Total Pageviews

Followers

Instagram

Wednesday, February 7, 2018

Cinta Seorang Sahabat - Nio dan Ririn



[CERPEN]
  • Title : Cinta Seorang Sahabat - Nio dan Ririn
  • Genre : Friendship, Romance, Drama
  • Author : Prasetyo Peuru Henry Putra

Nio dan Ririn

Di sekolah...

Hari ini aku Nio menghampirinya, pikirku dengan menemuinya aku akan merasa lebih lega. Namun yang terjadi sebaliknya, dia malah memarahiku meneriakiku tanpa sebab. Apakah dia sedang datang bulan pikirku, makanya dia begini. Meski hal tersebut tak patut dilakukan oleh seorang gadis berjilbab sepertinya. Ririn itulah namanya. Dia merupakan sahabat baikku, meski baru satu tahun saling mengenal sejak hari kedua masuk sekolah, namun aku cocok dengannya, makanya kami pun bersahabat. Akan tetapi akhir-akhir ini dia mulai berubah, dia tak memberiku penjelasan sedikitpun. Dia mulai suka marah-marah sendiri, kemudian menangis dan kembali marah-marah. Aku yang melihat dia seperti itu, pada saat ini segera mencoba menenangkannya.

"Ririn tenang, sabar... Lu kenapa sih Rin? Gue baru datang, lu marahin gue. Lu juga teriakin gue sebegitu kasarnya. Emang gue salah apa ama lu? Kenapa ama lu Rin. Akhir-akhir ini lu berubah tau gak. Please, cerita kalo lu ada masalah. Barangkali gue bisa bantu. Bagaimanapun kan gue ini sahabat lo!"

"Diem lo. Gue lagi gak mau liat muka lu di sini. Gue gak mau diganggu siapapun. Biarin gue sendiri!"

" Oke kalo itu mau lu. Asal lo tau, gue kecewa ama lu."

Aku pun segera pergi meninggalkannya sendiri di ruang musik sekolah. Niat menghilangkan kepenatan sehabis ujian di kelas, pikiranku malah ditambah dibuat kacau oleh sikap Ririn yang tak jelas sedang memiliki masalah apa. Aku jadi terus memikirkannya, padahal dia adalah anak yang ceriah dan selalu membuat orang disekitarnya merasa nyaman. Namun entah kenapa sekarang dia seperti selalu menutup diri dan menjadi begitu introvert. Dia mulai menjauhi teman-teman dan ketika istirahat, dia pergi ke ruang musik di belakang sekolah sendirian dan melarang yang lainnya untuk datang ke sana. Dia malah menyuruh yang lainnya pergi ke ruang musik yang satu lagi, bahkan aku sendiri sahabat dekatnya juga ikut-ikutan kena semprot. Semua teman-teman kecewa dengan perubahannya termasuk aku. Akan tetapi aku tetap mencoba meminta yang lain untuk memberikannya waktu sendiri, mungkin dengan begitu dia bisa merenungkan masalahnya dengan lebih tenang.

Ririn tak pernah tau meskipun kami bersahabat namun aku sebenarnya memendam rasa padanya. Dia takkan pernah tau bila aku tak mengungkapkannya, karena aku selalu bersikap seolah biasa saja sebagai seorang sahabat.

#Poem#
Sahabatku yang manis,
Kau takkan pernah tau ini
Perasaan yang ku pendam padamu
Perasaan yang sudah lama ku simpan
Sahabatku yang manis,
Hari ini ku kembali menulis tetang perasaanku
Akankah kau menyadarinya
Bila ku berikan tanda-tanda padamu
Tanda-tanda perasaan yang ada di hatiku
Tentang rasa ini,
Sebenarnya aku menyukaimu
Sebenarnya aku menyayangimu
Aku tahu aku mencintaimu
Namun kau takkan pernah tau itu
Bila ku tak mengungkapkannya
Karena aku selalu bersikap seolah biasa saja
Ingin ku mengatakannya
Ingin ku menyatakannya
Ingin ku mengungkapkannya
Namun ku belum siap
Ku masih ragu
Ku masih takut
Takut akan segalanya
Takut akan perbedaan kita
Takut apabila kau tau
Dan kau malah menjauh dariku
Sahabatku yang manis,
Haruskah ku jujur padamu
Jujur tentang semua perasaanku padamu
Bahwa aku mencintaimu
Inilah cintaku, Cinta Seorang Sahabat.
Yang kini berharap lebih
Ku berharap perasaanku kan sampai kepadamu
Menyentuh hatimu,
Membuka pikiranmu
Menyadarkan dirimu tentang aku
Bahwa aku mencintaimu
Inilah cintaku, Cinta Seorang Sahabat
####

Meskipun kami terlahir dari kepercayaan yang berbeda aku tak peduli, meski ku tau dari Pendetaku, terang dan gelap tak bisa dipersatukan. Namun bagiku terhadap dirinya adalah; cinta dapat mempersatukan segalanya dan itu berarti aku bisa menjadikannya sebagai kekasihku. Karena perasaanku ini sangatlah tulus dan jujur. Aku mau memperjuangkannya, meski ku sendiri belum berani mengungkapkannya.

Namun kini dia sedang dalam masalah. Dan dia mulai menjauhiku. Tawanya, Sinarnya mulai meredup. Aku tak tau apa yang harus ku lakukan untuk menolongnya, biar sinarnya kembali merekah indah dan kami kembali dekat lagi seperti sebelumnya. Aku mengerti akan perasaanku dan karena hal ini aku akan mencoba membantunya, aku harus kembali menemuinya.

"Ririn, lu lagi ngapain, brenti!" Nio kaget melihat Ririn sedang mencoba membaret urat nadinya dengan silet yang mungkin dibawanya dari rumah dan disimpan di balik sakunya.

"Gue mau mati aja. Gue udah gak layak hidup di dunia ini, gue udah gak suci lagi. Gue udah gak perawan, gue udah diperkosa." Berteriak sambil menangis dan memegang silet ditangannya.

Nio tersentak mendengarnya, orang yang disayanginya kegadisannya telah direnggut oleh orang lain. Bagaimana dengan cintanya, apakah Nio bisa menerima dan tetap mencintai Ririn bila kejadiannya seperti ini?

"Please jangan Ririn. Gue gak perduli walaupun lu udah diperkosa dan lu gak perawan lagi, gue mau lu tau satu hal gue sayang banget ama lu. Dan gue gak mau lu berbuat nekat seperti ini. Please lepas silet itu Ririn. Gue sayang ama lu."

Ririn perlahan menjauhkan siletnya dari tangannya, meski dia masih tetap terseduh-seduh dalam tangisnya.

"Rin gue mohon..."

Ririn menatap mata Nio melihat keseriusannya, seakan gak percaya dengan apa yang keluar dari mulut Nio sebelumnya.

Ririn pun melepas siletnya.

"Lu beneran sayang ama gue? lu mau jadi pacar gue?"

"Iya gue sayang banget ama lu. Gue mau jadi pacar lu."

"Meski lu tau gue udah kayak gini?"

"Gue gak perduli, karena cinta gue tulus buat lo! Jadi please, jangan berbuat bodoh lagi. Gue janji gue bakal jaga lo dengan seg'nap hati gue, gue juga bakal berusaha berikan yang terbaik buat lu, apapun asalkan kita bisa tetap bersama. Apa itu masih kurang? Jadi apa lu punya persaan cinta yang sama kea gue? Jika iya, lupakan semua yang udah menimpa lu dan jadilah kekasih sejati gue! Do you wanna be my lover?"

Ririn meneteskan air mata kebahagiaannya mendengar semua kata demi kata dari mulut Nio. Dan dengan mantap Ririn pun menggerakan bibir mungilnya. Terdengar suara pelan nan manis, namun mantap.

"Yes, I do. ... Please be mine. :') I love you Nio.."

"I love you too Ririn :')"

Tiba-tiba terdengar suara sorak-sorai dari kawan-kawan Nio dan Ririn.

"Ciecie... Selamat ya, dah jadian ya. Bisa kali PJ-nya."

Nio kaget, "Loh ada apaan ini? Kok lu-lu pada ada di sini?"

Ternyata ini sudah direncanakan, Ririn bohongan diperkosa dan masih perawan. Semua ini dilakukan agar Nio mau menyatakan perasaannya.

Sebenarnya kejadiannya begini, sekitar tiga bulan yang lalu Ririn menemukan buku catatan pribadi Nio di dalam tasnya saat mau meminjam buku untuk mencontek. Kemudian Ririn membacanya bersama teman-teman yang lain di saat jam istirahat ketika Nio sedang pergi menemui Wali Kelas di ruang Guru, karena Nio adalah Ketua Kelas di kelas mereka yang sekarang. Di buku tersebut, terdapat segala macam tulisan Nio khususnya tentang perasaan cinta Nio yang terpendam kepada seseorang. Dan isi tulisan yang paling mendominasi merupakan berbagai jenis puisi-puisi Nio dan beberapa lagu yang diciptakannya, namun belum pernah di perdengarkannya kepada seorang temanpun di kelasnya. Termasuk sahabat dekatnya sendiri, Ririn. Melewati pertengahan buku catatan rahasia Nio tersebut, Ririn bersama yang lainnya akhirnya baru tau dan menyadari kalau ternyata orang yang disukain Nio tersebut tidak lain tidak bukan adalah sahabat sendiri si Ririn. Wajah Ririn kemudian tampak memerah seketika. Ririn yang ternyata juga menyukai Nio entah sejak kapan, kemudian menyusun rencana bersama yang lainnya agar Nio mau mengakui perasaannya cintanya kepada Ririn. Dan akhirnya terciptalah rencana Ririn tersebut, dimulai dari dirinya mencoba bersikap seolah menjauh dari yang lainnya dan kemudian berakhir seperti kejadian barusan. Awalnya rencana mereka memang tak berhasil dan sudah beberapa kali mencoba berbagai metode dan cara ampuh lainnya, tetap saja gagal. Sampai akhirnya cara terakhir pun berhasil. Dan kini Nio dan Ririn pun resmi berpacaran.

Kini hampir tiap kali saat jam istirahat di kelas, selalu terdengar musik dan nyanyian romantis dari seseorang untuk kekasih hatinya. Sang wanita yang mendengarkan tampak selalu begitu terhibur dan selalu tersipu malu dengan lirik gombalnya sang pacar.

Hubungan mereka memang tak selalu berjalan mulus dan tampak begitu indah. Namun pada akhirnya cinta yang telah mempersatukan mereka membuktikan bahwa ‘Cinta itu kuat bagaikan maut’ dimana mereka hidup bahagia meski memiliki perbedaa iman.

Nio dan Ririn, dari sahabat jadi cinta, dari cinta jadi dua sejoli. :D

Dan syukurlah cinta mereka berakhir bahagia.

Tamat.

No comments:

Post a Comment

Be careful to comment!

Daily Quotes of Holy Bible

Daily Quotes of Holy Bible