudah tak bisa lagi menerangi.
Rekaman yang sebelumnya pun sebenarnya tidak masalah meski hanya diterangi 2 cahaya lilin saja, karena meski lampu dimatikan, keadaan cahaya ruangan dalam rekaman video masih tampak cukup jelas meski memang tetap kelihatan agak sedikit gelap. [*Anggap saja karena kualitas handycam yang bagus, atau memang karena factor keadaan cahaya luar ke dalam ruangan, dan sebagainya.]
Setalah lampu menyala, Erlan kembali ke kursi di samping kanan Anna dan mengambil 2 buah piring kecil (apa ya istilah tepatnya?) dan sendok kecil. Erlan lalu mengambilkan pisau plasticnya yang berada di samping kue dan diberikan kepada Anna.
Sambil memegang 2 piring kecil dan 2 buah sendok kecil, Erlan mulai menyanyikan lagu ritual ulang tahun berikutnya. Sambil menunjukkan ekspresi bahagia menyaksikan Anna.
"Potong kuenya, potong kuenya, ..potong kuenya sekarang juga.., sekarang.. juga, sekarang juga..~"
Anna pun memotong sepotong kue yang terlihat sedikit lebih banyak dan menaruhnya ke salah satu piring kecil yang di pegang Erlan.
Sambil menyaksikan hal tersebut, Erlan memerhatikan dengan sedikit menunjukkan ekpresi bertanya-tanya mengenai kenapa tentang ukuran kue yang diambil Anna tampak cukup besar untuk porsi 1 orang.
`Aan lagi kelaperan ya? Ngambilnya kok banyak banget? Emang sih dokter bilang Aan boleh nyantap kue cake, meski dalam porsi yang gak boleh terlalu banyak. Porsi ini pun sebenarnya masih diperbolehkan, dan masih bisa nambah satu potongan kecil lagi. ..Tapi tak ku sangka Aan bakal makan sebanyak ini.. dia ngidam apa gimana?'
Anna yang melihat Erlan agak bengong pun bertanya.
"Lan.. Kenapa bengong?"
"Eh?.. Gak. Itu.. Kok tumben ngambil kuenya banyak banget?"
"Buat berdualah, kamu kira aku ngambil segini banyak buat makan sendiri ya? Wuuh~"
"Oh.. kirain. .... Eh??!! Berdua? Maksudnya suap-suapan?"
"Iyalah... Kenapa? Gak boleh?"
"Gak pa-pa sih. ..."
"Waktu masih kecil kan kita sering makan, sambil suap-suapan!"
"Itu kan dulu pas masih kecil"
"Jadi sekarang gak boleh?"
"Boleh sih... tapikan.." Pipi Erlan memerah.
Anna lalu segera mengambil kue dan sendok yang dipegang Erlan.
"Baiklah ini dia, Erlan!" Anna menyendokan kue dan .... "AAA~~~M"
"Eh...!?
"Ayo Erlan... Buka mulutmu~!"
"A... Ehh!? ..Apa ini?!"
Erlan tampak salah tingkah kali ini.
"Ayolah! Cepat makan!" Anna yang juga wajahnya memerah segera memasukan kue tersebut ke dalam mulut Erlan dengan menyuapinya.
"!?" `E~...' Erlan agak kaget dalam hatinya.
"Kuenya ternyata enak juga"
Erlan mengomentari rasa kuenya dengan wajah memerah sambil mengunyah kemudian menelan kuenya.
"Benarkah? ..Kalo begitu sekarang giliranmu menyuapiku!"
"Eh? Aku juga harus melakukannya!?
"Y-ya"
"Ba..baiklah ini dia!?!"
"A~~~m"
Erlan dan Anna berganti-gantian saling menyuapi sampai kue yang di piring kecil tersebut habis.
`Jadi yang disuapi atau menyuapi ya..?! Meski dulu pernah melakukannya, tapi itu saat masih kecil. Jadi ketika saat ini melakukannya lagi, benar-benar terasa canggung dan sedikit memalukan? ..Walau begitu, tak bisa dipungkiri aku sungguh senang melakukan ini. ...Tapi, ngomong-ngomong, ini berarti sama aja seperti ciuman secara tidak langsung!!!"
Memikirkan hal tersebut seketika wajah Erlan langsung memerah secara penuh. Kalo digambarkan bagaikan termometer yang dipanaskan kemudian seketika itu juga garis penanda panas tersebut segera naik ke atas sampai penuh. (Coba bayangkan wajah karakter animasi manusia yang merasa malu kemudian wajahnya memerah, mulai dari leher yang memerah dan kemudian naik ke kepala dan mengembulkan asap seketika. XD If you know what I mean.)
Melihat wajah dan tingkah Erlan yang seperti itu, ditambah Anna yang juga sebenarnya sudah mengetahui bahwa Erlan memiliki perasaan yang sama terhadapnya, Anna mulai mencoba menggoda Erlan agar dia mengaku bahwa dia menyukainya (Anna).
"Hei.. hei.. Ayang Lalan, wajahmu terlihat begitu jelas memerah tuh. Kamu gak lagi sakit, atau panas kan?"
"Nggak~ sih.."
"Kalau gitu kamu malu ya tadi suap-suapan ama Aan?"
"....."
Erlan gak bisa berkutik, dan jadi bingung dan tak tau harus berkata apa.
"Kok malah diem sih??"
"Nggakk..."
"Oh.. Yaudah deh.. By the way, Lan kalo misalnya aku jatuh cinta ama kamu gimana?"
Anna menggoda secara stright to the point karena Erlan kayaknya terlalu malu untuk mengakui, pikir Anna.
"Eh?!.."
Kali ini Erlan yang tampak shock dan seakan gak percaya mendengarnya. Erlan memeriksa suhu tubuh kepala Anna. Dan mulai bertanya tentang keadaan Anna.
"Aan pas kecelakaan kepala kamu kebentur ya? ..Perasaan kamu sekarang gimana?, Kepala kamu kerasa sakit gak? Tapi kepala kamu gak panas kok? Apa perlu aku panggil dokter biar bisa meriksa keadaan kamu?"
Erlan panik mengira terjadi sesuatu yang aneh atau berbahaya dengan mentalitas Anna dan mengira mungkin terjadi benturan di bagian kepala Anna.
Anna yang melihat tingkah Erlan yang berlebihan dan kesalahpahamannya yang benar-benar bodoh, tampak facepalm, merasa sedikit kecewa dengan ketidakpekaannya, tak berdaya dan akhirnya  menghembuskan nafas keluh dalam yang panjang.
"Lalan.. aku gak pa-pa. Kepala aku gak kebentur sama sekali kok! Aku bisa mikir dengan normal kali! Kamu kenapa sih? Kok reaksinya malah gitu sih?"
"Jadi, kamu gak pa-pa ya? Kalo gitu kenapa tadi kamu ngomong kalo misalnya kamu jatuh cinta ama aku?"
"Emang gak boleh ya?"
"Bukannya gitu.. Tapi dulu kan kamu bilang kita lebih baik sahabatan, kamu juga gak suka soal kita jadian dan kamu juga marah pas aku becanda bilang aku suka sama kamu sampe kamu gak mau ngehubungin aku selama beberapa minggu. Dan tentang janji kita untuk sahabatan selamanya juga!"
"Aku udah gak peduli lagi soal janji sahabatan kita selamanya. Kamu mau tau kenapa pas dulu, kamu bilang suka. Dan aku, kamu bilang marah karena hal itu?"
Erlan tak mengerti dan mencoba menyimak penjelasan sahabat tercintanya Anna.
"Asal kamu tau. Waktu itu, saat kamu ngomong kamu suka aku lewat telpon, sebenarnya aku dah seneng banget ngedenger hal itu. Namun karena panik, aku malah ngejawab. `Kamu ngomong apaan sih?' dan segera menutup telpon karena aku bingung mau nanggepinnya gimana. Lalu ketika kamu nelpon malam hari, aku udah seneng banget dan mau jawab iya aku mau. Eh, tapi kamu malah ngomong kalo yang sebelumnya itu cuma becanda. Jelaslah ngedengar hal itu aku kecewa dan gak ngebalas sms-sms maupun telpon darimu selama beberapa minggu. Setelah udah beberapa lama gak berkomunikasi sama kamu, aku sebenarnya ngerasa menyesal dan akhirnya datang ke rumah nenek dan ngomong panjang lebar, sebenarnya aku tetep kecewa karena kamu bilang itu hanya guyonan. Namun karena aku gak mau hubungan kita bermasalah dan persahabatan kita hancur. Makanya aku maafin kamu. Namun perasaan sayang dan suka aku ke kamu sebenarnya udah mulai tumbuh sejak kita berusia 16 tahun dulu. Waktu itu untuk pertama kalinya kita bisa ketemu lagi setelah satu tahun lost contact karena kamu di adopsi sama seorang bapak yang akhirnya meninggal karena kecelakaan. Karena meninggalnya bapak tersebut kamu akhirnya kembali ke panti, mencoba menghubungi dari sana dan akhirnya kita bisa ketemuan lagi. Saat itu kamu benar-benar tampak berbeda dan entah kenapa aku ngerasa seneng banget karena dah lama gak ketemu. Dan kemudian lagi entah kenapa jantungku terus berdegup kencang saat dekat kamu, bahkan seusai kita berjumpa, ketika sudah di rumah pun jantungku tetap berdegup kencang ketika ngebayangin kamu. Dan jujur sampai saat ini perasaan itu masih tetap sama.  Kamu gak tau kan 19 tahun persahabatan kita dan sebenarnya aku udah memendam perasaan cinta ini selama nyaris 10 tahun! Jadi kalau kamu mau tau kenyataan yang sebenarnya, inilah fakta mengenai perasaan aku ke kamu selama ini."
Anna menjelaskan panjang lebar dengan mata yang berkaca-kaca.
Erlan yang baru menyadari hal tersebut, akhirnya angkat suara.
"Maafin aku An, aku gak tau bahwa kamu udah mendam perasaan ini lama. Jujur, sebenarnya aku juga suka, sayang dan cinta sama kamu. Sayangnya aku baru menyadari hal tersebut 3 tahun yang lalu sampai saat ini. Dan meski begitu aku terlalu bodoh dan pengecut, gak berani ngengungkapin hal ini ke kamu sejak dulu. Bahkan saat ini, aku malah kalah ama kamu yang jujur duluan tentang perasaanmu. Tampaknya aku memang cowok yang benar-benar kurang peka. *Sigh* Kalau diingat-ingat lagi, sebenarnya aku juga mungkin udah menyukai kamu sejak kita berusia 14 tahun, itu adalah saat dimana kamu akhirnya diadopsi oleh Nek Rosna. Namun karena masih terlalu muda, aku pun mengabaikan perasaan itu dan mengganggap hal tersebut adalah perasaan persahabatan kita berdua, sebatas itu. Meskipun aku sangat kecewa dan sangat sedih ketika kita akhirnya harus berpisah untuk pertama kalinya. Bahkan kau tau, karena kau sahabatku satu-satunya di panti asuhan, sampai setahun kepergianmu dari panti asuhan aku masih tetap terus saja merasa kesepian karena tak punya teman. Aku merasa hanya kau yang cocok denganku, meskipun yang lainnya memang baik padaku, akan tetapi aku sungguh tak bisa berbohong kalau aku memang kesulitan bergaul dengan yang lain selain dirimu. Dan ketika kau menyempatkan untuk menelponku, itu adalah saat-saat yang sungguh mendebarkan dan membahagiakanku. Meski begitu ku pikir itu hanyalah sekedar perasaan persahabataan kita saja, gak lebih. Aku sungguh tak mengerti membedakan perasaan persahabatan dan cinta ketika itu, bahkan sampai sebelum 3 tahun yang lalu. Banyak hal yang telah terjadi. Dan setelah mendengar masukan dari teman kerja ku di kantor dan ketika aku memutuskan memperhatikanmu lebih lama dan mencoba merasakan perasaan yang ada dalam hatiku, aku baru menyadari saat 3 tahun yang lalu kalau aku sebenarnya suka, sayang dan sangat mencintaimu. Makanya aku seringan malah memutuskan bercanda untuk menggodamu. Dan tak berani mencoba untuk jujur saja. Aku sungguh membohongi bahkan mengkhianati perasaanku sendiri kepadamu dan itu rasanya jujur sungguh menyakitkan untuk tetap berusaha menjaga persahabatan kita ini, dengan menyembunyikaan kenyataan tentang perasaan cinta itu sendiri. Maaf karena kebodohanku, dan segalanya, aku sekarang mengerti dan tau bahwa sebenarnya kamulah orang paling tersiksa dalam keadaan ini. Maafkan aku, sungguh. Jadi.. Sekarang, kumohon, maukah kamu menikah denganku?"
Mendengar segala penuturan Erlan dan rapalan(?) ajaib Erlan yang terakhir, Anna benar-benar tak menduga bahwa Erlan aku langsung melamarnya.
Sedikit terkejut dan terdiam beberapa saat dengan posisi kedua tangan yang menutup mulutnya yang manis karena keterkejutan dengan lamaran yang tiba-tiba, tanpa pikir panjang lagi, karena inilah yang memang dia impikan.
"Ya, aku mau. Aku bersedia. Aku mau menjadi isterimu, pendamping hidupmu seumur hidupku!!"
"Yes!! Thanks God, Impianku jadi kenyataan. Ternyata benar, disetiap musibah itu selalu ada berkah yang Engkau sediakan. Seperti pelangi sehabis hujan!"
Erlan memanjatkan syukur dan terus bersyukur dengan apa yang telah terjadi. Kali ini Erlan benar-benar merasakan begitu bahagianya untuk pertama kalinya dalam seumur hidupnya.
Namun tiba-tiba suasana berubah.
Anna tampak menunduk sedih. Erlan yang melihatnya jadi bingung dan bertanya kenapa, Anna pun menjelaskan semuanya, pertemuannya dengan Shinigami Myo dan sisa waktu hidunya yang tinggal sampai pukul 24.00 hari ini atau jam 12 nanti malam. Awalnya Erlan tak percaya dengan apa yang telah dijelaskan Anna, namun pada akhirnya Erlan percaya setelah Anna menceritakan apa yang dilakukan Erlan sebelum membangunkan Anna untuk surprise birthday.
Menyadari hal tersebut Erlan ikut melemas, namun tiba-tiba entah kekuatan dari apa yang muncul dalam hati dan pikirannya, Erlan tiba-tiba menjadi teguh dengan imannya dan optimis terhadap cinta mereka berdua.
"Anna tenanglah, aku yakin kau akan baik-baik saja. Kau ingat ucapanmu kemarin kan? Bahwa aku tak perlu khawatir karena kamu akan baik-baik saja! Aku percaya hal tersebut, kamu pasti akan baik-baik saja. Percayalah dan terus berdoa!"
Erlan berusaha menguatkan Anna.
"Meski begitu, itu sudah ditetapkan."
"Kenapa kamu malah ngedown? Apa An gak percaya mengenai mujizat? Aku yakin mujizat itu akan terus terjadi sampai saat ini, bahkan selama-lamanya. Asalkan kita yakin, berdoa dan teguh kepadaNya! Bahkan bila kamu masih bisa tetap ada dalam keadaan seperti ini, dan semua kejadian yang sudah kamu alami sampai saat, bukankah kamu sudah melihat terlalu banyak mujizat?! Apakah An masih akan ragu kalau apa yang sudah ditakdirkan untuk An esok hari mungkin saja akan berubah, dan mujizat itu ternyata benar-benar terjadi lagi bahwasanya cinta kita yang tulus dan kuat diakui oleh sang Pencipta dan kita pun bisa bahagia bersama selamanya. Pernahkah An mendengar tentang kutipan ini? Dimana tertulis bahwa Cinta itu kuat seperti Maut!?! Itu berarti jika cinta kita kuat pasti meskipun An bilang kalau An akan meninggal besok, Lan yakin kalau Aan pasti masih akan tetap hidup sampai seterusnya. Entah mengapa Lalan begitu optimis kalau Aan akan tetap baik-baik saja!"
Anna benar-benar tersentuh dengan motivasi yang diberikan Erlan. Anna menjadi lebih tegar dan yakin.
"Lan kamu benar, dan aku juga akan tetap optimis kalau aku pasti akan tetap hidup besok bahkan seterusnya. Aku mungkin bisa dengan cepat masuk surga. Namun, entah mengapa dalam hati ini seperti ada ganjalan yang membuatku ingin tetap survive untuk hidup di dunia ini. Aku ingin menyatakan cintaku kepadamu, dan aku yakin ada alasan mengenai perasaan ini mengapa terasa begitu kuat, aku sendiri gak tau alasan tepatnya kenapa. Namun aku yakin, aku akan tetap hidup bersamamu dan ini adalah takdir sejatiku! Mungkin ini terdengar bodoh, namun dalam lubuk hatiku berkata bahwa aku harus tetap tinggal bersamamu dan ini belum waktunya untukku untuk masuk ke surga. Meski aku sendiri tidak memiliki bukti yang kuat untuk menyatakan kebenaran tentang hal ini, ini hanyalah intuisi pribadiku saja. Namun keyakinanku jauh lebih kuat mengenai hal ini."
Anna kemudian jadi teringat dengan doa permohonan yang ia panjatkan ketika membuat make a wish tadi. Anna pun menyinggung hal tersebut pada Erlan.
"Oh iya, Lalan kau ingatkan tadi bahwa sebelum aku meniup lilin tadi aku melakukan make a wish?! Kamu mau tau apa permohonan yang kupanjatkan tadi?"
"Apa?"
Erlan tampak begitu tertarik mendengar segala ucapan Anna, apalagi ketika Anna tampak kembali begitu bersemangat dan berpikiran positif lagi. Erlan pun bertanya dengan singkat.
Anna pun jujur mengungkapkan beberapa permohonan tulusnya, tentang dia ingin perasaan cintanya tersampaikan dan Erlan bisa jujur mengenai perasaannya kepadanya, dia ingin bisa menikah dengan Erlan, memiliki anak hasil buah cinta mereka, melihat mereka tumbuh, menjadi keluarga yang bahagia dan rukun, membesarkan anak mereka sampai mereka bisa hidup secara mandiri, melihat anak mereka berkeluarga kelak, menyaksikan cucu-cucu mereka bermain kesana-kemari. Dan apabila Tuhan berkata lain dengan tidak memberikan karunia anak sekalipun, dia ingin cinta mereka tetap kuat dan tak terpisahkan, hidup bahagia berdua dan terus saling mencinta sampai selama-lamanya.
Mendengar pengakuan jujur tersebut, Erlan benar-benar tersentuh dan jadi jauh merasa lebih mencintai Anna lagi dan lagi, sampai seluruh alam semesta bahkan takkan cukup sanggup untuk menahan besar dan luasnya cinta Erlan.
Hari itu menjadi hari yang terasa sangat panjang dan teramat indah bagi mereka berdua.
Tak terasa tinggal satu menit lagi sampai batas waktu penentuan.
Namun tanpa memedulikan hal tersebut, Erlan dan Anna sudah jatuh terlelap dalam tidur merka di kasur yang sama tempat Anna dirawat untuk dia beristirahat. Sebelumnya Anna memang meminta Erlan untuk menemaninya tidur di sampingnya, Anna menggenggam tangan kiri Erlan dengan erat untuk membunuh rasa takutnya terhadap kematian. Satu-satunya yang dia takuti bukanlah kematiannya sendiri, melainkan perasaan takut tersebut lebih ke perasaan takut terhadap perpisahan dengan orang yang paling ia cintai untuk selamanya.
Dan tanpa terasa satu hari tlah berlalu, suatu hal yang mengejutkan pun terjadi, terutama untuk sosok Erlan yang masih belum mampu dan siap untuk menerima kepergian Anna.

TO BE CONTINUED


---------------------
Ingat! Ini hanyalah cerita fiktif belaka.  ;Dd
Oke.
****
Terima kasih sudah membaca. Hahaha.. Peace! v(^-^)l
cPrasetyoPeuruHenryPutra







.
.
.
.
Ending Story
Dan tanpa terasa satu hari tlah berlalu, suatu hal yang mengejutkan pun terjadi, terutama untuk sosok Erlan yang masih belum mampu dan siap untuk menerima kepergian Anna.
Erlan terkejut melihat Anna sudah tak berada di sampingnya lagi, Erlan menyesal berharap bisa mengulang waktu agar bisa melamar Anna lebih cepat. Erlan terpukul merasa bersalah dan menangis sejadi-jadinya.
Pintu kamar ruangan tersebut telah dibiarkan terbuka sejak Erlan terjaga dari tidurnya.
Mungkin mereka membawa mayat Anna di pagi hari ketika Erlan masih terlelap dalam tidurnya dan membiarkan pintunya tetap terbuka, pikir Erlan.
Menyesali hal tersebut, tak sempat memasangkan cincin di jari manis Anna, cincin yang sudah dipesannya untuk mereka berdua. Erlan pun semakin kencang dan lebih gaduh menangis sejadi-jadinya. Meratapi kepergian Anna.
Beberapa suster dan dokter yang lewat serta beberapa pasien dan pengunjung yang lewat, jadi penasaran dan mengecek keberadaan dari seorang pria yang menangis tak karuan tersebut.
Seorang dokter lelaki dan perempuan yang kebetulan lewat mencoba menenangkan Erlan. Para Suster yang masuk memeriksa dan menyaksikan sikapnya tampak khawatir. Para pasien dan pengunjung lainnya juga tampak saling berbincang memperbicarakan apa yang sebenarnya terjadi, meski mereka sendiri tidak tau pasti apa yang sampai menyebabkan pria tersebut, yakni Erlan jadi seperti ini.
Sang dokter pria  mencoba menenangkan Erlan dan meminta penjelasan darinya, namun Erlan terus saja menangis. Sang dokterpun meminta seorang suster untuk memanggil dokter yang bertugas di ruangan ini untuk meminta penjelasan tentang penyakit pasien dan masalah yang dihadapi.
Sang dokter pria tersebut menyangka bahwa Erlan adalah pasien yang berada di kamar tersebut.
Erlan sendiri terus merengek seperti anak kecil.
Tiba-tiba seorang suster yang menemani seorang wanita pun masuk ke dalam.
Sang wanita yang ditemani suster tersebut tampak kebingungan dengan situasi aneh dalam ruang rawat rumah sakit tersebut.
Mengapa jadi banyak orang yang berkumpul di sini, pikirnya.
Sang wanita tersebut pun angkat bicara.
"Apa yang terjadi di sini Lalan? Mengapa ada banyak orang berkumpul di sini?"
Erlan yang sudah kecapean menangis menjerit tersebut dalam posisi menghadap kasur, tiba-tiba terhentak dengan suara tersebut. Sepertinya suara itu terdengar tak asing untuknya.
Erlan pun berputar dan menoleh ke arah asal suara.
Di hadapan kedua matanya, Seorang wanita yang tak asing berdiri dihadapannya sambil dibantu seorang suster yang membantu menopangnya untuk berjalan.
Sang wanita sambil dibantu sang suster berjalan mendekat ke arah samping kanan dari sisi Erlan.
Erlan masih tampak kebingungan dengan situasi sudah yang terjadi.
Kurang lebih 10 detik kemudian baru membuat Erlan  sadar.
"Aan.... Kamu masih hidup?" Erlan bertanya memastikan seakan gak percaya. Atau mungkin ini hanya delusi dari Anna yang telah pergi meninggalkannya?!.
Sang wanita mengangkat suaranya dengan keras.
"Kamu kenapa sih Lan? Bangun pagi-pagi udah aneh-aneh aja? Aku kan cuman pergi ke WC bentar dibantuin Suster Meta! Ya jelaslah aku masih hidup! Kamu malu-maluin aja tau gak sih. Ngerengek kayak bocah begini.." Anna tak habis pikir dengan tingkah kekanakan Erlan. Sungguh apa jadinya bila Anna beneran mati, mungkin Erlan akan merasa bersalah berakhir bunuh diri, pikirnya.
Orang-orang dalam ruangan tersebut hanya terpaku menyaksikan adegan percakapan antara Erlan dan Anna.
Drama macam apa ini yang baru mereka saksikan?
"Tapi kemarin kamu bilang?"
"Itu kan hanya becanda, mana ada Shinigami? Mana ada aku bisa tau kapan aku bakal mati? Kamu ini, obrolan guyonan di anggap serius."
Anna pun meminta maaf kepada semua orang yang ada di sana untuk kekacauan yang tlah dibuat pacarnya, Erlan.
Para dokter termasuk dokter yang merawat Anna yang juga sudah datang dan mendengar kata-kata Anna barusan, para suster, pasien dan semua pengunjung yang tertarik menyaksikan adegan yang baru saja terjadi, akhirnya memahami apa yang sebenarnya terjadi, ternyata itu hanyalah sebuah kesalahan seorang Pria bernama Erlan yang merasa percaya dengan guyonan mistis yang dibuat oleh kekasihnya. Setidaknya itulah gambaran singkat yang disimpulkan mereka ketika menyaksikan adegan `drama singkat' barusan.
Seorang dokter pria yang menyaksikan hal tersebut sejak awal pun akhir nya memutuskan untuk segera keluar ruangan setelah menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi hanyalah sebuah kesalahpahaman belaka. Diluar ruangan tersebut terdengar sang dokter pria menyeletuk kepada rekan dokter wanitanya, "Drama Cinta rupanya. Hahaha~ Baru kali ini saya menyaksikan kejadian macam itu di rumah sakit loh, Dokter Miranda!" sang dokter wanita pun membalasnya. "Sama saya juga. Itu kejadian pertama kalinya untuk saya melihat kejadian seperti itu!"
Erlan menguping pembicaraan kedua dokter tersebut yang berjalan menjauh ke arah depan rumah sakit. Menyimak perbincangan terakhir kedua dokter tersebut, Erlan benar-benar merasa frustrasi dan tampak seperti orang bodoh beneran. Meskipun dia juga bahagia mengetahui kalau orang yang dicintainya Anna masih tetap hidup. Akan tetapi mendengar kata-kata Anna barusan benar-benar menghancurkan hatinya meskipun masih tetap bisa dipasang utuh kembali karena tulus cintanya terhadap Anna.
"Aan tolong jelaskan semua ini! Apa maksudnya yang kemarin itu hanyalah sebuah guyonan? Aku yakin dengan pasti bahwa kemarin itu kamu kelihatan jelas berbicara dengan begitu serius tentang semua yang kamu sampaikan kepadaku. Mengapa kamu jadi berubah begini? Meskipun aku senang kau tetap hidup sampai saat ini, setidaknya tolong jelaskan apa yang sebenarnya terjadi! Aku sebenarnya kecewa dengan sikapmu tadi yang malah membuatku merasa semakin dipermalukan. Tapi aku yakin pasti kamu punya alasan yang sebenarnya untuk melakukan hal tersebut?!"
"Tidak. Mengenai hal-hal mistis tersebut, itu memang benar-benar hanyalah sebuah guyonan belaka. Aku hanya ingin mengetesmu saja untuk menguji seberapa besar cintamu kepadaku! Itu saja. Maaf ya, kalo terlalu berlebihan. Tapi, tampaknya aku memang memiliki bakat seni terpendam sebagai seorang artis ya? Fufufu~"
"Heee~~??"
"Jadi setelah kita keluar rumah sakit, kita akan menikah ya?!"
"Tidak.. Tidak jadi!!"
"Ehh!?~~ Kamu kan udah ngelamar aku. Jadi kamu harus tetep nikahin aku. Kamu harus bertanggung jawab dengan ucapannya!."
"Kau sendiri bagaimana? Gimana bisa kamu membohongi orang yang udah benar-benar tulus menyatakan cinta untukmu. Kau bahkan tega mempermalukan aku di depan mereka semua. TwT"
"Kalau soal itu aku minta maaf. Aku kan hanya berbicara jujur tentang yang kemarin. Lagipula aku sebenarnya bermaksud ingin menjelaskannya semuanya kepadamu tadi pagi, namun kamunya malah masih tetap keasikan tidur."
"Uhhh~ tetep aja itu ngeselin. Aku jadi ngerasa bener-bener bodoh tau gak!"
"Maaf deh yayang Lalan! Kalo gitu sebagai permintaan maaf kamu boleh minta apa aja ama aku!"
"Serius?"
"Serius!"
"Umm~" Erlan mikir..
"Kalo gitu aku minta kiss darimu selama kamu masih dirawat di sini!"
"Nanti ya!"
Sorenya.
"Erlan mau kiss kan?"
"Sekarang nih?"
"Iya. Tutup mata dulu!"
"Dah!"
Erlan mulai deg-degan.
"Buka kedua tangannya"
"Eh? Maksudnya begini?"
Erlan membuka kedua tangannya dengan gaya seperti ingin memeluk.
"Eh.. Bukan. Bukan begitu. Begini nih maksudnya. Biasa aja tangannya!"
Anna mengedepankan kedua tangannya.
"Putar tangannya seperti ini. Tangannya jangan digenggam, dibuka, jari-jari tangannya dibuka! Sip."
"Kamu mau ngapain sih? Kiss doang ribet banget."
Erlan bete menunggu.
"Iya, udah-udah. Dah siap!"
Erlan senang mendengarnya, dan mulai mencondongkan bibirnya.
"Nih.. Kiss! Aku kasih kiss yang banyak!"
"Ehh!?! Apa maksudnya ini?"
"Katanya mau kiss? Tuh Aan kasih permen kiss yang banyak. :P"
"Maksudku kan kiss ciuman yang beneran ayang Aan!"
Erlan ngarep.
"Eit. Tungguh ampe aku keluar rumah sakit dan kamu nikahin aku! Kalo dah sah, aku janji deh kamu bakal dapet lebih dari kiss sepuasnya kapanpun kita berdua mau. Tee hee~"
? ? ?
Anna dan Erlan pun akhirnya menikah dan baru mau memulai malam pertama mereka.
Dari dunia spirit Shinigami Myo menyaksikan mereka berdua yang tengah bersiap-siap mengambil ancang-ancang.
Radah iseng, Shinigami Myo menganggu malam pertama tersebut. Alhasil seorang pria yang sudah ditakdirkan untuk mati dalam kecelakan pesawat Helikopter. Tiba-tiba Pilot Helikopter tersebut mengalami sebuah kendala penerbangan, entah mengapa bahan bakar helikopter tersebut sedikit demi sedikit dengan pasti berkurang secara perlahan. Sampai pada sebuah ketinggian tertentu, Helikopter tersebut pun terjatuh. Dan menimpah bagian belakang sebelah kiri rumah kediaman Keluarga Erlan - Anna. Untunglah helikopter itu tidak meledak, meski mendarat di tempat yang salah dan menghancurkan sebagian besar bagian belakang rumah Erlan dan Anna.
Erlan dan Anna yang baru mau mulai berciuman, mendadak terkejut karena jatuhnya sebuah benda asing di kediaman rumah mereka.
*Dbruarrr*
Menyadari hal tersebut,
"SHINIGAMIIIIIIII MYOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!!!!!!!!"
Anna berteriak histeris!!! Erlan menatap istrinya kaget.
"Eehh~~h!?!"
.
.
.
The End (?)
>> Genre added: Comedy. <<
TYO original Story. Special for Scarlet Elani birthday. Happy birthday sis, may your Wish Come True. ;Dv

Quotes Holy Bible

Matius 6:33 -- "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." -- Lembaga Alkitab Indonesia (TB) Terjemahan Baru.

Youtube

Kakakku :) Punyanya Kak Nandus

Kakakku :) Punyanya Kak Nandus

Pria dalamTuhan YME

Pria dalamTuhan YME
My Fam