Total Pageviews

Followers

Instagram

Thursday, February 11, 2016

Prasetyo Peuru HP. Diary 4, 11 February 2016

Internet habis terus isi ulang. Diluar panas, padahal kemarin hujan, namun sekarang suasananya panas. Tetap seru, menemani Mama tersayang belanja. Waktu luang karena masih belum bisa kerja, dipakai sebagai waktu untuk quality time. Menjaga dan memupuk kasih sayang bersama keluarga.

Siang ini ingin sekali melanjutkan novel yang ku biarkan sampai setahun. Namun dengan alasan menunggu laptop selesai dahulu, akhirnya aku lebih memilih untuk memfokuskan diri dalam menulis Diary Of Tyo ini yang baru ditulis 4 hari sampai sekarang. Daripada memaksakan otak sakit pening karena stuck dengan karya lama yang belum selesai, lebih menulis ini saja yang terasa lebih ringan. Hanya saja keberadaan hidupku saat ini masih dalam fase tahap biasa-biasa saja.
Kisah sebelum membuat diary ini jauh lebih seru. Contohnya beberapa kali saya hampir mati selangkah terhadap maut, tapi terbukti saya masih selamat. Selamat dari kematian, namun jatuh dalam penyakit Paranoid Schizophrenia. Hmm... Bagaimanapun aku tetap bersyukur karena aku masih bisa bertahan hidup. Contoh nyaris matiku, 2 kali nyaris tenggelam namun berhasil diselamatkan temanku dan teman kakakku di Masa SD. Lalu nyaris ditabrak dan beruntung saya menahan langkahku seperti ada yang ingin menahanku, dan pas ku lihat ke kanan beberapa ibu dan anaknya tertabrak sebelum ku melangkah maju. Bersyukur bisa selamat namun kasihan terhadap Beberapa Ibu dan anaknya yang tertabrak. Lalu masa SMK dulu ketika pikiranku seakan kosong ngeblank dan loncat dari lantai 3 sekolah. Selamat karena ada pasir dibawahnya. Itulah sebagian masa laluku tentang nyaris mati. Oh iya ditambah ketika mau masuk ibadah yang diundang seorang kakak kuliahan masa saya SMK untuk datang, dan karena waktu sudah mau terlambat, saya ngebut dan alhasil saat klakson untuk menyalip saya duluan, namun di depan satu motor juga memaksa menyalip dan akhirnya kita tabrakan, namun bagaikan di film-film saya menahan gas tarikan motor ditangan agar motor tak berputar dan motorku jatuh lurus beberapa meter. Puji Tuhan Selamat. Dan lagi masa SMP saat mau nyalip motor saya juga pernah bersama Mama dan saya nyalip dan jaket saya nyangkut di motor sebelah saya alhasil terjadi tabrakan beruntun, mobil sebelah kiri dan sekitar kurang lebih tiga motor saling tabrakan termasuk motorku. Puji Tuhan kami tetap selamat, namun karena itulah disaat mau membonceng wanita, aku jadi jauh lebih hati-hati mengingat keadaan Mama saat tabrakan dulu.
Huft... yah begitulah sebagian masa laluku.

Sekarang sudah sore, pukul 02:40 PM WIB. Memperhatikan keluarga bersendagurau membuatku merasa jadi jauh lebih bahagia dan berarti. Saat ini juga hujan turun rintik-rintik, kasih karunia Tuhan melimpah, asal tidak banjir. Hehe...
Mama pun memasak masakan yang kita tidak tau namanya, karena hasil dari coba-coba, bahannya dari telur campur air, campur tepung, campur bawang putih, campur royco all in one dan selesai di goreng pakai margarine. Hmmn nyummmy.. Xd

No comments:

Post a Comment

Be careful to comment!

Daily Quotes of Holy Bible

Daily Quotes of Holy Bible