Prasetyo Peuru Henry Putra | @prasetyopeuru | prasetyopeuru@gmail.com | +6281287553107 | Indonesia

Total Pageviews

Followers

Instagram

Sunday, October 21, 2018

Karna Su Sayang - near ft Dian Sorowea (Cover by Tyo)

Thursday, October 4, 2018

My Orange Love (Cerpen)


Kalau mau dibilang sebenarnya warna favoritku biru dan putih. Kalau mau ditanya alasannya, sudah jelas karena aku sangat menyukai langit, langit yang cerah bersama awan putihnya. Yang langit biru dan awan putihnya. Kalau diingat-ingat awal aku menyukai kedua warna tersebut adalah karena ketika aku masih kecil dan entah itu di pagi atau di siang hari di halaman rumahku, biasanya aku suka melihat ke atas langit mengarahkan kepalaku menatapnya agak lama. Hal tersebut menurutku sangat indah dan menenangkan. Entah kenapa kupikir itu 'keren'. Lalu aku menggambar pemandangan alam yang umum di kalangan anak kecil, yakni gambar dua gunung, satu mata hari, satu jalanan lurus yang miring ke kanan, padi-padian, rumah, pohon, dan juga langit birunya dan awan putihnya serta gambar burung di langitnya yang tampak seperti angka 3 horizontal, gambar tersebut kubuat di komputer menggunakan paint, lalu ku save untuk ditunjukan ke Papa nantinya. Entah mengapa perasaan dalam hatiku saat menggambar gambar tersebut adalah biru –khususnya– (maksudnya biru dalam artian keren atau terpesona), mungkin karena itu warna favorit pertamaku, juga memang karena awal ku mulai menggambar gambar tersebut karena aku begitu terpesona dengan warna dan indahnya langit.

Namun sore itu mengubah segalanya. .... Suasana kala itu, pemandangan dan warna yang tampak masuk ke dalam jangkauan penglihatanku. Memori itu masih terekam sampai saat ini di dalam otakku. Menjadi salah satu kenangan yang sangat indah dan tak terlupakan. Perasaan kala itu membuat hatiku benar-benar terhanyut dan jatuh cinta, suasananya sungguh ini dan menenteramkan hati. Aku benar-benar begitu terpesona dan takjub bila mengingatnya kembali. Itulah saat pertama semuanya berubah. .... Bila ku gambarkan dengan warna, warna itu adalah Orange. Ya Orange.. Dari situlah awal cintaku bermula. My Orange Love story.

Dia, sebut saja Maria, wanita yang tiap sore bermain music di taman Kirana, Bandung. Kala pertama kali melihatnya bermain music, aku benar-benar terpukau. Permainan music biolanya yang indah dan menenangkan, kecantikan parasnya, dan suasana oranye sore itu. Dia t'lah mencuri hatiku lewat keberadaannya. Entah mengapa sejak saat itu, aku mencintai warna oranye. Aku menyebut gadis itu My Orange Love. Sambil melihat permainannya, akhirnya akupun terhanyut untuk menjadi salah satu penonton setianya. Dikemudian hari aku pun membawa peralatan melukisku dan tiap sore di taman Kirana, aku melukis My Orange Love yang sangat ku damba.

Sampai akhirnya, dia pun menyadari keberadaanku yang selalu memperhatikannya dan melukis dirinya. Kamis itu, aku bisa berbicara dengannya. Bahagianya. Sejak saat itu kami pun jadi akrab dan tak terasa dalam setahun, aku sudah melukisnya sebanyak ratusan gambar. Aku pun membuka galeri pribadiku sendiri. Kemudian aku menghubungi Maria, namun yang mengangkat telponku, bukan Maria. Melainkan Ayahnya Maria, pak Sutojo. Dia menjelaskan bahwa Maria sedang dioperasi dengan penyakit yang dideritanya.

Aku tak mengerti, karena selama ini Maria tak pernah menceritakan tentang penyakitnya. Saat menunggu di Rumah Sakit, Ayah Maria memberikan suatu surat kepadaku, surat yang ditulis oleh My Orange Love, Maria.

Aku pun membacanya selama menunggu proses operasi Maria.

~~~

Rian, terima kasih karena telah menjadi penonton setiaku selama ini.

Sejak mengenalmu aku jadi lebih bahagia, lukisan yang kau buat untukku sungguh sangat indah.

Aku tak tau mengapa, namun selama lebih dari satu tahun mengenalmu, aku sungguh merasa nyaman karena keberadaanmu.

Aku tau kau terus melukisku hampir setiap sore ketika aku datang memainkan biolaku di taman Kirana.

Jujur, sebenarnya aku menyukaimu. Namun aku tak bisa mengungkapkannya langsung padamu.

Karena aku takut nantinya kau akan tersakiti.

Aku mengidap kanker stadium empat. Dan menurut dokter aku akan meninggal di tahun ini.

Menyedihkan bukan. Maafkan aku karena hanya bisa jujur padamu lewat surat ini. Sekali lagi maafkan aku.

Namun, aku ingin mengatakan padamu aku menyukaimu. Akan tetapi, disaat kau selesai membaca ini. Aku tak tau apakah aku masih bisa hidup atau tidak. Setidaknya kau harus tau perasaanku. Namun, sekali lagi aku minta maaf, karena aku hanya akan menjadi memori yang menyedihkan dalam hidupmu. Maaf.

Jujur, aku ingin melihat galeri lukisanmu yang pernah kau ceritakan padaku. Namun bagaimana lagi. Disaat kau membaca ini, mungkin aku sedang di operasi dan juju raku sudah pasrah dengan hidupku. Terima kasih, karena keberadaanmu membawa arti yang indah dalam hidupku. Lukisanmu telah menyentuh hatiku. Aku mencintaimu, Rian.

Maafkan aku.

Maria, 31 Juli 2018.

~~~

Sambil membaca surat tersebut, Rian meneteskan air matanya. Dia bahkan belum bisa jujur pada Maria akan perasaanya. Beberapa saat setelah membaca suratnya, dokter keluar dan mengatakan hasil operasinya sambil tertunduk. Setidaknya aku bisa membaca raut wajah sang dokter. Ya, Maria telah kembali ke sisi sang Pencipta. My Orange Love has gone.

Meskipun dia telah pergi. Namun kenangannya akan selalu ada. Galeri yang kubuka telah menjadi terkenal. Sayangnya Maria tak bisa melihatnya meski hanya sesaat. Galeri tersebut kunamakan My Orange Love, untuk mengingat sang gadis menawan yang selalu memainkan biolanya di sore hari di taman Kirana.

***   

Saturday, September 22, 2018

Nabi dan Youtube (Curhat)

Jika para nabi dulu bisa melihat akhir zaman (masa depan) yang diketahui berkat hubungan karib dengan Tuhan. Berarti para nabi tau Youtube.
Sebenarnya yang mau gua bahas banyak. Namun singkatnya ini.

Akibat berdiskusi tentang Alkitab dengan anak-anak Teologi STAK Luwuk Banggai. Dan karena background gua teknologi, jadi gue menghubungkan khusus Perjanjian Lama dengan Teknologi zaman now. Masuk akal bila nabi-nabi memahami teknologi maju di zamannya berkat Tuhan. Kalo mereka bisa melihat akhir zaman dan akhir zaman belum terjadi sekarang, berarti para nabi bisa melihat kita di zaman now yang sering menggunakan Youtube. Khususnya Salomo yang paling berhikmat dan paling tau banyak diantara umat manusia, mungkin tau semua situs internet di zaman now. Who knows!
Pemikiran ini adalah sebuah terobosan untuk diri pribadi. Karena dunia ini dan tentang Tuhan itu luas dan gak bisa kita pahami mentah-mentah dengan otak kecil kita.
Tuhan itu Maha Esa dan luar biasa.

Friday, September 21, 2018

Menyesal (Curhat)

Gue nyesal ngediemin dia. Gua tau gua salah. Alasan gue ngediemin sebenarnya karena cemburu.

Walaupun udah lama lewat dan mungkin dia udah ngelupain. Tapi jujur gue pengen minta maaf. Semoga dia bahagia.

Teringat kembali ketika baca chat lama dengannya. Hmm...

Saturday, September 8, 2018

Random Romance by Prasetyo Peuru Henry Putra

Antologi cerpen Romansa oleh Prasetyo Peuru Henry Putra

Link: https://peuru.com/2L8sd39

Daily Quotes of Holy Bible

Daily Quotes of Holy Bible