Prasetyo Peuru Henry Putra | @prasetyopeuru | prasetyopeuru@gmail.com | +6281287553107 | Indonesia

Total Pageviews

Followers

Instagram

Saturday, May 4, 2013

Surga-Mu, Yerusalem Baru yang Ku Damba Karena Kemuliaan TUHAN

Dunia ini, khususnya alam ini, indah banget. Bener2 pemandangan alam yang murni, menenangkan, menyejukan, dan membuat hati terasa begitu damai :))
Kemurnian alam ini sungguh luar biasa, apalagi surga ya?
Gue jadi berasa pengen ke surga aja lebih cepat. Gue gak lagi putus asa. Hanya saja bilamana demikian gue berpikir dengan begitu gue gak bakalan lagi menyimpang dan melalukan suatu kesalahan yang gak seharusanya. Bukannya naive juga, melainkan seandainya gue bisa cepat dipanggil Tuhan aja. Tapi gue belum menghasilkan apapun yang berarti juga sih. Jadi teladan engga, dari saat gue sakit dulu ampe sekarang (walau beberapa saat ini gue mulai kembali jauh membijak) gue msh hidup dalam hal yang bukan gue dalam kebenaranNya itu sendiri. Hanya sekedar kerinduan yang tak terlaksana, janji yang dipungkiri melalui kelakuan hidup, melakukan kesalahan berulang kali, meminta pengampunaNya, dan bolak balik ke dalam dosa tak terlihat yang menjijikan adalah sebenarnya, namun ditutup dengan begitu rapih oleh keahlian diri dalam menjaga image. Itu mungkin sebenarnya juga sudah menjadi hal yang sangat lumrah dalam dunia ini. Akan tetapi sekali lagi hati kecilku berkata, itu tidak patut. Walau kebebasan itu kuinginkan, namun kebenaran adalah yang jauh lebih terutama.
Seperti ada tertulis, carilah kerajaan Allah dan kebenaran-Nya maka kesemuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Hmm~ Surga, Allah, kebenaran, hidup, keindahan, cinta, sukacita, semua hal seperti itu lah arti kesejatian yang sebenarnya gue inginin, mencarinya namun karena hidup di dunia ini yang penuh kepalsuan walau Allah menciptakan-Nya indah untuk manusia, akan tetapi yang disebut 'jahat' itu memberdaya dan membuat manusia jatuh seringkali dan hidup dalam keputus asaan.
Tuhan bilamana saat itu tiba? Akankah aku merasakan kesejatian bersama-Mu? Dasar yang belum kokoh ini begitu rapuh pada akhirnya saat ketika badai menerpah, begitu menyakitkan dan kegilaan yang dialami. Kesuraman yang tak terpikirkan sebelumnya. Tak mengandalkanMu sepenuhNya lah yang membuat itu bisa terjadi begitu kerasnya. Hardikan terhadap diri. Oleh geramMu yang luar biasa. Hanyalah melalui bimbinganMu melalui firmanMu seharusnya diri.bertekun. Itulah mengapa dunia ini terasa begitu kejam. Engkau Mulia, Maha kuasa dan bijak. Dan si jahat memanipulasi kearoganan, kebodohan, dan kepercayaan diri yang berbelok itu. Sungguhlah surga itu ingin terus dirasa pabila, namun begitu sulit jauh kesana oleh pikiran yang bercabang dan hati yang tlah tercemar.
Tanpa ingin mengakhiri kata demi kata kalimat ini, sendainya hari surga itu yang didambakan. Bukan Hari yang adalah kegeramanMu itu. Hati terasa begitu lelah, jiwa ini, dan tubuh yang melemah. Hanya Allah Tuhanlah yang menjadi kekuatan sejati, cinta sejatiNya, dan perasaan damai bila memuliakan namaNya dan alam indah yang diciptakanNya. Semua baik adanya, ingin ku hidup di Yerusalem baru.

No comments:

Post a Comment

Be careful to comment!

Daily Quotes of Holy Bible

Daily Quotes of Holy Bible