Total Pageviews

Followers

Instagram

Wednesday, February 7, 2018

The Hate - Akashi Seijuro x Scarlet Elani



A KUROKO NO BASUKE FANFICTION
The Hate - Akashi Seijuro x Scarlet Elani
By : Prasetyo Peuru Henry Putra
Disclaimer by : Fujimaki Tadatoshi
Rated : T+
Genre : Action, Drama, Thriller, Crime, Mystery
Chara :
- Akashi Seijuurou
- Scarlet Elani (Nama Akun Fb temen yang merequest cerita ini)
- Chihiro Mayuzumi
- Etc.
Warning :
- OOC
- OOT, etc
- Untuk bagian pertama The Hate, cerita misterinya tidak begitu kental. Akan tetapi genre tersebut akan lebih kental ketika masuk ke bagian ke dua, yaitu The Hate Re.

Bagian pertama ini, The Hate.  Mengisahkan tentang perasaan dendam sang MC (Main Character), Scarlet terhadap Akashi seorang agen yang membunuh Ayah angkatnya untuk menjalankan misi. Scarlet pun menjadi pembunuh profesional.

The Hate

Hari itu.. saat dimana sang agen khusus terbaik Akashi Seijuro membunuh target utamanya, sang pembunuh Legendaris Nijimura Shuuzo. Semua terjadi di depan mata sang putri angkat tercinta, Scarlet Elani yang kala itu berusia 18 tahun. Dia menyaksikan momen terakhir tersebut dari tempat aman yang tersembunyi. Matanya terus menyucurkan air mata, dia terus menahan mulutnya untuk menahan erangan kesedihannya kala melihat kejadian tersebut. Itulah saat dimana dia bertekad untuk membalas dendam dan memulai karirnya sebagai pembunuh profesional.



Scar POV



"Hari ini misiku membunuh Direktur Seirin ya? Ah.. Aida Riko. Baiklah aku mengerti, aku pergi!" seru Scar.



Target terlihat. Target akan memulai pidatonya. Scar telah bersiap di tempatnya dengan senjata sniper miliknya.



"Yosh!! Target terkunci. Siap menembak dalam hitungan mundur.. 3.. 2.. 1.." Scar menekan pemicunya (cmiiw).



*Dorrrr*



Kepala sang Direktur tertembak peluru, sang korban mati di tempat. Dan Scar pun menghilang dari TKP.



Scarlet Elani dijuluki Angin Merah Kematian. Karena keberadaannya saat pembunuhan terjadi seperti angin yang menyejukan, tak diketahui, terasa baik-baik saja namun seketika kematian berdarah terjadi. Ada beberapa rumor juga yang menyebutkan bahwa seseorang melihat dia berambut merah yang tambah menguatkan julukan tersebut. Itulah Scar yang tak diketahui profil maupun asal-usulnya.



Akashi POV



"Agen khusus Akashi Seijuro, anda ditugaskan bersama Intel Chihiro Mayuzumi untuk menyelidiki kasus pembunuhan oleh pembunuh misterius yang dikenal sebagai Angin Merah Kematian. Apapun yang terjadi segera lumpuhkan target dan cari tahu motif tindakannya! Bila keadaan menjadi genting kalian diminta untuk menumpas target!" pintah atasan Akashi.



"Baik. Perintah siap dilaksanakan." Akashi menerima tugas.



Akashi dan Mayuzumi segera mendiskusikan tentang setiap kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Angin Merah Kematian. Satu-satunya petunjuk adalah setiap kematian pelakunya meninggalkan kertas bertuliskan kata 'Aka' yang artinya 'Merah'. Ini juga sebagai alasan mengapa dia disebut Angin 'Merah' Kematian.



"Huuh... menyelidiki seorang pembunuh yang dikenal sebagai Angin Merah Kematian sungguh menyusahkan, dia tidak memberikan sedikit celah pun di setiap aksinya. Bagaimanapun ini akan menjadi kasus yang sulit.." keluh Mayuzumi kepada Akashi.



"Kau benar, akan tetapi jejak kertas bertuliskan Aka ini sungguh menjengkelkanku ..."



"Aku tau, itu pasti karena namamu diawali dengan kata Aka bukan, ya Akashi-san?"



"Ya kau benar. Entah kenapa aku merasa kasus ini berhubungan denganku.. entahlah.. ini hanya firasatku saja ..." ucap Akashi.



Scar POV



Flashback



"Akkhhh.... agen khusus.. Akashi Seijuro. Ini.. semua.. belum berakhir.. Akkhhhhhh" Nijimura mengucapkan kata terakhirnya. Pembunuh Legendaris Nijimura Suzo berhasil ditumpas oleh agen rahasia Akashi Seijuro.



"Uhh.... huh..... huh..." terengah-engah. Akashi menghubungi seseorang.



"Komandan, aku berhasil menumpas target. Uh... uh.. Tolong segera jemput kami di -???- Terima kasih .."



Seseorang datang menghampiri Akashi, agen rahasia yang lain.



"Reo..? Nebuya..? Aku.. berhasil mengalahkannya. Tidak, kita berhasil... Misi kita sukses." Seru Akashi.



...



Scar hanya bisa menangis dan akhirnya pergi meninggalkan ayah angkatnya.



Flashback End.



"Ayah... aku akan membalaskan dendammu pada pria brengsek tersebut. Akan ku bunuh mereka semua." Dendam Scar terhadap agen khusus tersebut membarah.

Scar menyamar sebagai intel, dia menyusup dan mencari informasi tentang agen rahasia. Kini di depan matanya ada semua data diri tentang agen khusus Akashi Seijuro telah terpampang jelas. Dan orang-orang yang waktu itu bersama Akashi menumpas Nijimura dan bawahannya. Scar pun membuat rencana dengan menghabisi rekannya terlebih dahulu. Pertama adalah Reo Mibuchi.

Reo sedang dalam misi khusus menjaga Perdana Menteri Jepang yang akan pidato di Korea Selatan. Reo berdiri di samping Perdana Menteri. Scar bersiap dengan snipernya.

*Dorrr*

Reo Mibuchi tewas di tempat. Scar meninggalkan sepucuk kertas bertuliskan Aka. Keadaan di sana begitu ricuh. Petugas keamanan pun mengevakuasi kejadian. Perdana Menteri Jepang selamat, karena yang diincar bukanlah dirinya.

Akashi dan Mayuzumi berangkat menuju Seoul, Korea Selatan setelah mendengar tentang informasi sepucuk kertas bertuliskan Aka. Saat tiba di sana mereka terkejut dengan sebuah pernyataan dibalik sepucuk kertas tersebut yang bertuliskan 'ini adalah permulaan dari pembalasan dendam'. Mengetahui hal tersebut Akashi Seijuro segera teringat akan kejadian misi penumpasan Nijimura Suzo.

"Mayuzumi-san? Apa kau mengetahui tentang pembunuh Legendaris bernama Nijimura Suzo? Beritahukan padaku info tentang keluarganya ataupun orang terdekatnya!" Akashi mencurigai sesuatu, firasatnya tidak enak.

Mayuzumi pun mencari tahu tentang informasi keluarga dan orang terdekat Nijimura. Dan menemukan fakta tentang seorang anak dari Nijimura Suzo yang merupakan anak angkatnya sejak berusia 3 tahun, namanya adalah Scarlet Elani.

"Mungkin dugaanku tidak berdasar, akan tetapi aku mempunyai firasat kuat bahwa pembunuhan dibalik sepucuk kertas Aka oleh Angin Merah Kematian itu di dalangi oleh wanita bernama Scarlet Elani tersebut!" ungkap Akashi.

"Aku tidak begitu yakin dengan dugaanmu tersebut. Tapi sepertinya aku percaya dengan dugaanmu setelah mendengar semua cerita yang kau katakan kemarin. Bila target pembalasan dendamnya pertama adalah rekanmu Reo Mibuchi, berarti kemungkinan berikutnya targetnya adalah Eikichi Nebuya atau kau Akashi Seijuro!" ujar Mayuzumi.

"Kalau begitu aku harus memperingati Nebuya tentang hal ini terlebih dahulu. Aku akan menelponnya dahulu.." ucap Akashi.

"Sial.. tak bisa dihubungi. Bagaimana ini? Kita harus segera kembali ke Jepang." Akashi panik.

"Ku dengar Nebuya sedang mengambil cuti selama sebulan. Dia sedang menikmati liburannya di pegunungan di daerah Hokaido" ujar Mayuzumi.

"Sial......" Akashi geram.

Di tempat lain Nebuya sedang memancing di pinggir sungai. Dan Scar sudah berada di tempat yang pas untuk menembak Nebuya dengan tembakan jitunya sebagai seorang sniper. ....

*Dorrrr!!!*

Agen khusus Eikichi Nebuya pun tewas di tempat. Seperti biasa Scar meninggalkan sepucuk kertas bertuliskan Aka. Kali ini tepat di atas mayatnya Nebuya. Dibalik kertas tersebut tertulis, 'sedikit lagi dan kalian semua akan ku lenyapkan'.

Skip

Akashi tiba di Jepang dan menerima kabar kematian sahabatnya Nebuya. Akashi mengerang sejadi-jadinya dan bersumpah untuk menghabisi Scarlet Elani atau yang dikenal sebagai Angin Merah Kematian.

Akashi dan Mayuzumi pun melaporkan semua hasil investigasinya kepada sang atasan Kotaro Hayama :v.

Scar sadar setelah semua yang diperbuatnya ini dia sudah tak memiliki jalan untuk kembali lagi. Dan satu-satunya hukuman yang pantas untuknya adalah hukuman mati, namun untuk membalas dendam kematian ayahnya dia bertekad untuk takkan berhenti sampai semua dendamnya terbalaskan.

Scar kembali menyamar sebagai intel, dia mengecek keberadaan Akashi. Kemudian mengecek dalang pembuat misi dibalik kematian ayahnya, dan setelah mengecek semuanya dia mengetahui bahwa dalang dari misi yang menyebabkan kematian ayahnya adalah Mayor Kotaro Hayama.

Scar keluar dari tempat sumber informasinya, kemudian dia bertemu dengan agen khusus Akashi. Dalam hatinya dia ingin segera membunuh Akashi, namun entah kenapa dia mengurungkan niatnya dan ingin menjadikan Akashi sebagai yang terakhir. Selanjutnya adalah Mayor Kotaro Hayama. Scar menyamar sebagai intel Momoi Satsuki. Kemudian dia memasukkan racun mematikan ke dalam kopi yang akan diberikan kepada Mayor Kotaro Hayama.

Di sisi lain Akashi membuat rencana bersama Mayuzumi untuk bekerja secara terpisah. Akashi kembali menuju ke villa penginapan Nebuya sendirian, sedang Mayuzumi berjaga di belakang untuk melihat situasi. Tapi tampaknya belum ada tanda-tanda penyerangan, namun mereka tetap waspada dengan keberadaan Angin Merah Kematian. Sejauh ini menurut mereka, Scarlet atau Angin Merah Kematian akan menyerang menggunakan senjata sniper, walaupun dalam beberapa kejadian dulu, dia menyerang menggunakan pisau dan pistol. Itu artinya Angin Merah Kematian bisa menyerang dengan keadaan jarak dekat.

Di markas pusat, Scar menyamar sebagai pelayan pembawa minuman. Mayor Hayama menenggak minumannya dan ..?!

"Arrrkkhh apa ini? Arrkhh...." ucap mayor Hayama sambil menggenggam erat lehernya.

Scar yang berada dibalik pintu, kembali ke dalam dan menghunuskan pisaunya ke jantung Hayama untuk meninggalkan kesan kematian berdarah yang selalu ditinggalkannya. Kemudian seperti biasanya dia pun meninggalkan sepucuk kertas bertuliskan Aka.

Akashi dan Mayuzumi menerima panggilan lewat telepon satelit. Mayor Kotaro Hayama dikatakan telah tewas dibunuh oleh pembunuh misterius yang disebut sebagai Angin Merah Kematian. Mereka berdua segera kembali ke Markas Pusat.

"Sial!! Aku tak menyangka Mayor Hayama pun telah menjadi target." Akashi Seijuro tidak bisa menyembunyikan kekesalan dan amarahnya.

"Tenanglah Akashi-san. Setidaknya setelah kau membaca pesan dari Angin Merah Kematian ini." ucap Mayuzumi.

"Selanjutnya akan menjadi yang terakhir. Bersiaplah akan kematianmu!" baca Akashi.

"Brengsek!!! Sepertinya dia sudah mengetahui segala informasi tentang kita!" geram Akashi.

"Tampaknya dia juga ahli dalam menyamar, petugas sudah mengecek video rekaman kejadian pembunuhan tersebut. Namun identitasnya tak dapat diketahui!" ujar Mayuzumi.

"Sial!!!" Akashi tidak bisa menerima semua ini.

"Kita harus bisa menyelesaikan misi kita bagaimanapun caranya. Ditambah target terakhirnya sepertinya adalah kau Akashi-san. Kita akan meminta tim khusus untuk menjagamu!" ungkap Mayuzumi.

"Tidak. Itu tidak perlu. Ini adalah masalahku dengan wanita tersebut. Aku akan mengakhirinya sampai di sini. Mayuzumi-san maafkan aku. Tapi sebaiknya kerjasama kita berakhir sampai di sini saja. Aku tak bisa melibatkanmu lebih jauh dalam masalah ini!" tegas Akashi.

"Tidak Akashi-san aku ikut denganmu. Ingat ini adalah misi kita berdua yang diberikan Mayor Hayama kepada kita berdua. Aku takkan membiarkanmu begitu saja." Mayuzumi menegaskan pendapatnya.

"Akan tetapi Mayor Hayama sudah tidak ada lagi. Ini semua sudah lebih dari cukup. Aku akan menyelesaikannya sendiri bagaimanapun caranya. Jangan ikut campur dalam masalahku!" ucap Akashi.

"Tapi Akashi-san?"

"Aku pergi..." Akashi pergi meninggalkan Mayuzumi dan mencoba mencari Scarlet sendiri meskipun tidak ada petunjuk lagi sama sekali. Yang dipikirkan Akashi adalah membuat Scarlet atau Angin Merah Kematian melakukan pertarungan jarak dekat. Dan Akashi telah siap untuk rencana tersebut dengan berjaga-jaga di sebuah gedung tua bekas markas pelatihan militer yang sudah tidak dipakai lagi.

Dan tampaknya Scarlet Elani memenuhi tantangannya untuk aduh duel 1 lawan 1. Inilah hari yang dinantikan Scar sang Angin Merah Kematian untuk membunuh orang yang telah membunuh ayahnya di depan kedua matanya.

"Jadi kau bernyali juga untuk menantangku satu lawan satu! Ku pikir kau akan membunuhku dengan senjata snipermu seperti yang telah kau lakukan terhadap ke-dua rekanku sebelumnya." Ucap Akashi.

"Tidak. Ini adalah impianku sejak lama yaitu menghabisimu dengan ke-dua tanganku sendiri dan dengan pisau ini, seperti yang telah kau lakukan dulu terhadap ayahku Nijimura Suzo!" terang Scar.

"Jadi benar kau atau yang biasa disebut Angin Merah Kematian adalah Scarlet Elani, anak angkat dari pembunuh legendaris Nijimura Suzo!"

"Jadi kau sudah tau namaku ya?! Hebat juga agen khusus terbaik Akashi Seijuro! Aku jadi tidak perlu susah-susah memperkenalkan diriku lagi."

"Begitukah? Kalau begitu ayo. Sekarang kita mulai pertempuran balas dendam kita! Akan ku habisi kau seperti layaknya aku menghabisi ayahmu dulu! Kalian para pembunuh, pantas untuk mati!!" Akashi memulai pertempuran dan berlari ke arah Scarlet dengan pisaunya, bersiap menghabisi Scarlet.

"Brengsek! Akan ku bunuh kau!!" Scar juga berlari ke arah Akashi dengan pisaunya.

Mereka beradu pukulan dan beberapa kali menyerang dengan pisau juga berusaha menghindari serangan yang dibuat lawan.

Scar menendang perut Akashi, Akashi terlempar ke belakang. Scar segera berusaha menghunusnya dengan pisau namun Akashi menghindar dengan berputar ke arah kanan. Pisau mereka beraduh, Akashi berusaha meninju Scar, namun Scar mengelak ke kiri. Pertempuran semakin sengit. Scar terkena sayatan di lengannya, sedang Akashi terkena sayatan di dadanya. Kemudian Pisau Akashi terlempar oleh hantaman Scar. Scar mencoba menusuk mata Akashi dengan pisau, Akashi menahannya dengan kuat. ... Kemudian Akashi menendang perut Scar dengan sikut kakinya. Akashi membalikan keadaan dengan berputar di atas badan Scar. Kini posisinya Scar berada di bawah dan Akashi di atas. Pisaunya berusaha ditusukkan ke leher Scar. Scar menahan sekuat tenaga, kemudian berinisiatif mengambil pistol yang disimpannya dicelananya. Scar menahan dengan satu tangan sekuat tenaga, namun pisau tersebut begitu sulit bila hanya ditahan dengan satu tangan. Pisaunya menyentuh leher Scar dan membuatnya berdarah. Scar segera mengambil pistol dan menembakkannya ke perut Akashi. *Dorrr!!* *Dorrr!!* *Dorrr!!!* Akashi melihat perutnya bersimbah darah. Inilah akhirnya... Scar berhasil membunuh Akashi. Dia pun mendorong Akashi ke arah samping sebelah kanan. Saat Scar berdiri dan bersiap untuk pergi. *Dorr!!* *Dorrr!!* *Dorrr!!!* *Dorrrr!!!!!*

"Ayah... Inilah akhirnya. Tak masalah.. tak masalah jika aku mati di sini! Yang penting aku sudah berhasil membalaskan dendam ayahku! Aku akan segera menyusulmu ayah...!!" Scarlet Elani mengucapkan kata tersebut dalam hatinya, matanya nampak menyucurkan air mata namun bibir mungilnya menyiratkan senyuman kebahagiaan. Akan semua beban yang dia emban selama ini. Dan semuanya telah berakhir.

Orang yang menembak Scar sang Angin Merah Kematian itu adalah Mayuzumi, Chihiro Mayuzumi. Inilah akhirnya kisah tentang pembalasan dendam dan jalan yang ditempuh antara petugas keamanan negara dan pembunuh misterius yang hebat dalam menjalankan aksinya.

Chihiro Mayuzumi adalah nama palsu sang intel, nama aslinya adalah Daisuke Furusawa(nama akun fb author kala membuat ff ini) :v *peace*.



The End

No comments:

Post a Comment

Be careful to comment!

Daily Quotes of Holy Bible

Daily Quotes of Holy Bible